Batu mazbah tidak boleh dipahat
Keluaran 20:25
Sepuluh Perintah Allah
“Jika kamu membuat sebuah mazbah batu bagi-Ku, jangan kamu membangunnya dari batu yang dipahat. Sebab, jika kamu mengangkat peralatanmu atasnya, kamu sudah mencemarkannya.”Keluaran 20:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, maka jangan engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya.”Keluaran 20:25 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau kamu membuat bagi-Ku sebuah mezbah dari batu, jangan membuatnya dari batu pahatan, sebab jika kamu memakai pahat untuk membelah batu, mezbah itu tidak boleh lagi dipakai untuk-Ku.”Keluaran 20:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila kamu hendak membuat mezbah untuk-Ku dari batu, jangan menggunakan batu yang sudah dipahat. Karena jika kamu memahatnya dengan peralatan, kamu mencemarkan mezbah itu.”Keluaran 20:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if thou wilt make me an altar of stone, thou shalt not build it of hewn stone: for if thou lift up thy tool upon it, thou hast polluted it.”Keluaran 20:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 20:25?
Ayat ini mengajarkan bahwa jika membuat mezbah dari batu untuk Tuhan, jangan memahatnya dengan alat, karena pekerjaan manusia bisa mencemari tempat kudus. Mezbah harus dari batu alam, melambangkan kesederhanaan dan kemurnian dalam ibadah, bukan kemegahan buatan tangan.
Latar belakang
Bahkan mazbah batu harus tetap alami
Jika Israel memilih membuat mazbah dari batu, batu itu tidak boleh dipahat atau diukir. Mengapa? Memasukkan unsur keahlian manusia ke dalam mazbah bisa membelokkan perhatian ke karya tangan manusia, bukan ke Allah. Peralatan yang menyentuh batu itu pun dianggap mencemarkan.
Di mana
Gunung Sinai
Gunung suci · instruksi rinci tentang kemurnian ibadah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Pencipta dan pemberi hukum Israel
Kepada
Bangsa Israel
Umat TUHAN di kaki Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָזִית
gazit · dipahat
Batu yang dipangkas atau dipahat; batu yang sudah dikerjakan tangan manusia — jika digunakan untuk mazbah, dianggap 'tercemar' oleh intervensi manusia
חַרְבְּךָ
kharbkha · peralatanmu
Pedangmu atau peralatanmu; kata 'kherev' biasanya berarti pedang — alat besi yang digunakan untuk memotong batu diasosiasikan dengan kekerasan
וַתְּחַלְלֶהָ
vate'khalela · mencemarkannya
Kamu akan mencemarkan atau menajiskannya; tindakan mempahat membuat batu itu 'biasa' kembali — kehilangan status sucinya sebagai mazbah
Ibadah kepada Allah tidak boleh menjadi ajang menampilkan keahlian manusia — kesederhanaan adalah bentuk kerendahan hati.
Tahukah kamu
Pahat besi dianggap mencemarkan batu suci
Dalam tradisi Yahudi, koneksi antara besi dan perang (besi digunakan untuk senjata) membuat sentuhan besi pada altar dianggap membawa unsur kekerasan ke tempat ibadah damai. Batu Bait Suci pun dipotong di lokasi penambangan agar tidak ada suara besi di lokasi pembangunannya (1 Raj 6:7).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 20:25
1 Raja-Raja 6:7
tidak ada besi di tempat kudus
“Rumah itu didirikan dari batu yang sudah dipersiapkan di tempat penambangan; sehingga di tempat pembangunan tidak terdengar palu, kapak atau perkakas besi apa pun.”
Yosua 8:31
mazbah batu alami
“...seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, yaitu sebuah mazbah dari batu-batu yang tidak dikerjakan dengan besi...”
Ulangan 27:5-6
perintah yang sama diulang
“...kamu harus membangun di sana sebuah mazbah bagi TUHAN, Allahmu, mazbah dari batu-batu yang tidak dikerjakan dengan besi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 20:25
✕ Sering dikira
Allah melarang batu dipahat karena estetika sederhana lebih baik dari yang mewah
✓ Yang sebenarnya
Alasannya teologis: memahat batu memasukkan unsur kreasi manusia ke objek yang seharusnya hanya untuk Allah
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya berlaku untuk mazbah di padang belantara
✓ Yang sebenarnya
Prinsip yang sama diulangi dalam Ulangan 27 dan dipraktikkan dalam pembangunan Bait Suci pertama
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 20:25
Dalam ibadah kita, jangan terlalu fokus pada penampilan luar seperti musik, dekorasi, atau bangunan yang megah. Tuhan lebih menghargai hati yang tulus dan sederhana daripada hal-hal yang dibuat-buat untuk menarik perhatian. Saat beribadah, fokuslah pada kehadiran Tuhan, bukan pada performa.
Tuhan, murnikanlah ibadahku, agar aku menyembah-Mu dengan hati yang tulus dan sederhana, bukan dengan kemegahan buatan manusia. Amin.