Rehuel heran dan menyuruh memanggil orang asing itu kembali
Keluaran 2:20
Musa Lari ke Midian
“Dia bertanya kepada anak-anaknya, “Lalu, mana dia? Mengapa kamu meninggalkan orang itu? Panggillah dia, ajak dia untuk makan roti.””Keluaran 2:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan."”Keluaran 2:20 · TB
Terjemahan Baru
“"Di mana dia sekarang?" tanya Yitro kepada anak-anaknya. "Mengapa kalian meninggalkan orang itu? Pergilah mengundang dia makan bersama kita."”Keluaran 2:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Rehuel bertanya lagi kepada anak-anaknya, “Di manakah orang itu? Mengapa tidak kalian ajak kemari! Pergilah dan undanglah dia untuk makan bersama kita.””Keluaran 2:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said unto his daughters, And where is he? why is it that ye have left the man? call him, that he may eat bread.”Keluaran 2:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:20?
Rehuel menegur anak-anaknya karena meninggalkan Musa, dan mengundangnya untuk makan. Ini menunjukkan keramahan dan penghargaan terhadap pertolongan yang diberikan Musa, serta keinginan untuk berbalas budi.
Latar belakang
Keramahan yang mengubah sejarah
Rehuel terkejut mendengar anak-anaknya meninggalkan orang yang sudah membantu mereka begitu saja. 'Mana dia? Mengapa kamu meninggalkan orang itu?' — reaksi yang menunjukkan karakter Rehuel sebagai orang yang menghargai kebaikan. Ia langsung mengundang Musa untuk makan — undangan sederhana yang menjadi awal babak baru kehidupan Musa.
Di mana
Midian, Semenanjung Sinai
Rumah keluarga Rehuel · seorang ayah bijak membuka pintu bagi orang asing yang berbuat baik
Kapan
~1486 SM
Pelarian Musa ke Midian
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַיֵּה
ayyeh · mana dia
Kata tanya 'di mana' yang mengungkap keterkejutan Rehuel — bagaimana mungkin mereka meninggalkan penolong mereka?
עֲזַבְתֶּן
azavten · meninggalkan
Meninggalkan begitu saja — mengandung nuansa tidak berterima kasih; Rehuel tidak menerima kebiasaan seperti itu.
לֶחֶם
lekhem · roti
Makanan atau roti — dalam budaya Timur Dekat kuno, makan bersama adalah simbol penerimaan dan perjanjian persahabatan.
Rehuel yang bertanya 'mana dia?' dan mengundang makan 'roti' bersama adalah gambaran keramahan yang dilandasi rasa syukur — nilai yang sama yang kemudian Alkitab ajarkan kepada Israel.
Tahukah kamu
Keramahan seorang bapak bijak membuka pintu mertua
Dari kunjungan makan malam ini, Musa akhirnya menetap bersama keluarga Rehuel (Yitro), menikahi Zipora, dan menghabiskan 40 tahun sebagai gembala di sana. Satu undangan makan roti membuka 40 tahun kehidupan yang membentuk Musa menjadi pemimpin yang siap.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:20
Ibrani 13:2
keramahan kepada orang asing
“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.”
Kejadian 18:3
Abraham mengundang orang asing
“serta berkata: Tuanku, jika aku mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya tuanku berjalan dari hadapan hambamu ini.”
Lukas 24:29
mengundang tinggal bersama
“Tetapi mereka mendesak dengan sangat, katanya: Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:20
✕ Sering dikira
Rehuel marah kepada anak-anaknya karena tidak sopan
✓ Yang sebenarnya
Lebih tepat ia terkejut dan ingin segera memperbaiki situasi dengan mengundang Musa — ini respons hospitality, bukan kemarahan.
✕ Sering dikira
'Makan roti' hanya undangan makan malam biasa
✓ Yang sebenarnya
Dalam budaya Timur Dekat kuno, makan bersama adalah ikatan sosial yang serius — ini undangan untuk masuk ke dalam lingkaran kepercayaan keluarga.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:20
Jangan lupa berterima kasih dan membalas kebaikan orang lain. Undangan sederhana untuk berbagi makanan bisa menjadi bentuk penghargaan yang tulus.
Ya Allah, ajarku untuk menghargai dan membalas kebaikan dengan murah hati, seperti Rehuel kepada Musa. Amin.