Tuanku, janganlah berlalu dari hambamu — undangan Abraham yang penuh kerendahan hati
Kejadian 18:3
Tiga Tamu Abraham
“dan berkata, “Tuanku, jika pada saat ini aku mendapat perkenanan di matamu, janganlah berlalu dari hambamu ini begitu saja.”Kejadian 18:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.”Kejadian 18:3 · TB
Terjemahan Baru
“ia berkata, "Tuan-tuan, janganlah melewati kemah saya tanpa singgah dahulu; perkenankanlah saya melayani Tuan-tuan.”Kejadian 18:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia berkata kepada salah satu dari orang-orang itu, yang kelihatannya seperti pemimpin mereka, “Tuan, jika tidak keberatan, mampirlah di sini.”Kejadian 18:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And said, My LORD, if now I have found favour in thy sight, pass not away, I pray thee, from thy servant:”Kejadian 18:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 18:3?
Abraham menyapa tamunya dengan hormat dan meminta mereka untuk tidak lewat begitu saja, tetapi singgah di rumahnya. Ini menunjukkan kerendahan hati dan kemurahan Abraham. Dia menganggap tamunya mulia, meskipun dia sendiri adalah seorang yang kaya dan terhormat.
Latar belakang
'Adoni im na matsati khen be'eynekha al na ta'avor me'al avdekha — Tuanku jika aku mendapat perkenanan di matamu janganlah berlalu dari hambamu
Dan berkata, 'Tuanku, jika pada saat ini aku mendapat perkenanan di matamu, janganlah berlalu dari hambamu ini begitu saja.' Kalimat pertama Abraham kepada tiga tamu asing ini adalah kalimat kerendahan hati yang sangat terstruktur. 'Adoni' (Tuanku) — sapaan hormat. 'Im na matsati khen be'eynekha' (jika aku mendapat perkenanan di matamu) — formula permintaan yang merendahkan diri. 'Al na ta'avor me'al avdekha' (janganlah berlalu dari hambamu) — menempatkan diri sebagai 'hamba' dari tamu yang baru datang. Abraham yang adalah tuan rumah, orang kaya, kepala suku — berbicara kepada tamu asing seolah-olah dia yang membutuhkan kebaikan mereka. Keramahtamahan yang mengundang tamu bukan sebagai kewajiban tapi sebagai kehormatan bagi tuan rumah.
Di mana
Mamre — di bawah pohon tarbantin, dekat tenda Abraham
Abraham yang sudah membungkuk ke tanah kini berbicara dengan penuh kerendahan hati
Kapan
Sekitar 1860 SM
Undangan Abraham kepada tiga tamu yang belum dia kenal identitasnya
Yang berbicara
Abraham
Tuan rumah yang menggunakan bahasa protokol penghormatan kuno — menyebut diri 'hambamu,' menyebut tamu 'Tuanku,' memohon agar tamu bersedia menerima keramahtamahannya
Kepada
Tiga orang asing (yang satu di antaranya adalah TUHAN)
Tamu yang dijamu Abraham dengan keramahtamahan yang luar biasa sebelum Abraham tahu siapa mereka sesungguhnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָצָאתִי חֵן בְּעֵינֶיךָ
matsati khen be'eynekha · mendapat perkenanan
Aku mendapat kasih/perkenanan di matamu — matsati (aku mendapat; dari matsa' = menemukan, mendapat; perfek orang pertama); khen (kasih, perkenanan, keindahan; dari hanan = bersikap baik/murah hati; 'mendapat khen' = mendapat persetujuan atau perkenanan); be'eynekha (di matamu; dari 'ayin = mata + sufiks orang kedua); formula permintaan sopan yang umum dalam bahasa Ibrani.
אַל נָא תַעֲבֹר
al na ta'avor · janganlah berlalu
Janganlah berlalu — al (jangan; partikel negasi untuk perintah/larangan); na' (kiranya, mohon; partikel kesopanan yang melembutkan permintaan); ta'avor (kamu berlalu; dari 'avar = melewati, lewat; imperfek orang kedua); 'al na ta'avor' = mohon jangan lewat begitu saja; undangan yang sopan kepada tamu untuk tidak melanjutkan perjalanan.
עַל עַבְדֶּךָ
me'al avdekha · hambamu
Dari atas hambamu — me'al (dari atas, melewati; dari min + 'al); avdekha (hambamu; dari 'eved = hamba + sufiks orang kedua = hambamu); Abraham menyebut dirinya 'hambamu' kepada tamu asing yang baru datang — kerendahan hati yang kultural dan protokoler; tuan rumah yang menempatkan diri di bawah tamunya.
'Adoni im na matsati khen be'eynekha al na ta'avor me'al avdekha (Tuanku jika kiranya aku mendapat perkenanan di matamu janganlah kiranya berlalu dari atas hambamu). Tiga 'na' (kiranya/mohon) dalam satu kalimat — permohonan yang berlapis dan sopan. Abraham yang tuan rumah menempatkan diri sebagai 'hamba' tamunya. Keramahtamahan yang bukan kewajiban tapi keistimewaan bagi yang memberi.
Tahukah kamu
Adoni: bentuk tunggal atau jamak? Perdebatan teologis tentang ayat ini
Kata 'Adoni' (Tuanku) di 18:3 adalah salah satu yang paling diperdebatkan dalam teks Ibrani. Dua kemungkinan bacaan: (1) 'Adonay' (dengan vokal kamets = Tuhan Allah) — yang digunakan untuk Allah; (2) 'Adoni' (dengan vokal hiriq = tuanku, tuan manusia biasa) — sapaan untuk manusia. Masoret (editor teks Ibrani abad pertengahan) membaca ini sebagai 'Adonay' = Allah, menunjukkan Abraham sudah mengetahui bahwa salah satu dari ketiga tamu itu adalah Allah. Tapi beberapa tradisi lain membacanya sebagai 'Adoni' = tuan biasa, menunjukkan Abraham belum tahu. Ambiguitas ini mencerminkan dua interpretasi tentang seberapa cepat Abraham mengenali identitas ilahi tamunya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 18:3
Kejadian 19:1-3
Lot menggunakan bahasa yang hampir identik dengan Abraham (18:3) untuk mengundang dua malaikat di 19:1-3 — pola keramahtamahan yang sama: berlari menyambut, membungkuk, memohon tamu untuk mampir; kesamaan yang menunjukkan satu nilai keramahtamahan yang dianut keluarga ini
“Masuklah kedua malaikat itu ke Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom... lalu ia membujuk mereka dengan sangat, sehingga masuklah mereka ke rumahnya.”
Rut 2:10
formula 'mendapat perkenanan di matamu' (matsati khen be'eynekha) yang Abraham gunakan di 18:3 digunakan Rut di Rut 2:10 — formula kerendahan hati yang menempatkan diri sebagai penerima kebaikan orang lain; formula yang sama, konteks yang berbeda
“Lalu sujudlah Rut, menundukkan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: 'Mengapa engkau begitu baik memperhatikan aku, padahal aku ini orang asing?'”
Lukas 7:6-7
perwira Romawi menggunakan kerendahan hati yang sama dengan Abraham di 18:3 — menempatkan diri di bawah tamu yang jauh lebih besar; dalam keduanya, kerendahan hati membuka pintu bagi respons ilahi yang luar biasa
“...Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; itulah sebabnya aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 18:3
✕ Sering dikira
"Abraham menyebut dirinya 'hambamu' kepada tiga tamu menunjukkan dia sudah mengenali mereka sebagai sosok ilahi."
✓ Yang sebenarnya
Sapaan 'hambamu' ('avdekha) kepada tamu adalah protokol keramahtamahan standar dalam budaya Timur Dekat Kuno — bukan tanda pengenalan identitas ilahi. Pemilik rumah menyebut diri 'hamba' dari tamunya adalah tanda rasa hormat budaya, bukan pengakuan ketuhanan.
✕ Sering dikira
"'Janganlah berlalu dari hambamu' berarti Abraham sedang menahan tamu dengan paksa atau membuat mereka tidak bebas untuk melanjutkan perjalanan."
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah undangan sopan yang menggunakan bahasa permohonan (al na = janganlah kiranya) bukan perintah. Bahwa tamu menjawab 'lakukanlah seperti yang kaukatakan' (18:5) menunjukkan mereka menerima undangan dengan bebas — Abraham meminta, mereka menerima atas kemauan sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 18:3
Merendahkan diri untuk melayani orang lain adalah tanda kehormatan sejati. Jangan menunggu orang meminta pertolongan; ambil inisiatif untuk menawarkan bantuan dan kebaikan.
Bapa, ubahkan aku menjadi pribadi yang peka terhadap kebutuhan orang lain dan siap melayani dengan rendah hati. Amin.