Kompromi Terakhir Firaun
Keluaran 10:24
Belalang dan Kegelapan
“Karena itu, Firaun memanggil Musa lagi dan berkata, “Pergi dan layanilah TUHAN! Hanya, kawanan domba dan ternakmu harus tetap tinggal. Anak-anakmu juga boleh pergi besertamu.””Keluaran 10:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: "Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu."”Keluaran 10:24 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu raja memanggil Musa dan berkata, "Kamu boleh pergi beribadat kepada Tuhanmu. Orang-orang perempuan dan anak-anak boleh ikut. Tetapi sapi, domba, dan kambingmu tak boleh dibawa."”Keluaran 10:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Raja memanggil Musa dan berkata, “Pergilah menyembah dewamu. Perempuan-perempuan dan anak-anak kalian boleh ikut, tetapi semua ternak kalian harus ditinggalkan di sini.””Keluaran 10:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh called unto Moses, and said, Go ye, serve the LORD; only let your flocks and your herds be stayed: let your little ones also go with you.”Keluaran 10:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 10:24?
Firaun akhirnya mengizinkan orang Israel pergi untuk beribadah kepada TUHAN, tetapi dengan syarat: ternak harus ditinggal dan anak-anak boleh ikut. Ini adalah tawaran yang nampak murah hati, tetapi sebenarnya tetap berusaha mengendalikan dan membatasi penyembahan mereka.
Latar belakang
Firaun menawarkan izin tapi tanpa ternak
Firaun memanggil Musa untuk keempat kalinya — kali ini di tengah kegelapan tiga hari. Ia memberi izin anak-anak ikut, tapi ternak harus tetap tinggal. Bagi Firaun ini adalah konsesi besar; bagi Musa ini masih bukan kebebasan sejati karena ternak dibutuhkan untuk persembahan ibadah.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Dalam kegelapan tulah · Firaun memanggil Musa
Kapan
~1446 SM
Tulah-tulah Mesir
Yang berbicara
Firaun
Raja Mesir yang putus asa mencari kompromi
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צֹאנְכֶם וּבְקַרְכֶם
tzonchem uvaqarchem · kawanan
Kawanan domba dan sapi kalian — dua jenis hewan utama yang dibutuhkan untuk persembahan ibadah.
לְכוּ
lechu · pergilah
Pergilah — bentuk perintah jamak, Firaun akhirnya mengucapkan kata yang selama ini Musa minta.
יֻצַּב
yotzav · tetap tinggal
Ditetapkan atau ditinggalkan di tempat — kata yang menunjukkan keputusan yang sudah final dari Firaun.
Firaun akhirnya mengucapkan 'pergilah' — kata yang Musa minta dari awal — tapi dengan syarat yang memotong makna ibadah itu sendiri. Izin tanpa kelengkapan bukanlah kebebasan.
Tahukah kamu
Ternak sebagai kekayaan dan alat ibadah
Di Timur Dekat kuno, ternak adalah bentuk utama kekayaan dan investasi jangka panjang. Firaun dengan menahan ternak sebenarnya memastikan dua hal: Israel tidak kaya saat pergi, dan Israel tidak punya hewan untuk dipersembahkan — sehingga perjalanan ibadah mereka mustahil dilakukan dengan benar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 10:24
Keluaran 10:9
Musa tuntut totalitas
“Musa menjawab, 'Kami akan pergi bersama orang-orang muda dan orang-orang tua, bersama anak-anak laki-laki kami dan anak-anak perempuan kami, bersama kawanan domba kami dan kawanan sapi kami...'”
Imamat 1:3
ternak untuk persembahan
“Jika persembahannya merupakan korban bakaran dari kawanan lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercacat...”
Maleakhi 1:8
persembahan harus layak
“Apabila kamu membawa seekor binatang buta sebagai persembahan, tidakkah itu jahat?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 10:24
✕ Sering dikira
Firaun benar-benar memberi izin kali ini
✓ Yang sebenarnya
Firaun memberi izin bersyarat yang tidak dapat diterima — tanpa ternak, ibadah yang mereka rencanakan tidak bisa dilaksanakan.
✕ Sering dikira
Soal ternak hanya urusan ekonomi
✓ Yang sebenarnya
Ternak adalah kebutuhan teologis, bukan hanya ekonomis — persembahan korban membutuhkan hewan, dan tanpanya mereka tidak bisa beribadah sebagaimana diperintahkan TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 10:24
Musuh sering menawarkan 'kebebasan beribadah' dengan syarat—misalnya, 'ikut Tuhan boleh, tapi jangan bawa seluruh hidupmu.' Tetapi penyembahan sejati menuntut seluruh hidup: hati, keluarga, dan harta. Jangan berikan kepada Tuhan setengah-setengah; Dia layak mendapat yang terbaik.
Tuhan, ampunkan aku jika selama ini aku membatasi pengabdianku pada-Mu. Terimalah segala yang kumiliki dan seluruh hidupku sebagai persembahan-Mu. Amin.