TUHAN membatasi — Roh-Ku tidak akan selama-lamanya beperkara dengan manusia

Kejadian 6:3

Manusia Menjadi Jahat

Kemudian, TUHAN berfirman, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya beperkara dengan manusia karena dia adalah daging, hari-harinya akan menjadi 120 tahun.”

Kejadian 6:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 6:3?

Tuhan menyatakan bahwa Roh-Nya tidak akan selalu berjuang dengan manusia karena manusia adalah daging (lemah dan fana). Dia menetapkan batas umur manusia menjadi 120 tahun. Ini menunjukkan kesabaran Tuhan yang memberi waktu bagi manusia untuk bertobat, tetapi juga ada batasnya.

Latar belakang

120 tahun — tenggat waktu terakhir sebelum hukuman

TUHAN berkata 'Roh-Ku tidak akan selama-lamanya beperkara dengan manusia'. 'Beperkara' (yadon/din) bisa berarti menghakimi, berperang, atau tinggal bersama. Allah masih tinggal bersama manusia melalui Roh-Nya — tapi tidak selamanya. '120 tahun' ini kemungkinan adalah tenggat waktu sebelum air bah, bukan batas umur manusia (umur manusia pasca-air bah masih ratusan tahun). Ini belas kasihan terakhir: 120 tahun untuk bertobat.

Di mana

Seluruh bumi pra-air bah

Allah menetapkan batas waktu · 120 tahun sebelum hukuman datang

Kapan

Menjelang air bah

Allah menetapkan tenggat waktu 120 tahun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
‹ lebih awal
Anak-anak Allah mengambil anak-anak perempuan manusia
Nefilim dan orang-orang perkasa hadir di bumi
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN Allah

Allah yang menetapkan batas akhir bagi kesabaran-Nya terhadap kerusakan manusia

M

Kepada

Manusia pra-air bah

Generasi yang hidup di tengah kerusakan moral dan kini menghadapi tenggat waktu dari Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֹא יָדוֹן

lo yadon · tidak akan selama-lamanya

Tidak akan selama-lamanya beperkara/tinggal — din/dun bisa berarti menghakimi, beperkara, atau tinggal. Allah menyatakan ada batas untuk kesabaran-Nya.

בְּשַׁגַּם הוּא בָשָׂר

beshagam hu vasar · karena dia adalah daging

Karena dia memang daging — vasar (daging, fana, terbatas); Allah mengakui sifat fana manusia, tapi itu tidak menghalangi hukuman atas kejahatannya.

וְהָיוּ יָמָיו מֵאָה וְעֶשְׂרִים שָׁנָה

vehayu yamav meah ve'esrim shanah · 120 tahun

Dan hari-harinya akan menjadi 120 tahun — yamav (hari-harinya); apakah ini umur manusia atau tenggat waktu? Konteks mendukung tenggat waktu air bah.

Lo yadon Rukhiy (Roh-Ku tidak akan terus-menerus beperkara) ba'adam (dengan manusia) beshagam hu vasar (karena dia adalah daging). Vehayu yamav meah ve'esrim shanah (dan hari-harinya = 120 tahun). Allah yang penuh belas kasihan memberi tenggat waktu, bukan langsung menghukum. Tapi belas kasihan pun memiliki batas — 120 tahun bukan selamanya.

Tahukah kamu

Apakah 120 tahun batas umur manusia atau tenggat air bah?

Ada dua tafsiran utama: (1) 120 tahun adalah tenggat waktu sebelum air bah (Nuh diperintahkan membangun bahtera dan punya waktu untuk memperingatkan — 2 Petrus 2:5 menyebut Nuh sebagai 'pemberita kebenaran'); (2) 120 tahun adalah batas baru umur manusia (yang akan berlaku setelah air bah). Tafsiran pertama lebih konsisten dengan konteks langsung — dan Nuh hidup 950 tahun total (9:29), jauh lebih dari 120 tahun.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 6:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 6:3

✕  Sering dikira

"'Hari-harinya akan menjadi 120 tahun' berarti Allah membatasi umur manusia menjadi 120 tahun setelah ini."

✓  Yang sebenarnya

Nuh sendiri hidup 950 tahun (9:29), Sem 600 tahun, dan umur terus lebih dari 120 bahkan beberapa generasi pasca-air bah (Arpakhsad 438, Selah 433). Jika 120 tahun adalah batas umur manusia, ini tidak digenapi segera. Lebih konsisten ditafsirkan sebagai tenggat waktu 120 tahun sebelum air bah.

✕  Sering dikira

"'Roh-Ku tidak akan selama-lamanya beperkara' berarti Allah menarik Roh-Nya dan meninggalkan manusia sepenuhnya."

✓  Yang sebenarnya

Ini lebih tentang batas waktu bagi toleransi Allah atas kejahatan, bukan penarikan Roh secara total. Allah masih berbicara kepada Nuh (6:13-21) dan masih aktif dalam dunia itu. Ini pernyataan bahwa kesabaran Allah tidak tak terbatas.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 6:3

Kehidupan kita di bumi ini terbatas. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi mengingatkan kita untuk menggunakan waktu yang ada dengan bijak. Jangan menunda untuk berbalik kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.

Tuhan, ingatkanlah aku bahwa hidup ini singkat, dan bimbinglah aku untuk memanfaatkan setiap hari untuk kemuliaan-Mu. Amin.