Rakyat bersyukur kepada Yusuf
Kejadian 47:25
Yusuf Membeli Tanah untuk Firaun
“Lalu, mereka berkata, “Engkau telah menyelamatkan hidup kami! Biarlah kami mendapatkan kemurahan di mata Tuanku, dan kami akan menjadi hamba bagi Firaun.””Kejadian 47:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun."”Kejadian 47:25 · TB
Terjemahan Baru
“Jawab mereka, "Tuan telah menyelamatkan kami dan kami berterima kasih. Kami rela menjadi hamba raja."”Kejadian 47:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Rakyat menjawab, “Tuan sudah menyelamatkan nyawa kami! Biarlah kami berkenan di hadapan Tuan. Kami akan menjadi budak raja.””Kejadian 47:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said, Thou hast saved our lives: let us find grace in the sight of my lord, and we will be Pharaoh’s servants.”Kejadian 47:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 47:25?
Orang Mesir mengakui bahwa Yusuf telah menyelamatkan hidup mereka dengan rencana penyimpanan gandum. Mereka bersedia menjadi hamba Firaun sebagai tanda terima kasih, menunjukkan bahwa kebijaksanaan Yusuf membawa keselamatan dan kesetiaan.
Latar belakang
Respons rakyat: terima kasih, bukan protes
Setelah mendengar kebijakan Yusuf, reaksi rakyat mengejutkan: mereka berterima kasih! "Engkau telah menyelamatkan hidup kami." Mereka tidak protes soal hilangnya tanah atau status sebagai hamba — mereka bersyukur karena nyawa mereka selamat. Prioritas hidup di atas properti adalah nilai yang jelas di sini.
Di mana
Mesir
Di pusat distribusi pangan · rasa lega setelah solusi
Kapan
~1875 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Rakyat Mesir
Para petani Mesir yang baru mendapat solusi dari Yusuf
Kepada
Yusuf
Perdana menteri Mesir, pengelola pangan nasional
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֶחֱיִיתָנוּ
hecheyyitanu · menyelamatkan
Engkau telah menghidupkan kami — kata kerja "hidup" dalam bentuk kausatif: Yusuf menyebabkan mereka tetap hidup.
חֵן
chen · kemurahan
Kemurahan atau anugerah — mohon dipandang dengan baik oleh yang berkuasa, bukan hak tapi belas kasihan.
עֲבָדִים
avadim · hamba
Budak atau hamba — mereka secara sukarela menerima status ini sebagai konsekuensi dari diselamatkan.
"Engkau telah menyelamatkan (menghidupkan) kami" — pengakuan bahwa Yusuf adalah sumber kehidupan mereka. Sebagai balasan, mereka menawarkan "kemurahan" dan menerima status "hamba" — kehilangan properti tapi mendapat nyawa.
Tahukah kamu
"Kemurahan di matamu" — ungkapan tunduk totalan
"Biarlah kami mendapat kemurahan di mata Tuanku" (chen beeinei adoni) adalah formula ketaatan formal dalam bahasa Ibrani-Mesir kuno. Ini bukan sekadar terima kasih — ini pengakuan resmi bahwa mereka sepenuhnya berada di bawah perlindungan dan otoritas Yusuf/Firaun.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 47:25
Kejadian 45:5
Yusuf memelihara kehidupan
“Tetapi sekarang, janganlah bersedih dan janganlah marah kepada dirimu sendiri karena telah menjual aku ke sini, sebab Allah telah mengutus aku ke sini lebih dahulu dari kamu supaya memelihara kehidupan.”
Kisah Para Rasul 7:10
Yusuf punya kemurahan di hadapan Firaun
“Allah melepaskan dia dari segala sengsaranya dan mengaruniakan kepadanya kemurahan dan hikmat di hadapan Firaun, raja Mesir, dan Firaun mengangkat dia menjadi wali negeri atas Mesir dan atas seluruh istananya.”
Yohanes 6:35
Pemberi roti kehidupan
“Kata Yesus kepada mereka, "Akulah roti hidup. Siapa saja yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 47:25
✕ Sering dikira
Rakyat protes karena kehilangan tanah dan kebebasan mereka
✓ Yang sebenarnya
Reaksi rakyat justru positif — mereka berterima kasih karena nyawa mereka diselamatkan.
✕ Sering dikira
Yusuf yang memaksa mereka menyebut diri sebagai hamba
✓ Yang sebenarnya
Rakyat sendiri yang menyatakan "kami akan menjadi hamba bagi Firaun" — ini pengakuan sukarela.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 47:25
Ketika kita menerima pertolongan, penting untuk mengucapkan terima kasih dan menunjukkan komitmen. Kita bisa melayani dengan sukacita sebagai bentuk syukur atas kebaikan Tuhan.
Tuhan, ajari aku untuk bersyukur dan melayani dengan tulus sebagai respons atas kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.