Yusuf mengelola segalanya, tampan rupanya
Kejadian 39:6
Tuhan Bersama Yusuf
“Jadi, dia menyerahkan segala miliknya ke tangan Yusuf sehingga tidak diketahuinya mengenai apa pun, kecuali makanan yang dimakannya. Yusuf adalah orang yang bagus penampilannya dan tampan.”Kejadian 39:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.”Kejadian 39:6 · TB
Terjemahan Baru
“Segala sesuatu yang dimiliki Potifar dipercayakannya kepada Yusuf. Dengan demikian Potifar sama sekali tidak mau tahu tentang urusan rumahnya, kecuali hal makanannya. Yusuf gagah dan tampan.”Kejadian 39:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Potifar mempercayakan segala miliknya kepada Yusuf sepenuhnya. Dengan demikian dia hanya perlu mengurus urusan pribadinya sendiri. Yusuf bertubuh kekar dan dia sangat tampan.”Kejadian 39:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he left all that he had in Joseph’s hand; and he knew not ought he had, save the bread which he did eat. And Joseph was a goodly person, and well favoured.”Kejadian 39:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 39:6?
Potifar menyerahkan segala miliknya kepada Yusuf dan tidak mengurus apa pun kecuali makanan yang dimakannya. Yusuf digambarkan sebagai orang yang bagus penampilannya dan tampan.
Latar belakang
Semua di tangan Yusuf, kecuali makanan tuannya
Potifar sudah menyerahkan segalanya ke Yusuf — hanya soal makanannya sendiri yang masih Potifar urus (mungkin terkait aturan ritual Mesir tentang kemurnian makanan). Narator kemudian menyebutkan detail penting: Yusuf tampan dan bagus penampilannya — persis seperti ibunya, Rahel (Kej 29:17).
Di mana
Rumah Potifar, Mesir
Rumah tangga pejabat kerajaan · kehidupan sehari-hari
Kapan
~1700 SM
Masa Leluhur Israel
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Allah di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יְפֵה תֹאַר
yefeh to'ar · tampan
Secara harfiah 'bagus penampilannya' — ungkapan fisik yang persis sama dipakai untuk Rahel, ibu Yusuf.
יְפֵה מַרְאֶה
yefeh mar'eh · bagus penampilannya
Wajah yang menarik; kata 'mar'eh' sering merujuk pada penampilan yang membuat orang menatap dua kali.
הַלֶּחֶם אֲשֶׁר הוּא אוֹכֵל
halekhem asher hu okhel · makanan yang dimakannya
Secara harfiah 'roti yang dia makan' — kemungkinan merujuk pada aturan kemurnian ritual orang Mesir.
Penulis dengan cermat menyebutkan ketampanan Yusuf ('yefeh to'ar' dan 'yefeh mar'eh') tepat sebelum kisah pencobaan — ini bukan pujian kosong, tapi narasi foreshadowing yang menyiapkan pembaca untuk konflik berikutnya.
Tahukah kamu
Ketampanan yang jadi bahaya
Dalam narasi Alkitab, penyebutan ketampanan sering menjadi sinyal bahwa ada bahaya di depan. Ketampanan Sara membuat Abraham was-was di Mesir (Kej 12), dan sekarang ketampanan Yusuf akan memicu masalah serupa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 39:6
Kejadian 29:17
Rahel juga tampan
“Lea bermata indah, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.”
1 Samuel 16:7
penampilan bukan segalanya
“Tetapi TUHAN berfirman kepada Samuel: Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Amsal 31:30
penampilan vs karakter
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 39:6
✕ Sering dikira
Yusuf sombong karena ketampanannya
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebutkan sikap Yusuf soal penampilannya; ketampanan disebutkan narator sebagai latar konflik.
✕ Sering dikira
Potifar tak peduli urusan rumahnya sama sekali
✓ Yang sebenarnya
Potifar masih mengurus makanannya sendiri, kemungkinan karena alasan ritual kemurnian makanan orang Mesir.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 39:6
Kepercayaan yang besar datang dari karakter yang baik dan penampilan yang menarik, tetapi yang lebih penting adalah hati yang mencintai Tuhan. Jagalah kekudusan, karena hal-hal baik bisa menjadi ujian.
Tuhan, saya bersyukur untuk kepercayaan yang Engkau berikan. Tolong saya untuk tetap rendah hati dan setia, sambil menjaga kekudusan hidup saya. Amin.