Si tukang mimpi datang!
Kejadian 37:19
Yusuf Si Anak Kesayangan
“Mereka berkata satu sama lain, “Lihat, si tukang mimpi datang!”Kejadian 37:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!”Kejadian 37:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kata mereka seorang kepada yang lain, "Lihat, si tukang mimpi itu datang.”Kejadian 37:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kata mereka satu sama lain, “Lihat, si tukang mimpi datang!”Kejadian 37:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said one to another, Behold, this dreamer cometh.”Kejadian 37:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 37:19?
Saudara-saudara Yusuf melihatnya dari jauh dan berkata, 'Si tukang mimpi datang!' Mereka mengejeknya karena mimpi-mimpi yang menandakan kebesaran Yusuf. Ini menunjukkan kedengkian dan rencana jahat mereka, karena mereka tidak tahan dengan mimpi yang menyiratkan bahwa Yusuf akan berkuasa atas mereka.
Latar belakang
Julukan yang penuh ejekan dan ketakutan
Saudara-saudara memanggil Yusuf 'si tukang mimpi' — dalam bahasa Ibrani 'ba'al ha-khalomot', secara harfiah 'tuan mimpi-mimpi'. Ini julukan yang mengejek, tapi di balik ejekan itu ada ketakutan nyata. Mereka tidak bisa melupakan mimpi Yusuf. Dengan memanggil Yusuf begitu, mereka mengakui bahwa mimpi-mimpi itulah yang mendorong mereka sampai ke titik ini.
Di mana
Dotan, Kanaan
Di padang Dotan · melihat Yusuf mendekat
Kapan
~1900 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Saudara-saudara Yusuf
Sepuluh anak Yakub, saudara tiri Yusuf
Kepada
Satu sama lain
Saudara-saudara berkomplot di padang Dotan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בַּעַל הַחֲלֹמוֹת
ba'al ha-khalomot · tukang mimpi
Secara harfiah 'tuan dari mimpi-mimpi' — 'ba'al' berarti tuan, pemilik, atau penguasa; ini label ejekan yang ironis
הִנֵּה
hinneh · Lihat
Seruan perhatian 'lihat!' atau 'ini dia!' — menandai kedatangan seseorang atau sesuatu yang penting atau mengejutkan
בָּא
ba · datang
Datang atau tiba — kata sederhana tapi dalam konteks ini penuh ancaman; kedatangan Yusuf memicu krisis
Ejekan 'tukang mimpi' mengungkap bahwa mimpi Yusuf masih menghantui saudara-saudaranya. Mereka tidak bisa melupakannya, dan itulah mengapa mereka ingin membunuhnya — bukan karena ingin merebut warisan, tapi karena ingin membungkam masa depan yang telah diproklamasikan mimpi itu.
Tahukah kamu
Tuan mimpi sebagai gelar kehormatan
Menariknya, 'ba'al ha-khalomot' (tuan mimpi) secara literal bisa menjadi gelar positif. Di Mesir, penafsir mimpi adalah profesi terhormat. Saudara-saudara memakai kata ini secara sarkastis — tapi tanpa sadar mereka sedang menyebut Yusuf dengan gelar yang tepat untuk kariernya di Mesir nanti.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 37:19
Kejadian 41:15
Yusuf dikenal karena mimpi
“Berkatalah Firaun kepada Yusuf: Aku bermimpi, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengartikannya, dan aku mendengar tentang engkau bahwa engkau dapat mengartikan mimpi apabila engkau mendengarnya.”
Matius 27:41
ejekan kepada yang diutus Allah
“Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia, katanya: Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!”
Kisah Para Rasul 7:9
iri yang memicu pengkhianatan
“Dan karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke Mesir, tetapi Allah menyertai dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 37:19
✕ Sering dikira
Saudara-saudara tidak serius dengan mimpi Yusuf
✓ Yang sebenarnya
Justru mereka sangat serius — ketakutan bahwa mimpi itu BENAR adalah motivasi utama tindakan kekerasan mereka
✕ Sering dikira
Julukan ini dipakai sekali lalu dilupakan
✓ Yang sebenarnya
Label 'tukang mimpi' mendefinisikan identitas Yusuf dalam cerita ini — dan ironisnya menjadi deskripsi akurat karier Yusuf di Mesir
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 37:19
Terkadang kita merasa iri ketika orang lain dipuji atau diberkati, bahkan sampai ingin menjatuhkan mereka. Periksa hati kita: apakah kita merespons kesuksesan orang lain dengan sukacita atau dengan kecemburuan? Belajarlah untuk menghargai orang lain dan bersukacita atas mereka, karena Tuhan punya rencana dengan setiap orang.
Tuhan, jauhkanlah aku dari rasa iri dan keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Ajari aku untuk bersukacita atas keberhasilan sesamaku. Amin.