Yakub membeli sebidang tanah dari keturunan Hemor ayah Sikhem seharga 100 kesita — tempat di mana dia mendirikan tendanya
Kejadian 33:19
Yakub Tiba di Kanaan
“Dia membeli sebidang tanah, tempat dia mendirikan tendanya dari tangan keturunan Hemor, ayah Sikhem, seharga 100 kesita.”Kejadian 33:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian dibelinyalah dari anak- anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita.”Kejadian 33:19 · TB
Terjemahan Baru
“Padang tempat perkemahannya itu dibelinya dari orang keturunan Hemor, ayah Sikhem, dengan harga seratus uang perak.”Kejadian 33:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yakub membeli tanah tempat mereka berkemah dari keluarga Hemor, ayah Sikem, seharga seratus keping perak.”Kejadian 33:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he bought a parcel of a field, where he had spread his tent, at the hand of the children of Hamor, Shechem’s father, for an hundred pieces of money.”Kejadian 33:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 33:19?
Yakub membeli tanah dari anak-anak Hemor, ayah Sikhem, dengan harga 100 kesita. Ini menunjukkan bahwa setelah berdamai dengan Esau, Yakub menetap di Sikhem dan secara legal memiliki sebidang tanah di Kanaan, menandai awal kehidupan baru di negeri yang dijanjikan Allah.
Latar belakang
Vayyiqen et chelqat hasadeh asher natah sham ohaloh miyad benei Chamor avi Shekhem bemeah qesitah
'Vayyiqen et chelqat hasadeh' = dan dia membeli sebidang tanah; 'asher natah sham ohaloh' = tempat di mana dia mendirikan tendanya; 'miyad benei Chamor avi Shekhem' = dari tangan anak-anak Hemor, ayah Sikhem; 'bemeah qesitah' = seharga 100 kesita. 'Chelqat hasadeh' = sebidang tanah = potongan/petak dari ladang yang lebih besar; 'qesitah' adalah satuan moneter kuno yang hanya disebut tiga kali dalam Alkitab (di sini, Yosua 24:32, dan Ayub 42:11) — nilainya tidak diketahui pasti. Yang penting secara naratif: Yakub tidak mengambil tanah tapi membeli secara sah dari keturunan Hemor.
Di mana
Di depan kota Sikhem — tanah yang kemudian menjadi tanah Yusuf
Yakub melakukan transaksi pembelian tanah formal dengan keturunan Hemor, ayah Sikhem — pemimpin kota
Kapan
Sekitar 1737 SM
Pemukiman awal di Sikhem — meletakkan akar dengan transaksi tanah yang sah
Yang berbicara
Narasi
Yang mencatat transaksi pembelian tanah pertama Yakub di Kanaan — seperti Abraham yang membeli Makhpela, Yakub membeli tanah secara sah
Kepada
Pembaca
Yang melihat pola patriarkal: para leluhur Israel tidak merebut tanah tapi membeli secara sah; kepemilikan yang legitimate sebelum kepemilikan yang dijanjikan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֶלְקַת הַשָּׂדֶה
chelqat hasadeh · sebidang tanah
Sebidang tanah/petak ladang — chelqat (dari cheleq = bagian, porsi, sebagian; 'chelqat' = sebagian dari; dalam konteks tanah = sebidang/petak); hasadeh (ladang/tanah terbuka; dari sadeh = ladang, tanah pertanian, tanah terbuka; 'chelqat hasadeh' = sebidang dari ladang = petak tanah terbuka yang dibatasi; bukan pembelian seluruh wilayah tapi sebagian yang spesifik; pola yang sama dengan Abraham membeli 'chelqat hasadeh' [23:9] di Makhpela; pembelian tanah yang sangat spesifik dan terukur, bukan klaim umum atas suatu wilayah)
קְשִׂיטָה
qesitah · kesita
Kesita — satuan moneter atau berat kuno — qesitah (hapax yang hanya muncul tiga kali dalam Alkitab: Kej. 33:19, Yos. 24:32, Ayb. 42:11; nilai persisnya tidak diketahui; mungkin sejenis koin atau satuan berat perak; 'bemeah qesitah' = dengan seratus kesita; dalam Ayub 42:11 masing-masing orang memberikan 'qesitah echad' = satu kesita kepada Ayub sebagai bentuk solidaritas; bisa jadi satuan yang cukup berharga; bahwa Yosua 24:32 mengulang persis 'meah qesitah' [seratus kesita] menunjukkan akurasi ingatan narasi tentang transaksi ini)
Vayyiqen et chelqat hasadeh miyad benei Chamor bemeah qesitah (dan dia membeli sebidang tanah dari tangan anak-anak Hemor seharga seratus kesita). Chelqat hasadeh — 'sebidang tanah': spesifik dan terukur; bukan klaim territorial tapi pembelian yang sah. Bemeah qesitah — 'seharga seratus kesita': transaksi yang dicatat nilainya; dan Yosua 24:32 mengingat nilai yang sama ratusan tahun kemudian.
Tahukah kamu
Tanah yang dibeli Yakub di Sikhem ini kelak menjadi tanah tempat tulang Yusuf dikuburkan (Yosua 24:32) — 'sebidang tanah yang dibeli Yakub dari keturunan Hemor, ayah Sikhem'; transaksi di 33:19 dibuka kembali ratusan tahun kemudian ketika tulang Yusuf dibawa dari Mesir dan dikuburkan di tanah yang sama
Yosua 24:32: 'Adapun tulang-tulang Yusuf yang dibawa orang Israel dari Mesir, dikuburkanlah itu di Sikhem, di sebidang tanah yang dibeli Yakub dari keturunan Hamor, ayah Sikhem, seharga seratus kesita.' Narasi yang merentang ratusan tahun: Yakub membeli tanah (1737 SM), Yusuf hidup dan mati di Mesir (~1700-1590 SM), bangsa Israel keluar dari Mesir (~1446 SM), tulang Yusuf dikuburkan di tanah Yakub (~1400 SM). Satu transaksi tanah di 33:19 yang 'ditutup' secara narasi di Yosua 24:32 — kesetiaan pada tanah yang dibeli dengan sah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 33:19
Kejadian 23:16-18
Abraham membeli Makhpela secara sah (23:16-18); Yakub membeli tanah di Sikhem secara sah (33:19); pola yang konsisten: para patriark tidak merebut tapi membeli; tanah yang dimiliki secara legal sebelum tanah yang dijanjikan Allah diberikan
“Abraham mendengarkan Efron; lalu Abraham menimbang perak yang disebutkan Efron itu di hadapan orang Het, yaitu empat ratus syikal perak, menurut timbangan yang berlaku di antara pedagang-pedagang. Demikianlah tanah Efron yang ada di Makhpela, yaitu tanah yang terletak di sebelah timur Mamre, tanah itu beserta guanya... disahkan menjadi milik Abraham.”
Yosua 24:32
Transaksi di 33:19 diselesaikan secara naratif di Yos. 24:32: tulang Yusuf dikuburkan di tanah yang sama; dari pembelian tanah Yakub ke pemakaman Yusuf ratusan tahun kemudian; satu transaksi yang rentangnya melampaui satu generasi
“Adapun tulang-tulang Yusuf yang dibawa orang Israel dari Mesir, dikuburkanlah itu di Sikhem, di sebidang tanah yang dibeli Yakub dari keturunan Hamor, ayah Sikhem, seharga seratus kesita.”
Kisah Para Rasul 7:16
Stefanus dalam pidatonya (Kis. 7:16) mengacu pada pembelian tanah di Sikhem oleh leluhur Israel; meski ada perbedaan detail dengan Kej. 33:19, Stefanus mengingat peristiwa yang sama: tanah di Sikhem dibeli secara sah untuk penguburan
“lalu jenazah-jenazah mereka dipindahkan ke Sikhem dan ditaruh dalam kubur yang telah dibeli oleh Abraham dari keturunan Hemor di Sikhem dengan sejumlah uang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 33:19
✕ Sering dikira
"100 kesita adalah harga yang terlalu murah — berarti transaksi tidak sah."
✓ Yang sebenarnya
Nilai 'qesitah' tidak diketahui secara pasti. Tidak ada cara untuk menentukan apakah 100 kesita mahal atau murah. Yang penting secara naratif bukan nilai transaksinya tapi fakta bahwa ada transaksi yang sah — Yakub membayar, bukan mengambil.
✕ Sering dikira
"Hemor yang menjual tanah berarti Yakub bersekutu dengan keluarga yang akan memperkosa Dina (34)."
✓ Yang sebenarnya
Transaksi jual-beli tanah (33:19) terjadi sebelum peristiwa pasal 34. Membeli tanah dari seseorang bukan berarti menyetujui tindakan keturunannya di masa depan. Yakub tidak tahu apa yang akan terjadi di pasal 34.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 33:19
Yakub tidak mengambil tanah secara paksa, melainkan membelinya secara sah. Dalam hidup kita, penting untuk bertindak jujur dan adil dalam segala urusan, termasuk transaksi ekonomi. Memiliki sesuatu dengan cara yang benar membawa damai dan berkat.
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu berlaku jujur dalam setiap urusan, seperti Yakub yang membeli tanah dengan adil. Amin.