Rahel menukar malam dengan dudaim
Kejadian 30:15
Perjuangan Rahel dan Lea
“Lea berkata kepadanya, “Apakah perkara kecil bagimu untuk mengambil suamiku? Sekarang, kamu juga mau mengambil dudaim anakku?” Lalu, Rahel menjawab, “Kalau begitu, Yakub boleh tidur denganmu malam ini sebagai ganti dudaim anakmu itu.””Kejadian 30:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab Lea kepadanya: "Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?" Kata Rahel: "Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu."”Kejadian 30:15 · TB
Terjemahan Baru
“Jawab Lea, "Belum cukupkah engkau mengambil suami saya? Sekarang engkau malahan mencoba pula mengambil tanaman obat yang ditemukan anak saya." Kata Rahel, "Jika engkau mau memberikan tanaman obat anakmu itu kepada saya, engkau boleh tidur dengan Yakub malam ini."”Kejadian 30:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Lea, “Apa belum cukup kamu mengambil suamiku? Sekarang kamu masih berani meminta mandragora yang dibawakan anakku untukku!” Rahel menjawab, “Kalau begitu, sebagai gantinya, biarlah malam ini Yakub tidur denganmu, dan berikanlah kepadaku mandragora yang dibawa anakmu itu.””Kejadian 30:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she said unto her, Is it a small matter that thou hast taken my husband? and wouldest thou take away my son’s mandrakes also? And Rachel said, Therefore he shall lie with thee to night for thy son’s mandrakes.”Kejadian 30:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 30:15?
Lea mencela Rahel karena mengambil suaminya, tetapi Rahel menawarkan agar Yakub tidur dengan Lea malam itu sebagai imbalan buah dudaim. Ini menunjukkan hubungan yang rumit antara kedua wanita dan bagaimana mereka memperlakukan suami mereka sebagai objek tawar-menawar.
Latar belakang
Lea dan Rahel bertengkar karena dudaim
Rahel meminta sebagian dudaim yang dibawa Ruben kepada Lea. Lea menolak dengan pedas, mengingat Rahel sudah mengambil suaminya. Rahel lalu menawarkan agar Yakub tidur dengan Lea malam itu sebagai ganti dudaim tersebut.
Di mana
Padan-Aram
Di tenda Lea, dekat tempat tinggal Yakub
Kapan
~1800 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
Lea
Istri pertama Yakub, kurang dikasihi namun dikaruniai banyak anak
Kepada
Rahel
Istri kedua Yakub, mandul dan cemburu pada Lea
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דּוּדָאִים
duda'im · dudaim
Buah mandrake, dianggap memikat dan membantu kesuburan
לָקַח
laqach · mengambil
Mengambil, merebut, membawa pergi
שָׂכַר
sakhar · menyewamu
Menyewa, mengupah, mempekerjakan dengan imbalan
Kata 'menyewamu' (sakhar) juga digunakan untuk upah pekerja. Lea melihat hubungan dengan Yakub seperti transaksi, sementara kata 'mengambil' menunjukkan rasa sakit karena Yakub 'diambil' Rahel. Ini menggambarkan persaingan dan kepahitan di antara mereka.
Tahukah kamu
Sistem sewa suami
Praktik seperti ini mungkin terdengar aneh, tetapi di zaman itu perempuan tidak memiliki banyak hak, dan cara Rahel untuk mendapat Yakub adalah dengan 'menyewa' dari Lea. Ini menunjukkan dinamika keluarga yang rumit.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 30:15
Kejadian 30:14
Permintaan Rahel
“Berikanlah beberapa dudaim anakmu itu kepadaku.”
Kejadian 29:30
Perebutan kasih
“Yakub menghampiri Rahel juga dan ia lebih mengasihi Rahel daripada Lea.”
Amsal 21:9
Konflik rumah tangga
“Lebih baik tinggal di sudut sotoh daripada serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 30:15
✕ Sering dikira
Menganggap Lea dan Rahel hanya memperebutkan buah biasa.
✓ Yang sebenarnya
Dudaim diyakini mempengaruhi kesuburan, jadi perebutan ini menyangkut keinginan Rahel untuk hamil dan Lea mempertahankan haknya.
✕ Sering dikira
Menganggap Rahel tidak peduli pada Yakub, hanya pada anak.
✓ Yang sebenarnya
Rahel sangat menginginkan anak dan rela 'menyewa' Yakub. Ini menunjukkan keputusasaannya, bukan berarti ia tidak mencintai Yakub.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 30:15
Kita harus berhati-hati untuk tidak memperlakukan orang lain, terutama pasangan, sebagai alat untuk mencapai keinginan kita. Hargai hubungan dan kasih, bukan hanya keinginan pribadi.
Tuhan, ajariku menghargai orang-orang di sekitarku sebagai pribadi, bukan sebagai alat. Amin.