Yakub Mencium Rahel

Kejadian 29:11

Yakub Tiba di Haran dan Menikahi Lea dan Rahel

PerikopYakub Bertemu Rahel · Kejadian 29:1-14 →
“Kemudian, Yakub mencium Rahel dan menangis dengan menyaringkan suaranya.”

Kejadian 29:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 29:11?

Yakub mencium Rahel dan menangis dengan suara nyaring. Ini adalah ekspresi emosi yang kuat, campuran sukacita, kelegaan, dan mungkin kerinduan setelah perjalanan panjang. Ini menunjukkan hubungan keluarga yang dekat.

Latar belakang

Ciuman dan Tangisan Yakub

Setelah menolong Rahel, Yakub menciumnya dan menangis dengan suara keras. Ini adalah ekspresi emosi yang kuat karena ia bertemu sanak saudaranya.

Di mana

Sumur di dekat Haran

Di padang, di tepi sumur

Kapan

~1880 SM

Zaman Para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yakub memberi minum domba
Yakub memperkenalkan diri
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Kejadian, tradisi Musa

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel, semua generasi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נשק

nashaq · mencium

mencium sebagai tanda kasih

בכה

bakah · menangis

menangis dengan suara

קול

qol · menyaringkan

suara yang keras

Ciuman dan tangisan bersama menunjukkan bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar sapaan; itu adalah peristiwa emosional yang menghubungkan keluarga terpisah.

Tahukah kamu

Ciuman Budaya

Di Timur Tengah kuno, ciuman di pipi antara kerabat adalah hal biasa, tetapi menangis keras menunjukkan sukacita yang tak terbendung.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 29:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 29:11

✕  Sering dikira

Ini adalah ciuman romantis pertama antara Yakub dan Rahel.

✓  Yang sebenarnya

Konteks budaya menunjukkan ini adalah ciuman kasih sayang keluarga, bukan romantis.

✕  Sering dikira

Yakub menangis karena sedih.

✓  Yang sebenarnya

Tangisannya adalah ekspresi sukacita dan kelegaan karena tiba dengan selamat di keluarga ibunya.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 29:11

Kita tidak perlu menahan emosi yang sehat. Saat bertemu orang yang kita kasihi atau mengalami momen penting, wajar untuk menunjukkan kelegaan dan syukur. Tuhan memahami perasaan kita.

Bapa, terima kasih untuk orang-orang yang Engkau tempatkan dalam hidupku. Ajari aku untuk mengekspresikan kasih dengan tulus. Amin.