Abimelekh mengonfrontasi Ishak: dia ternyata istrimu! Mengapa kamu bilang dia adikmu?

Kejadian 26:9

Ishak di Gerar

Lalu, Abimelekh memanggil Ishak dan berkata, “Lihatlah, ternyata dia adalah istrimu! Lalu, mengapa kamu mengatakan bahwa dia adalah adikmu?” Kata Ishak kepadanya, “Karena aku pikir, jangan-jangan aku akan mati karena dia.”

Kejadian 26:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 26:9?

Abimelekh memanggil Ishak dan menegurnya: 'Kenapa kamu bilang Ribka adikmu?' Ishak mengaku bahwa ia takut mati karena Ribka. Kebohongan ini membuat Abimelekh khawatir akan terjadi dosa perzinahan di antara rakyatnya.

Latar belakang

Akh hinneh ishtkha hi: sesungguhnya, ternyata dia adalah istrimu — konfrontasi tanpa basa-basi

'Vayyiqra Avimelech leYitzchaq vayyomer akh hinneh ishtkha hi umadua amarta achoti hi' — dan Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: sesungguhnya, ternyata dia adalah istrimu! Dan mengapa kamu berkata: dia adikku? Kata 'akh' di awal kalimat Abimelekh adalah partikel ketegasan: 'sesungguhnya!', 'ternyata!', 'jelas sekali!'. Ini bukan pertanyaan lembut tapi konfrontasi yang tegas. Respons Ishak jujur: 'karena aku pikir, jangan-jangan aku akan mati karena dia' — alasan yang sama dengan yang dia pikirkan di 26:7.

Di mana

Istana Abimelekh di Gerar

Konfrontasi langsung: Abimelekh memanggil Ishak dan menegurnya

Kapan

Sekitar 1800 SM

Segera setelah Abimelekh memergoki Ishak bercumbu dengan Ribka

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Abimelekh melihat dari jendela bahwa Ribka adalah istri Ishak (26:8)
Abimelekh menegur Ishak atas bahaya yang dia datangkan (26:10)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Abimelekh dan Ishak

Abimelekh yang mengonfrontasi kebohongan dengan langsung; Ishak yang mengakui alasan ketakutannya

P

Kepada

Pembaca narasi

Yang menyaksikan konfrontasi yang jujur dari seorang raja Filistin kepada pewaris perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַךְ הִנֵּה אִשְׁתְּךָ הִוא

akh hinneh ishtkha hi · sesungguhnya ternyata dia adalah istrimu!

Sesungguhnya! ternyata dia adalah istrimu! — akh (sesungguhnya, ternyata, tentu; partikel penegasan yang mengekspresikan keyakinan berdasarkan bukti; mengawali kalimat konfrontasi dengan ketegasan); hinneh (lihatlah!, ternyata!; partikel eksklamasi yang menekankan realitas yang baru terbukti); ishtkha (istrimu; dari ishah = perempuan, istri + sufiks maskulin kedua = istrimu); hi (dia; pronoun feminin); pola 'hinneh + realitas yang baru terbukti' sama dengan 26:8 ketika Abimelekh melihat.

וּמַדּוּעַ אָמַרְתָּ אֲחֹתִי הִוא

umadua amarta achoti hi · mengapa kamu berkata dia adalah adikmu?

Dan mengapa kamu berkata dia adikku? — umadua (dan mengapa; dari u = dan + madua = mengapa, dengan alasan apa; pertanyaan yang meminta penjelasan); amarta (kamu berkata; dari amar = berkata; qal perfek orang kedua maskulin = kamu telah berkata); achoti hi (adikku dia; persis frasa yang Ishak gunakan di 26:7 = 'dia adikku'; Abimelekh mengutip kembali kebohongan Ishak).

פֶּן אָמוּת עָלֶיהָ

pen amut aleha · jangan-jangan aku akan mati karena dia

Jangan-jangan aku akan mati karenanya — pen (jangan-jangan, khawatir bahwa; partikel kekhawatiran); amut (dari mut = mati; qal imperfek orang pertama = aku akan mati); aleha (karenanya, demi dia; dari al = karena, tentang + sufiks feminin = karenanya, demi dia; merujuk ke Ribka); pengakuan Ishak yang jujur tentang alasan ketakutannya — alasan yang sama persis dengan yang dia pikirkan sebelum berbohong.

Vayyiqra Avimelech leYitzchaq vayyomer akh hinneh ishtkha hi umadua amarta achoti hi vayyomer Yitzchaq ki amarti pen amut aleha (dan Abimelekh memanggil Ishak dan berkata sesungguhnya ternyata dia istrimu mengapa kamu berkata adikku dan Ishak berkata karena aku berkata jangan-jangan aku mati karenanya). Akh hinneh ishtkha hi — konfrontasi tegas tanpa basa-basi dari Abimelekh. Pen amut aleha — pengakuan jujur Ishak; alasan yang sama dengan ketakutan awalnya.

Tahukah kamu

Abimelekh lebih bermoral dari Ishak: raja Filistin yang mengonfrontasi kebohongan

Ironi yang kuat dalam pasal 26: pewaris perjanjian Abraham (Ishak) berbohong, sementara raja Filistin yang 'tidak mengenal perjanjian' (Abimelekh) yang mengonfrontasi kebohongan dan melindungi keadilan. Pola yang sama terjadi di pasal 20 ketika Abraham berbohong kepada Abimelekh yang lain — dan Abimelekh yang menerima teguran ilahi langsung dalam mimpi. Dalam kedua kasus, raja Filistin ini digambarkan lebih berhati nurani dalam reaksinya terhadap kebohongan daripada pewaris perjanjian yang berbohong. Narasi tidak menutup-nutupi ironi ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 26:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 26:9

✕  Sering dikira

"Ishak yang mengakui alasannya ('jangan-jangan aku mati karenanya') menunjukkan dia bertobat sepenuhnya dari kebohongannya."

✓  Yang sebenarnya

Pengakuan Ishak tentang alasan ketakutannya adalah jujur, tapi narasi tidak menggambarkannya sebagai 'pertobatan' formal dengan penyesalan mendalam. Ini adalah pengakuan faktual kepada Abimelekh yang sudah mengetahui kebenaran. Tidak ada penyebutan bahwa Ishak meminta maaf atau menyadari kesalahan moralnya — dia hanya menjelaskan apa yang mendorongnya.

✕  Sering dikira

"Konfrontasi Abimelekh membuktikan bahwa Abimelekh adalah orang yang lebih benar di hadapan Allah dari Ishak."

✓  Yang sebenarnya

Narasi tidak membuat klaim tentang status spiritual Abimelekh dibanding Ishak. Abimelekh merespons dengan benar terhadap kebohongan karena itu melanggar norma sosial dan bisa mendatangkan bahaya bagi rakyatnya (26:10). Ini bukan tentang Abimelekh yang 'lebih benar di hadapan Allah' — ini tentang raja yang menegakkan keadilan di wilayahnya.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 26:9

Ketakutan yang berlebihan sering membuat kita mengambil jalan pintas yang tidak benar. Padahal, Tuhan sanggup melindungi kita tanpa perlu kita berdusta.

Bapa, lepaskan aku dari belenggu ketakutan yang membuatku menyimpang dari kebenaran. Ajarku untuk bersandar pada-Mu, bukan pada tipu daya. Amin.