400 syikal perak — apalah artinya itu di antara kita? Kuburkanlah orang matimu
Kejadian 23:15
Abraham Membeli Tanah untuk Sara
““Tuanku, dengarkanlah aku, sebidang tanah itu harganya 400 syikal perak, tetapi apalah artinya itu bagiku dan bagimu? Jadi, kuburkanlah orang matimu.””Kejadian 23:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu."”Kejadian 23:15 · TB
Terjemahan Baru
“"Sebidang tanah yang hanya berharga empat ratus uang perak--apa artinya itu bagi kita berdua? Kuburkanlah istri Tuan di situ."”Kejadian 23:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Dengarlah Tuan, harga tanah itu hanya lima kilogram perak. Jumlah uang sekecil itu tidak perlu dipersoalkan. Ambillah ladang itu dan kuburkan istri Tuan di sana.””Kejadian 23:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“My lord, hearken unto me: the land is worth four hundred shekels of silver; what is that betwixt me and thee? bury therefore thy dead.”Kejadian 23:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 23:15?
Efron menegaskan harga tanah itu dan mendorong Abraham untuk menguburkan istrinya. Meskipun ia berkata 'apalah artinya itu', ia tetap menyebutkan angka yang spesifik. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesopanan, kesepakatan tetap memerlukan nilai yang jelas.
Latar belakang
400 syikal: harga besar yang dikemas kecil
'Arba' me'ot sheqel kesef beni uveinekha mah hi' — 400 syikal perak, tapi apalah artinya itu di antara kita? Efron menyebut harga yang sangat tinggi — 400 syikal perak adalah setara kira-kira gaji puluhan tahun orang biasa — sambil membuatnya terdengar seperti sepele dengan frasa 'mah hi' (apalah artinya). Ini adalah teknik jual klasik: menyebut harga sambil meremehkannya agar pembeli merasa keberatan akan tampak pelit. Dan Abraham merespons dengan cara yang tidak terduga: langsung menimbang penuh tanpa menawar.
Di mana
Gerbang kota Hebron
Pengumuman harga resmi di hadapan saksi · titik kritis negosiasi
Kapan
Sekitar 1843 SM
Efron menyebut harga — dan Abraham akan langsung menerima tanpa tawar-menawar
Yang berbicara
Efron bin Zohar
Yang menyebut harga 400 syikal perak sambil meremehkannya sebagai 'tak berarti di antara kita' — taktik klasik penjual yang menyebut harga tinggi sambil membuatnya terdengar murah
Kepada
Abraham dan semua saksi di gerbang
Yang kini mendengar angka konkret setelah rangkaian tawaran-penolakan-penghormatan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַרְבַּע מֵאוֹת שֶׁקֶל כֶּסֶף
arba' me'ot sheqel kesef · 400 syikal perak
Empat ratus syikal/shekel perak — arba' me'ot (dari arba' = empat + me'ot = ratusan = empat ratus); sheqel (dari shaqal = menimbang; satuan berat = shekel/syikal; berat standar logam yang digunakan sebagai alat tukar sebelum era koin); kesef (perak, uang); 'sheqel kesef' = shekel perak; di dunia kuno sebelum ada koin, uang berbentuk logam yang ditimbang — 'menimbang' perak adalah cara membayar; 400 shekel = harga yang sangat tinggi untuk satu bidang tanah dengan gua.
מַה הִוא בֵינִי וּבֵינֶךָ
mah hi beini uveinekha · apalah artinya itu
Apalah artinya itu di antara aku dan kamu — mah (apa; kata tanya); hi (itu, dia; kata ganti orang ketiga feminin = itu, mengacu ke jumlah 400 shekel); beini (di antara aku; dari bein = antara + sufiks orang pertama = antara aku); uveinekha (dan antara kamu; bein + sufiks orang kedua = dan antara kamu); 'mah hi beini uveinekha' = apalah artinya itu di antara kita; frasa yang meremehkan harga yang baru saja disebutkan sendiri — taktik negosiasi yang mempermalukan calon pembeli kalau menawar.
וְאֶת מֵתְךָ קְבֹר
ve'et metekha qevor · kuburkanlah orang matimu
Dan orang matimu kuburkanlah — ve'et metekha (dan orang matimu; dari ve = dan + et = partikel objek + metekha = orang mati kamu); qevor (dari qavar = mengubur; qal imperatif = kuburkanlah); penutup yang menekankan tujuan: setelah urusan harga, yang penting adalah pemakaman Sara; Efron menutup dengan prioritas manusiawi — bukan soal uang, tapi soal mengubur yang dicintai.
Adoni shemani eretz arba' me'ot sheqel kesef beni uveinekha mah hi ve'et metekha qevor (tuanku dengarlah aku tanah itu harganya empat ratus syikal perak apalah artinya itu di antara aku dan kamu dan orang matimu kuburkanlah). Arba' me'ot sheqel kesef — 400 shekel, harga tinggi yang disebutkan terang-terangan. Mah hi beini uveinekha — apalah artinya, teknik meremehkan yang membungkam penawaran balik. Ve'et metekha qevor — kuburkanlah, mengembalikan fokus ke tujuan yang seharusnya melampaui soal harga.
Tahukah kamu
400 syikal: betapa mahalnya tanah Abraham
400 syikal perak adalah jumlah yang sangat besar di dunia kuno. Untuk perbandingan: Yeremia membeli tanah di 32:9 seharga 17 syikal perak. Daud membeli ladang pengirik Arauna di 2 Samuel 24:24 seharga 50 syikal emas. Kontrak sewa tanah dari arsip Nuzi (Mesopotamia, abad 15 SM) menunjukkan harga-harga yang jauh lebih rendah. Beberapa ahli menghitung 400 syikal setara dengan 4-5 kilogram perak murni — jumlah yang memerlukan ditimbang, bukan dihitung koin. Harga tinggi ini bisa mencerminkan posisi negosiasi Efron yang tahu Abraham dalam kondisi berduka dan butuh tanah segera.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 23:15
Yeremia 32:9
harga ladang Abraham 400 syikal (23:15) jauh lebih tinggi dari ladang Yeremia 17 syikal (Yer. 32:9); perbandingan ini menunjukkan 400 syikal Abraham memang tidak murah; tapi kedua pembelian tanah terjadi dalam konteks krisis dan ketidakpastian — keduanya adalah tindakan iman bahwa ada masa depan di tanah yang sedang bergolak
“Lalu aku membeli ladang yang ada di Anatot dari Hanameel, anak pamanku, dan aku menakar perak kepadanya, tujuh belas syikal perak.”
Kisah Para Rasul 5:3
kontras antara Abraham yang membayar harga penuh (23:15-16) dan Ananias-Safira yang menipu harga tanah (Kis. 5:3) menunjukkan dua cara berbeda dalam berurusan dengan transaksi dan Allah — Abraham transparan dan penuh, Ananias tertutup dan setengah-setengah; integritas dalam transaksi mencerminkan karakter iman
“Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?'”
Matius 13:44
Abraham yang membayar 400 syikal penuh tanpa menawar (23:15-16) untuk mendapatkan tanah yang berharga baginya mencerminkan parabola Yesus (Mat. 13:44) tentang orang yang menjual segalanya untuk mendapatkan harta yang berharga; harga yang tinggi tidak menjadi hambatan bagi mereka yang tahu nilai yang sesungguhnya
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang tersembunyi di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergi dijualnya segala miliknya lalu dibeli ladang itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 23:15
✕ Sering dikira
"'Apalah artinya itu di antara kita' menunjukkan Efron benar-benar tidak peduli dengan uangnya dan memang tidak bermaksud mengambil bayaran."
✓ Yang sebenarnya
Fakta bahwa Abraham langsung menimbang perak (23:16) dan Efron menerimanya membuktikan 400 syikal adalah harga nyata, bukan hiasan kata. 'Mah hi beini uveinekha' adalah teknik negosiasi yang menekan pembeli secara sosial untuk tidak menawar — bukan pernyataan bahwa uang tidak diperlukan.
✕ Sering dikira
"400 syikal adalah harga yang wajar dan tidak terlalu tinggi untuk tanah di Kanaan pada masa itu."
✓ Yang sebenarnya
Berdasarkan perbandingan dengan dokumen hukum kuno dari Nuzi, Mari, dan arsip Mesopotamia lainnya, serta transaksi tanah lain dalam Alkitab sendiri (Yer. 32:9 = 17 syikal), 400 syikal adalah harga yang sangat tinggi. Beberapa ahli berpendapat Efron memanfaatkan posisi Abraham yang berduka dan butuh menguburkan segera.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 23:15
Dalam setiap transaksi atau perjanjian, kejelasan harga dan ketentuan adalah penting. Jangan biarkan basa-basi menutupi kebutuhan akan transparansi; bicarakan hal-hal penting secara terus terang.
Tuhan, ajarku untuk berbicara dengan jujur dan jelas, terutama dalam hal keuangan dan perjanjian. Amin.