Ishak bertanya: mana domba untuk kurban bakaran?
Kejadian 22:7
Iman Abraham Diuji
“Ishak berkata kepada ayahnya, “Ayahku!” Abraham menjawab, “Ya, Nak?” Ishak bertanya, “Lihat, api dan kayunya ada di sini, tetapi mana domba untuk persembahan bakarannya?””Kejadian 22:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"”Kejadian 22:7 · TB
Terjemahan Baru
“Ishak berkata, "Ayah!" Abraham menjawab, "Ada apa, anakku?" Ishak bertanya, "Kita sudah membawa api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk kurban bakaran itu?"”Kejadian 22:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Isak berkata kepada bapaknya, “Ayah!” Jawab Abraham, “Ya, anakku.” Lanjut Isak, “Kayu bakar dan api sudah ada, tetapi di mana anak domba untuk dikurbankan?””Kejadian 22:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Isaac spake unto Abraham his father, and said, My father: and he said, Here am I, my son. And he said, Behold the fire and the wood: but where is the lamb for a burnt offering?”Kejadian 22:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 22:7?
Ishak memperhatikan persiapan untuk persembahan dan bertanya kepada ayahnya di mana domba untuk kurban bakaran, karena ia melihat api dan kayu tetapi tidak ada hewan.
Latar belakang
Pertanyaan anak yang tidak tahu apa yang menunggunya
Ishak memulai dengan sapaan mesra: 'Avi!' — Ayahku! Abraham menjawab: 'Hineni beni' — ini aku, anakku. Dua kata saling menjawab: 'ayahku' dan 'anakku' — sapaan yang hangat sebelum pertanyaan yang dingin. Ishak mengamati: ada kayu, ada api, tapi tidak ada domba. Pengamatannya tepat dan logis. Pertanyaannya polos dan tak bersalah. Dan Abraham harus menjawab — entah dengan kebenaran yang tidak bisa dia ucapkan, atau dengan iman yang belum dia mengerti sepenuhnya.
Di mana
Lereng gunung Moria — dalam perjalanan naik
Percakapan dua arah yang membelah hati · keintiman ayah-anak di tengah ketegangan
Kapan
Sekitar 1845-1850 SM
Percakapan terakhir antara ayah dan anak sebelum tiba di puncak
Yang berbicara
Ishak
Yang untuk pertama kali berbicara dalam kisah ini — memanggil ayahnya dengan mesra dan mengajukan pertanyaan yang paling polos sekaligus paling pedih dalam pasal 22
Kepada
Abraham
Yang menerima pertanyaan yang seperti pisau yang menusuk lebih dalam dari pisau di tangannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָבִי
avi · Ayahku
Ayahku — avi (dari av = ayah + sufiks orang pertama -i = ayahku); sapaan pertama Ishak dalam pasal 22; dalam narasi Ibrani, sapaan kepada seseorang biasanya mendahului permintaan atau pernyataan penting; 'avi' di sini bukan sekadar panggilan tapi pembuka percakapan yang akan mengubah segalanya.
הִנֶּנִּי בְנִי
hineni beni · Ya, Nak
Ini aku, anakku — hineni (ini aku, aku hadir; dari hinneh = ini + sufiks orang pertama = ini aku); beni (anakku; dari ben = anak laki-laki + sufiks orang pertama = anakku); Abraham merespons dengan 'hineni' yang sama dengan yang dia katakan kepada Allah di 22:1 — ketersediaan total; dan menambahkan 'beni' — pengakuan mesra bahwa ini anaknya, yang dia kasihi.
אַיֵּה הַשֶּׂה
ayyeh hasseh · mana domba
Di mana domba — ayyeh (di mana; kata tanya tempat = di mana?); hasseh (domba; dari seh = domba muda, anak domba; dengan artikel = domba itu); pertanyaan Ishak sangat spesifik: dia tahu mereka pergi untuk kurban bakaran (olah), dia melihat semua persiapan lain, tapi dia tidak melihat 'seh' (domba) yang biasanya menjadi hewan kurban; pertanyaan yang sangat logis dari perspektif seorang anak yang mengerti ritual kurban.
Vayyomer Yitzhaq el Avraham aviv vayyomer avi vayyomer hineni beni vayyomer hinneh ha'esh veha'etsim ve'ayyeh hasseh le'olah (Ishak berkata kepada Abraham ayahnya dan berkata ayahku dan dia berkata ini aku anakku dan dia berkata ini api dan kayu tapi mana domba untuk kurban bakaran). Avi-Hineni beni — dua sapaan yang merangkum hubungan paling intim, berhadapan dengan situasi paling berat. Ayyeh hasseh — di mana domba, pertanyaan logis dari anak yang tidak tahu bahwa dialah yang dimaksud.
Tahukah kamu
Avi dan Beni: dua kata yang menanggung seluruh berat pasal 22
Sapaan Ishak 'Avi' (ayahku) dan respons Abraham 'Beni' (anakku) adalah dua kata dalam bahasa Ibrani yang berulang di seluruh pasal 22 seperti leitmotif musik yang menyayat. Dalam bahasa Ibrani, sufiks '-i' pada akhir kata benda adalah sufiks kepunyaan orang pertama — 'ayah-ku', 'anak-ku'. Sufiks kecil yang sama mengandung seluruh hubungan yang paling berharga dalam hidup seseorang. Di pasal 22, kata-kata ini muncul dalam momen-momen paling emosional, dan setiap kemunculannya mengingatkan pembaca tentang apa yang sedang dipertaruhkan: bukan hanya seorang anak, tapi hubungan ayah-anak yang paling intim.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 22:7
Yohanes 1:29
pertanyaan Ishak 'di mana domba?' (ayyeh hasseh, 22:7) akhirnya mendapat jawaban penuh bukan hanya di 22:13 (domba jantan di semak) tapi secara tipologis dalam seruan Yohanes Pembaptis di Yoh. 1:29: 'lihatlah Anak Domba Allah'; pertanyaan yang menggelantung selama ribuan tahun mendapat jawaban yang melampaui satu upacara kurban
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.'”
Yesaya 53:7
Ishak yang berjalan menuju mezbah tanpa tahu sepenuhnya nasibnya (22:7) dan bertanya tentang domba menggemakan gambaran Hamba Tuhan di Yes. 53:7 yang 'seperti anak domba'; keduanya hadir dalam kepolosan di hadapan peristiwa besar yang menghampiri mereka
“Ia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian...”
Mazmur 22:1
pertanyaan Ishak 'ayyeh?' (di mana?) di 22:7 bergema dengan seruan 'mengapa?' di Mzm. 22:1; keduanya adalah pertanyaan yang lahir dari keyakinan bahwa sesuatu yang penting hilang atau tidak ada — rasa kehilangan yang kemudian dijawab oleh Allah dengan cara yang tidak terduga
“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 22:7
✕ Sering dikira
"Ishak tidak tahu apa-apa tentang kurban bakaran dan bertanya karena sama sekali buta tentang ritual itu."
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan Ishak menunjukkan dia mengerti tentang kurban bakaran — dia melihat ada api dan kayu, dan tahu bahwa yang kurang adalah domba. Ishak yang tumbuh dalam keluarga Abraham pasti sudah familiar dengan ritual kurban. Yang tidak dia ketahui hanyalah satu hal: siapa yang akan menjadi korbannya.
✕ Sering dikira
"Pertanyaan Ishak adalah cara halusnya memberitahu Abraham bahwa dia tahu apa yang akan terjadi."
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada petunjuk dalam teks bahwa Ishak mengetahui dirinya yang akan dijadikan korban. Pertanyaannya tulus dan logis. Jawaban Abraham di 22:8 yang tidak langsung ('Allah yang akan menyediakan') bukan karena Ishak sudah tahu — tapi karena Abraham tidak bisa menjawab secara langsung.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 22:7
Pertanyaan jujur dan rasa ingin tahu adalah bagian dari iman yang sehat. Jangan takut bertanya kepada Tuhan atau orang tua rohani ketika ada hal yang tidak kamu mengerti dalam perjalanan imanmu.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk bertanya dan mencari pengertian dalam imanku, seperti Ishak yang bertanya kepada Abraham. Amin.