Kayu di bahu Ishak, api dan pisau di tangan Abraham — keduanya pergi bersama
Kejadian 22:6
Iman Abraham Diuji
“Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan meletakkannya di bahu Ishak, anaknya, sedangkan dia membawa api dan pisau di tangannya. Keduanya pergi bersama-sama.”Kejadian 22:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.”Kejadian 22:6 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham meletakkan kayu untuk kurban bakaran itu pada pundak Ishak, sedang ia sendiri membawa pisau dan bara api untuk membakar kayu. Ketika mereka berjalan bersama-sama,”Kejadian 22:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abraham menaruh kayu bakar di atas pundak Isak, sedangkan dia sendiri membawa pisau dan api. Lalu keduanya pergi bersama-sama.”Kejadian 22:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham took the wood of the burnt offering, and laid it upon Isaac his son; and he took the fire in his hand, and a knife; and they went both of them together.”Kejadian 22:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 22:6?
Abraham meletakkan kayu kurban di bahu Ishak, sementara dia membawa api dan pisau. Ini gambaran tentang beban yang dipikul anak dan ketaatan sang ayah. Mereka berjalan bersama, menunjukkan kesediaan Ishak untuk patuh dan keyakinan Abraham.
Latar belakang
Distribusi beban yang menyayat hati
Narator mendistribusikan beban secara hati-hati: kayu kurban bakaran di bahu Ishak, api dan pisau di tangan Abraham. Ini distribusi yang disengaja: kayu yang ringan dibawa oleh anak yang muda dan kuat — dan yang berat (api yang bisa membakar, pisau yang bisa membunuh) di tangan ayah yang sudah tua. Adegan ini menggambarkan perlindungan ayah terhadap anaknya bahkan dalam perjalanan menuju pengurbanan anaknya. Dan di akhir ayat, diulang dua kali: 'keduanya pergi bersama-sama' — frasa yang pada saat yang sama menggambarkan keintiman dan tragedi.
Di mana
Lereng gunung Moria
Perjalanan naik berdua · diam yang lebih berat dari kata-kata
Kapan
Sekitar 1845-1850 SM — saat naik bersama ke gunung
Perjalanan naik yang sunyi antara ayah dan anak sebelum Ishak bertanya
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang dengan dua detail fisik (kayu di bahu Ishak, api dan pisau di tangan Abraham) dan satu frasa yang diulang dua kali (keduanya pergi bersama-sama) menggambarkan perjalanan yang tidak ada yang bisa melukiskannya
Kepada
Pembaca yang merenungkan: apa yang dipikirkan Abraham saat berjalan bersama Ishak?
Yang merasakan berat gambar: ayah dengan pisau, anak dengan kayu — menuju tempat yang sama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עַל שִׁכְמֵי יִצְחָק
al shikhmei Yitzhaq · di bahu Ishak
Di atas bahu Ishak — al (di atas; preposisi); shikhmei (bahu; dari shekhem = bahu, leher; konstruktus jamak = bahu-bahu dari); Yitzhaq (Ishak); kayu yang diletakkan 'al shikhmei' (di atas bahu) Ishak bukan tindakan yang kejam tapi beban yang wajar dalam perjalanan — yang membuat pembaca tertegun adalah konteks siapa yang membawa beban ini dan untuk tujuan apa.
אֶת הָאֵשׁ וְאֶת הַמַּאֲכֶלֶת
et ha'esh ve'et hamma'akhelet · api dan pisau
Api dan pisau — ha'esh (api; dari esh = api; dengan artikel = api itu); hamma'akhelet (pisau yang panjang, pedang besar; dari akhal = makan; kata benda = yang memakan, pisau besar; dengan artikel = pisau itu); 'ma'akhelet' bukan pisau dapur biasa tapi pisau yang panjang dan besar yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban; Abraham membawa dua hal yang berbahaya di tangannya sendiri — jauh dari jangkauan Ishak.
וַיֵּלְכוּ שְׁנֵיהֶם יַחְדָּו
vayyelechu sheneihem yachdav · keduanya pergi bersama-sama
Dan keduanya pergi bersama-sama — vayyelechu (dari halak = pergi; qal konsekutif imperfek orang ketiga jamak = dan mereka pergi); sheneihem (keduanya; dari shenayim = dua + sufiks = keduanya); yachdav (bersama-sama; kata keterangan = bersama, serentak); frasa 'sheneihem yachdav' (keduanya bersama-sama) diulang dua kali dalam pasal 22: di ayat 6 dan ayat 8 — framing dua sisi percakapan Ishak-Abraham; kebersamaan yang menyayat.
Vayyiqqach Avraham et atsai ha'olah vayyasem al Yitzhaq beno vayyiqqach beyyado et ha'esh ve'et hamma'akhelet vayyelechu sheneihem yachdav (Abraham mengambil kayu kurban bakaran dan meletakkannya di bahu Ishak anaknya dan mengambil di tangannya api dan pisau dan keduanya pergi bersama-sama). Al shikhmei Yitzhaq — di bahu Ishak, anak yang membawa beban untuk kematiannya sendiri. Ha'esh vehamma'akhelet — api dan pisau, yang berbahaya dipegang sendiri oleh ayah. Sheneihem yachdav — keduanya bersama-sama, keintiman di tengah tragedi.
Tahukah kamu
Kayu di bahu Ishak: gambar yang para penafsir kuno dan modern tidak bisa lewatkan
Ishak yang membawa kayu kurban bakarannya sendiri di bahunya (22:6) adalah gambar yang paling sering dibandingkan dengan Yesus yang membawa salibnya sendiri menuju Golgota (Yoh. 19:17). Perbandingan tipologis ini sudah dibuat oleh para bapa gereja awal seperti Origen dan Tertulianus. Keduanya adalah anak yang membawa bahan kematiannya sendiri dalam ketaatan kepada kehendak Bapa, dalam perjalanan ke tempat pengurbanan. Keduanya 'pergi bersama-sama' dengan bapanya — Ishak dengan Abraham, Yesus dengan kehendak Allah. Tipologi ini bukan pemaksaan makna tapi paralelisme yang terasa tidak mungkin kebetulan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 22:6
Yohanes 19:17
Ishak yang membawa kayu di bahunya (22:6) dan Yesus yang memikul salib-Nya (Yoh. 19:17) adalah paralelisme tipologis yang diakui tradisi Kristen awal; keduanya adalah anak yang membawa bahan kematiannya sendiri dalam ketaatan kepada bapanya/Bapa-Nya menuju tempat pengurbanan
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.”
Yesaya 53:7
Ishak yang pergi bersama Abraham tanpa perlawanan (22:6: 'keduanya pergi bersama-sama') diparalelkan dalam gambaran Hamba Tuhan di Yes. 53:7 yang 'seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian'; ketundukan dalam menghadapi takdir yang direncanakan bapanya
“Ia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian...”
Kejadian 22:8
frasa 'keduanya pergi bersama-sama' di 22:6 diulang di 22:8 — framing sebelum dan sesudah pertanyaan Ishak tentang domba; di antara dua pengulangan frasa yang sama, ada percakapan yang menentukan; pengulangan ini menekankan: bahwa mereka bersama tidak berubah meskipun percakapan yang paling berat terjadi di antaranya
“Abraham menjawab, 'Anakku, Allah sendiri yang akan menyediakan anak domba untuk persembahan bakaran itu bagi-Nya.' Keduanya pun terus berjalan bersama-sama.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 22:6
✕ Sering dikira
"Abraham meletakkan kayu di bahu Ishak karena dia sudah tua dan tidak kuat membawa kayu sendiri."
✓ Yang sebenarnya
Distribusi beban ini bukan tentang kemampuan fisik Abraham. Yang penting secara naratif dan teologis adalah bahwa Abraham memegang hal-hal yang berbahaya (api dan pisau) jauh dari Ishak, sementara kayu — yang tidak berbahaya tapi esensial — dibawa Ishak. Teks menggambarkan kepedulian ayah bahkan dalam perjalanan yang paling tragis.
✕ Sering dikira
"'Keduanya pergi bersama-sama' hanya frasa naratif biasa tanpa makna khusus."
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'vayyelechu sheneihem yachdav' (keduanya pergi bersama-sama) diulang tepat dua kali dalam pasal ini (22:6 dan 22:8) — pengulangan dalam narasi Ibrani adalah alat penekanan yang disengaja. Di antara dua kemunculan frasa yang sama, Ishak bertanya dan Abraham menjawab. Frasa ini adalah penanda naratif yang membingkai momen paling intens dalam pasal 22.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 22:6
Setiap kita punya peran masing-masing dalam rencana Allah. Seperti Ishak memikul kayu dan Abraham membawa api, kita bisa saling mendukung dalam ketaatan. Terkadang beban yang kita pikul adalah bagian dari rencana Tuhan, dan kita bisa menghadapinya dengan sikap yang benar.
Tuhan, ajar aku untuk memikul tanggung jawabku dengan setia dan mendukung sesama dalam perjalanan iman, seperti Abraham dan Ishak. Amin.