Abraham menjawab dengan satu kata: aku bersumpah
Kejadian 21:24
Perjanjian Abraham dengan Abimelekh
“Jawab Abraham, “Aku bersumpah!””Kejadian 21:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kata Abraham: "Aku bersumpah!"”Kejadian 21:24 · TB
Terjemahan Baru
“Kata Abraham, "Aku bersumpah."”Kejadian 21:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Abraham, “Baik, saya berjanji!””Kejadian 21:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham said, I will swear.”Kejadian 21:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 21:24?
Abraham menjawab dengan singkat, 'Aku bersumpah!' Ini menunjukkan kesediaannya untuk mengikat diri dalam perjanjian dengan Abimelekh, sebuah tindakan yang menguatkan hubungan baik dan saling menghormati.
Latar belakang
Sumpah yang singkat, komitmen yang penuh
Ayat ini hanya dua kata dalam bahasa Ibrani: 'anoki ishave'a' — aku bersumpah. Tidak ada penjelasan panjang, tidak ada negosiasi balik, tidak ada pertanyaan tambahan. Abraham menjawab permintaan Abimelekh dengan satu pernyataan tegas. Tapi sebelum perjanjian ditandatangani, Abraham langsung mengangkat satu masalah yang belum diselesaikan: sumur yang dirampas. Sumpah yang diberi, tapi keadilan juga harus ditegakkan terlebih dahulu.
Di mana
Bersyeba
Momen perjanjian · respons singkat yang mengikat
Kapan
Sekitar 1855 SM
Abraham menerima syarat perjanjian dengan sumpah
Yang berbicara
Abraham
Yang merespons permintaan Abimelekh dengan satu pernyataan sumpah yang ringkas dan tegas
Kepada
Abimelekh dan Pikhol
Raja dan panglima yang mendengar komitmen langsung dari Abraham
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָנֹכִי אִשָּׁבֵעַ
anoki ishave'a · Aku bersumpah
Aku bersumpah — anoki (aku; kata ganti orang pertama tunggal yang lebih formal dari 'ani'; menekankan subjek = AKU); ishave'a (dari shava' = bersumpah; niphal imperfek orang pertama tunggal = aku akan bersumpah/aku bersumpah); dua kata saja tapi keduanya menanggung berat komitmen moral dan ilahi; sumpah ini memanggil Allah sebagai saksi dan penjamin.
הָלֹם
halom · di sini
Di sini — halom (kata keterangan tempat = di sini, di tempat ini); digunakan Abimelekh di ayat 23 ('hishave'ah li halom' = bersumpahlah kepadaku di sini); menunjukkan bahwa sumpah dilakukan di lokasi pertemuan yang konkret, bukan secara abstrak; lokasi fisik menjadi saksi bisu atas perjanjian yang dibuat.
בֵּאלֹהִים
be'Elohim · di hadapan Allah
Di hadapan Allah/dengan Allah — be (dengan, di hadapan; preposisi); Elohim (Allah); 'be'Elohim' = di hadapan Allah atau dengan Allah sebagai saksi; sumpah yang menyebut nama Allah mengundang Allah menjadi penjamin — melanggar sumpah ini bukan hanya pelanggaran sosial tapi pelanggaran terhadap kekudusan Allah.
Vatomer Avraham anoki ishave'a (Abraham berkata: aku bersumpah). Anoki — aku, penekanan diri sebagai subjek yang berkomitmen. Ishave'a — bersumpah, tindakan yang memanggil Allah sebagai saksi. Be'Elohim — di hadapan Allah, dimensi ilahi yang membuat sumpah ini lebih dari sekadar janji manusiawi.
Tahukah kamu
Sumpah dalam dunia kuno: lebih dari sekadar janji
Dalam budaya kuno Timur Dekat, sumpah (shevuah) adalah tindakan yang memanggil Allah (atau dewa) sebagai saksi dan penjamin. Melanggar sumpah berarti mengundang hukuman ilahi atas diri sendiri. Kata 'shava'' (bersumpah) memiliki akar yang sama atau terkait dengan angka 'sheva' (tujuh) — dan tidak kebetulan bahwa perjanjian di Bersyeba melibatkan tujuh domba betina (21:28-30). Ada permainan kata yang disengaja antara sumpah (shevuah) dan tujuh (sheva) yang tertanam dalam nama Bersyeba (Be'er Sheva = sumur tujuh/sumur sumpah).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 21:24
Matius 5:37
Abraham yang menjawab permintaan sumpah dengan singkat dan tegas ('aku bersumpah', 21:24) mencerminkan prinsip Yesus: jawaban yang singkat dan jelas mencukupi; Yesus kemudian mengangkat standar lebih tinggi dengan mengatakan bahwa orang yang hatinya jujur tidak membutuhkan sumpah sama sekali
“Jika ya, hendaklah kamu katakan ya; jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari yang jahat.”
Kejadian 14:22-23
Abraham yang bersumpah kepada Abimelekh (21:24) menggunakan formula yang serupa dengan sumpahnya kepada raja Sodom (14:22-23): Abraham yang bersumpah demi Allah sebagai cara menegaskan komitmen; sumpah adalah pola respons Abraham dalam negosiasi diplomatik
“Abram berkata kepada raja Sodom, 'Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, bahwa aku tidak akan mengambil apa pun yang menjadi milikmu...'”
Ibrani 6:13-14
konteks sumpah Abraham kepada Abimelekh (21:24) hidup berdampingan dengan sumpah Allah kepada Abraham (Ibr. 6:13-14); dua sumpah dalam satu narasi: Abraham bersumpah kepada manusia demi Allah, Allah bersumpah kepada Abraham demi diri-Nya sendiri
“Karena ketika Allah memberikan janji kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada yang lebih besar dari pada-Nya, firman-Nya, 'Aku pasti akan memberkati engkau...'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 21:24
✕ Sering dikira
"Jawaban singkat Abraham ('aku bersumpah') menunjukkan dia tidak sungguh-sungguh mempertimbangkan permintaan Abimelekh."
✓ Yang sebenarnya
Dalam budaya kuno, singkatnya jawaban tidak berarti ketidakseriusan — justru sebaliknya. Sumpah yang langsung dan tegas ('anoki ishave'a') adalah ekspresi komitmen yang penuh tanpa negosiasi atau keberatan. Abraham langsung menerima, lalu mengangkat masalah tersendiri (sumur di ayat 25) — ini negosiasi yang cerdas, bukan ketidakseriusan.
✕ Sering dikira
"Abraham bersumpah sebelum masalah sumur diselesaikan — ini berarti sumpahnya sudah berlaku dan dia tidak boleh lagi mengangkat masalah sumur."
✓ Yang sebenarnya
Urutan naratif menunjukkan Abraham memberi sumpah dan langsung mengangkat keluhan tentang sumur di ayat yang sama sesi negosiasi itu (21:25). Ini bukan pelanggaran sumpah — justru ini Abraham yang jujur: aku bersumpah untuk tidak berlaku curang, tapi sebelum kita selesai ada ketidakadilan yang perlu kamu ketahui.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 21:24
Kadang kita perlu mengikat perjanjian dengan orang lain untuk menjaga hubungan tetap sehat. Jadilah orang yang berani berkomitmen dan memegang teguh janji, karena itu adalah wujud kasih dan tanggung jawab.
Bapa, berilah aku keberanian untuk berkomitmen dengan sungguh-sungguh dalam hubunganku, dan kekuatan untuk menepati setiap janji yang kuucapkan. Amin.