Peleg hidup 209 tahun setelah Rehu — total 239 tahun, penurunan drastis dari Eber
Kejadian 11:19
Keturunan Sem
“Setelah Rehu lahir baginya, Peleg hidup 209 tahun lagi dan masih ada anak laki-laki dan anak perempuan lainnya yang lahir baginya.”Kejadian 11:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.”Kejadian 11:19 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah itu Peleg masih hidup 209 tahun lagi, dan mendapat anak-anak lain.”Kejadian 11:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah Rehu lahir, Peleg masih hidup 209 tahun lagi. Sepanjang hidupnya, Peleg mempunyai beberapa anak laki-laki dan anak perempuan lainnya.”Kejadian 11:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Peleg lived after he begat Reu two hundred and nine years, and begat sons and daughters.”Kejadian 11:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 11:19?
Ayat ini mencatat bahwa ketika Peleg berumur 30 tahun, ia memiliki anak bernama Rehu. Ini bagian dari silsilah dari Sem ke Abraham, menunjukkan bahwa Allah setia memelihara garis keturunan yang akan menjadi berkat bagi semua bangsa.
Latar belakang
Penurunan terbesar dalam satu generasi — dari Eber 464 ke Peleg 239
Setelah Rehu lahir baginya, Peleg hidup 209 tahun lagi — total 239 tahun. Penurunan dari Eber (464) ke Peleg (239) adalah yang terbesar dalam genealogi ini: hampir separuhnya dalam satu generasi. Ini terjadi tepat di generasi yang 'buminya terbelah' (10:25) — bertepatan dengan peristiwa Babel. Ada korelasi menarik antara peristiwa Babel dan penurunan drastis umur. Apakah ini sebab-akibat? Teks tidak menyatakannya secara eksplisit. Tapi pembaca yang jeli akan memperhatikan: di generasi Peleg terjadi dua hal sekaligus — bumi terbelah DAN umur manusia turun separuhnya.
Di mana
Mesopotamia — wilayah di mana Peleg dan keturunannya menetap
Sisa masa hidup Peleg · penutup entri genealogi orang yang masa hidupnya bertepatan dengan Babel
Kapan
Sekitar 131–370 tahun setelah air bah
Sisa masa hidup Peleg — 209 tahun setelah Rehu lahir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang menutup catatan Peleg — dan angka totalnya (239) mengungkap penurunan terbesar yang pernah terjadi dalam satu generasi dalam genealogi ini
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang bisa menghitung: Eber 464 tahun, Peleg hanya 239 — penurunan hampir separuhnya dalam satu generasi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תֵּשַׁע שָׁנִים וּמָאתַיִם שָׁנָה
tesha shanim umatayyim shanah · 209 tahun lagi
Sembilan tahun dan dua ratus tahun (= 209) — tesha (sembilan); shanim (tahun); umatayyim (dan dua ratus); cara penomoran Ibrani: satuan sebelum ratusan; angka ini membuat total Peleg menjadi 239 tahun — penurunan dramatis dari ayahnya Eber (464 tahun).
אַחֲרֵי הוֹלִידוֹ אֶת רְעוּ
akharey holiyd o et Re'u · setelah Rehu lahir
Setelah dia memperanakkan Rehu — formula standar yang muncul di setiap entri genealogi pasal 11; akharey (setelah); holiyd o (dia memperanakkan, hiphil dari yalad dengan sufiks -o); et Re'u (Rehu, dengan penanda objek et).
בָּנִים וּבָנוֹת
banim uvanot · anak laki-laki dan perempuan
Anak-anak laki dan perempuan — formula standar yang menunjukkan keturunan lain yang tidak disebutkan namanya; setiap orang dalam genealogi ini punya banyak anak yang tidak dicatat dalam garis utama; populasi yang berkembang di balik garis genealogi yang tipis.
Vayyikhyu Peleg akharey holiyd o et Re'u tesha shanim umatayyim shanah vayyoled banim uvanot (Peleg hidup 209 tahun setelah melahirkan Rehu dan punya anak-anak lain). Total 239. Dari Eber (464) ke Peleg (239) — penurunan 225 tahun dalam satu generasi. Tidak ada penjelasan eksplisit mengapa. Teks mencatat tanpa menjelaskan. Kadang iman harus berpegang pada fakta yang tidak selalu kita mengerti alasannya.
Tahukah kamu
Peleg dan Rehu keduanya hidup 239 tahun — simetri angka yang menarik
Fakta yang tersembunyi dalam angka: Peleg (30 + 209 = 239 tahun) dan anaknya Rehu (32 + 207 = 239 tahun) keduanya hidup tepat 239 tahun. Apakah ini kebetulan? Kemungkinan ya — tapi simetri ini menarik. Dalam naskah Samaritan Pentateuch (versi teks Ibrani kuno yang berbeda), angka-angka ini berbeda dari naskah Masorah standar. Perbedaan angka antara Masorah, Septuaginta, dan Samaritan Pentateuch memang ada di beberapa entri genealogi pasal 11 — menunjukkan bahwa angka-angka ini mungkin mengalami variasi dalam tradisi penyalinan kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 11:19
Kejadian 10:25
Peleg yang 'buminya terbelah' di 10:25 adalah orang yang sama yang hidupnya hanya 239 tahun di sini — peristiwa besar dan penurunan umur terjadi di generasi yang sama
“Bagi Eber, lahirlah dua anak laki-laki, yang satu bernama Peleg sebab pada masa hidupnya bumi terbelah...”
Mazmur 90:10
dari Peleg 239 tahun ke zaman Musa 70-80 tahun — penurunan terus berlanjut; Mazmur 90 adalah doa Musa yang merenungkan kefanaan hidup manusia
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun, dan jika kami kuat, delapan puluh tahun...”
Kejadian 6:3
batas umur 120 tahun yang disebutkan di 6:3 akhirnya tercapai di zaman Musa (120 tahun, Ul. 34:7) — penurunan panjang yang dimulai dari Peleg ini berakhir di sana
“TUHAN berfirman: 'Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena mereka adalah daging, tetapi umur mereka akan seratus dua puluh tahun.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 11:19
✕ Sering dikira
"Peleg hidup lebih pendek karena 'bumi terbelah' di masanya adalah bencana alam yang merusak kesehatan dan lingkungan."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menghubungkan penurunan umur Peleg dengan 'bumi terbelah' secara kausal. Korelasi ada tapi teks tidak memberikan penjelasan kausal. 'Bumi terbelah' kemungkinan merujuk penyebaran bangsa-bangsa di Babel — peristiwa sosial-budaya, bukan bencana geologis yang langsung mempengaruhi kesehatan.
✕ Sering dikira
"Karena Peleg dan Rehu keduanya hidup 239 tahun, angka ini pasti kesalahan penyalinan yang diulang secara tidak sengaja."
✓ Yang sebenarnya
Kemungkinan kebetulan atau tradisi tekstual yang memang demikian. Naskah Masorah (teks Ibrani standar) dan Septuaginta kadang berbeda dalam angka genealogi pasal 11. Yang penting bukan apakah angka-angkanya presisi secara historis, tapi apa yang mereka gambarkan: tren penurunan yang konsisten menuju manusia berumur 70-80 tahun di zaman Musa.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 11:19
Usia 30 tahun mungkin terasa muda atau tua tergantung zamannya, tapi silsilah ini mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Setiap generasi berperan dalam cerita keselamatan.
Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai hidupku dalam rencana-Mu yang besar, tolong aku setia pada panggilanku di generasiku. Amin.