Peleg dan Yoktan — bumi terbelah, dua garis berpisah
Kejadian 10:25
Keturunan Anak-Anak Nuh
“Bagi Eber, lahirlah dua anak laki-laki, yang satu bernama Peleg sebab pada masa hidupnya bumi terbelah, sedangkan saudaranya bernama Yoktan.”Kejadian 10:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.”Kejadian 10:25 · TB
Terjemahan Baru
“Eber mempunyai dua anak laki-laki; yang pertama bernama Peleg, karena pada zamannya bangsa-bangsa di dunia menjadi terbagi-bagi; yang kedua bernama Yoktan.”Kejadian 10:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Eber memiliki dua anak. Yang pertama bernama Peleg dan yang kedua bernama Yoktan. Arti nama Peleg adalah ‘terbagi’. Dia diberi nama demikian karena pada zamannya orang-orang di bumi terpisah-pisah dan tersebar ke seluruh bumi.”Kejadian 10:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And unto Eber were born two sons: the name of one was Peleg; for in his days was the earth divided; and his brother’s name was Joktan.”Kejadian 10:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 10:25?
Ayat ini menjelaskan asal usul nama Peleg, yang berarti 'terbagi', karena pada zamannya bumi terbagi-bagi, mungkin merujuk pada penyebaran bangsa-bangsa setelah Babel. Ini menunjukkan bahwa peristiwa sejarah memiliki makna dan dicatat sebagai bagian dari rencana Allah.
Latar belakang
Ki beYamav niflegah ha'arets — sebab pada masanya bumi terbelah
'Bagi Eber, lahirlah dua anak laki-laki, yang satu bernama Peleg sebab pada masa hidupnya bumi terbelah, sedangkan saudaranya bernama Yoktan.' Nama Peleg (פֶּלֶג) berarti 'pembagian/terbagi' — dari akar palag (membelah, membagi). Frasa 'bumi terbelah' (niflegah ha'arets) paling alami merujuk ke peristiwa Menara Babel di pasal 11 — pembagian bahasa dan penyebaran bangsa-bangsa. Ini 'penanda waktu' genealogis: Peleg hidup di generasi yang sama dengan peristiwa Babel. Dari Eber lahir dua garis: garis Peleg (yang menuju Abraham) dan garis Yoktan (yang menuju 13 suku Arabia).
Di mana
Mesopotamia — sekitar Sinear dan Efrat
Saat bumi terbelah dalam bahasa/bangsa · dua garis: Peleg ke barat, Yoktan ke selatan
Kapan
Generasi keenam setelah air bah
Pembagian bumi — yang terhubung dengan peristiwa Babel
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat momen penting: pada masa Peleg bumi 'terbelah' — penjelasan atas nama yang menjadi momen sejarah
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang tahu kisah Babel (11:1-9) dan menghubungkan 'bumi terbelah' dengan penyebaran bangsa-bangsa di sana
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פֶּלֶג
Peleg · Peleg
Peleg — dari palag (membelah, membagi, membagi saluran air); nama yang diberikan karena 'pada masanya bumi terbelah'; putra sulung Eber yang garis keturunannya menuju Serug → Nahor → Terah → Abraham; dalam Lukas 3:35 dia ada dalam silsilah Yesus.
נִפְלְגָה הָאָרֶץ
niflegah ha'arets · bumi terbelah
Bumi/tanah terbelah — niflegah (pasif dari palag, terbelah, terbagi); ha'arets (bumi/tanah/manusia di bumi); sebagian besar penafsir mengidentifikasikan ini dengan peristiwa Menara Babel (Kej. 11) di mana bangsa-bangsa terpencar dan bahasa terpecah.
יָקְטָן
Yoktan · Yoktan
Yoktan — nama yang kemungkinan berakar pada kata Arab 'qahthan' → Qahthan, leluhur legendaris suku-suku Arab Selatan; dari Yoktan lahir 13 anak yang semuanya mengarah ke Jazirah Arab; berbeda dengan garis Peleg yang mengarah ke Mesopotamia-Kanaan.
uLeEver yullad shney vanim (bagi Eber lahir dua anak) shem ha'echad Peleg (nama yang satu Peleg) ki veYamav niflegah ha'arets (sebab pada masanya bumi terbelah) veshem achiv Yoktan (dan nama saudaranya Yoktan). Niflegah — dari akar yang sama dengan nama Peleg. Namanya adalah monumen untuk peristiwa yang menentukan: pembagian bangsa-bangsa. Dari satu ayah (Eber) dua arus besar mengalir: arus Peleg menuju gurun barat ke Abraham, arus Yoktan menuju jazirah selatan ke bangsa-bangsa Arab.
Tahukah kamu
Apakah 'bumi terbelah' di masa Peleg adalah pemisahan benua?
Beberapa penafsir modern mengusulkan bahwa 'bumi terbelah' di masa Peleg (sekitar 2200-2100 SM) adalah referensi ke pemisahan benua (continental drift). Secara ilmiah, pemisahan benua terjadi jauh lebih dahulu — ratusan juta tahun lalu — sehingga teori ini tidak kompatibel dengan kronologi ilmiah. Sebagian besar ahli Alkitab lebih konsisten menafsirkan ini sebagai peristiwa pembagian bangsa-bangsa di Babel (pasal 11) yang terjadi dalam generasi yang sama dengan Peleg. 'Bumi' (arets) dalam Alkitab sering berarti 'tanah' atau 'manusia di bumi' bukan hanya lapisan tanah secara fisik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 10:25
Kejadian 11:8-9
peristiwa Babel yang mengakibatkan 'bumi terbelah' dalam masa hidup Peleg — narasi yang menjelaskan nama Peleg
“Lalu TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi. Mereka pun berhenti membangun kota itu. Karena itu, tempat itu disebut Babel karena di sana TUHAN mengacaukan bahasa seluruh bumi...”
Lukas 3:35
Peleg dari tabel bangsa ada dalam silsilah Yesus — dari bumi yang terbelah ke Juruselamat yang menyatukan
“...anak Peleg, anak Eber, anak Selah, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh...”
1 Tawarikh 1:19
teks paralel di 1 Tawarikh mengkonfirmasi catatan yang sama tentang Peleg dan pembagian bumi
“Bagi Eber lahir dua anak laki-laki: yang satu bernama Peleg, sebab pada zamannya bumi terbagi-bagi...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 10:25
✕ Sering dikira
"'Bumi terbelah' di masa Peleg adalah bukti Alkitab tentang pemisahan benua — bukti bahwa continental drift terjadi dalam sejarah manusia yang tercatat."
✓ Yang sebenarnya
Pemisahan benua terjadi ratusan juta tahun lalu secara ilmiah — jauh sebelum manusia ada. 'Ha'arets' dalam frasa ini paling tepat diterjemahkan sebagai 'tanah manusia' atau 'penduduk bumi' — penafsiran yang lebih kontekstual adalah peristiwa Babel (penyebaran bangsa-bangsa) yang terjadi sezaman dengan Peleg.
✕ Sering dikira
"Yoktan adalah saudara lebih muda Peleg, berarti garis Peleg lebih penting karena anak sulung."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut siapa yang lebih tua. Lebih penting: Alkitab sendiri memilih untuk mengikuti garis Peleg (yang menuju Abraham) dan menutup garis Yoktan setelah mendaftar 13 anaknya. Urutan penyebutan tidak menentukan signifikansi — garis Abraham dari Peleg lebih diikuti, bukan karena sulung tapi karena jalur perjanjian.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 10:25
Nama bisa menjadi pengingat akan karya Tuhan dalam hidup kita. Pikirkan bagaimana peristiwa-peristiwa dalam hidupmu membentuk siapa dirimu dan bagaimana Tuhan memakainya untuk tujuan-Nya.
Tuhan, ajari aku melihat tangan-Mu dalam setiap peristiwa, dan jadikan namaku sebagai saksi kesetiaan-Mu. Amin.