Mengembalikan yang Hilang
Imamat 6:4
Hukum tentang Kurban Penebus Salah
“akan terjadi, karena dia telah berdosa dan bersalah, dia harus mengembalikan apa yang telah diambilnya, entah itu dengan merampas, memeras, mengambil barang yang dititipkan kepadanya, atau barang hilang yang ditemukannya,”Imamat 6:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya Imamat 6.5–9 23 atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu,”Imamat 6:4 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang bersalah itu harus membayar kembali semua yang diperolehnya dengan tidak jujur. Pada waktu ia kedapatan bersalah, ia harus membayar penuh kepada pemiliknya, ditambah dua puluh persen.”Imamat 6:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu kamu terbukti bersalah, kamu harus mengembalikan segala sesuatu yang kamu ambil dengan tidak jujur itu, serta membayar denda dua puluh persen dari nilai barang kepada pemiliknya.”Imamat 6:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then it shall be, because he hath sinned, and is guilty, that he shall restore that which he took violently away, or the thing which he hath deceitfully gotten, or that which was delivered him to keep, or the lost thing which he found,”Imamat 6:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:4?
Jika seseorang berdosa dan bersalah, ia harus mengembalikan apa yang telah diambilnya, baik itu rampasan, hasil pemerasan, titipan, atau barang hilang yang ditemukannya.
Latar belakang
Konsekuensi Dosa
Ayat ini menjelaskan bahwa jika seseorang berdosa dengan menipu sesamanya, ia harus mengakui kesalahannya dan mengembalikan apa yang telah diambilnya secara tidak jujur. Ini adalah bagian dari hukum tentang kurban penebus salah, yang menekankan pemulihan hubungan dengan sesama dan dengan Allah.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Hukum Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima firman TUHAN
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֵשִׁיב
hesyiv · mengembalikan
mengembalikan, memulihkan sesuatu ke keadaan semula
גָּזַל
gazal · merampas
merampas, mengambil dengan paksa atau tidak adil
עָשַׁק
ashaq · memeras
menindas, memeras, menekan orang lain
Ketiga kata ini (mengembalikan, merampas, memeras) menunjukkan bahwa dosa merusak hubungan sosial, dan pemulihan harus konkret, bukan hanya perasaan menyesal.
Tahukah kamu
Pengakuan Dulu, Baru Kurban
Urutan ini penting: pengembalian barang dan pengakuan dosa harus terjadi sebelum kurban dipersembahkan. Ini menunjukkan bahwa Allah lebih mementingkan keadilan dan pemulihan daripada sekadar ritual.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:4
Keluaran 22:1
Restitusi
“Jika seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba, lalu menyembelih atau menjualnya, maka ia harus membayar kembali lima ekor lembu untuk lembu itu dan empat ekor domba untuk domba itu.”
Lukas 19:8
Pemulihan
“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah memeras seseorang, aku akan mengembalikannya empat kali lipat."”
Matius 5:23-24
Damaikan dulu
“Sebab itu, jika engkau membawa persembahanmu ke mezbah dan teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu datanglah untuk mempersembahkan persembahanmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:4
✕ Sering dikira
Menganggap dosa hanya urusan vertikal dengan Allah, tanpa perlu memulihkan hubungan dengan sesama.
✓ Yang sebenarnya
Hukum ini menegaskan bahwa dosa terhadap sesama adalah dosa terhadap Allah, dan pemulihan sosial adalah bagian dari pengampunan.
✕ Sering dikira
Mengira pengembalian barang cukup tanpa pengakuan atau kurban.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan bahwa pengembalian dan kurban saling melengkapi; keduanya penting untuk pemulihan penuh.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:4
Pertobatan sejati diikuti dengan pemulihan. Apakah ada yang perlu kita kembalikan atau perbaiki kepada orang lain sebagai bukti penyesalan kita?
Tuhan, beri saya keberanian untuk mengakui kesalahan dan melakukan pemulihan kepada orang yang telah saya rugikan. Amin.