Pemimpin yang berdosa tanpa sengaja
Imamat 4:22
Korban Penghapus Dosa
“‘Jika seorang pemimpin berdosa dan dalam ketidaksengajaannya melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, Allahnya, dia bersalah.”Imamat 4:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau yang berbuat dosa itu seorang pemuka yang tidak dengan sengaja melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, Allahnya, sehingga ia bersalah, Imamat 4.23–27 15”Imamat 4:22 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila yang berdosa seorang penguasa karena dengan tidak disengaja melanggar salah satu perintah TUHAN,”Imamat 4:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Apabila yang berdosa adalah seorang pemimpin Israel dengan tidak sengaja melanggar perintah-Ku, dia tetap bersalah.”Imamat 4:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When a ruler hath sinned, and done somewhat through ignorance against any of the commandments of the LORD his God concerning things which should not be done, and is guilty;”Imamat 4:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 4:22?
Ayat ini mulai membahas korban penghapus dosa bagi seorang pemimpin yang berdosa karena ketidaksengajaan. Ini menunjukkan bahwa siapa pun, termasuk pemimpin, bisa berbuat salah dan perlu bertanggung jawab untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan.
Latar belakang
Pemimpin pun tidak kebal dari dosa
Pasal beralih ke kategori ketiga: pemimpin (nasi). Kata 'nasi' merujuk pada kepala suku atau pemimpin komunitas — bukan imam, bukan rakyat biasa. Bahwa ada peraturan khusus untuknya menunjukkan bahwa tidak ada posisi yang membebaskan seseorang dari akuntabilitas kepada Allah.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · hierarki kepemimpinan yang bertanggung jawab
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang berbicara di Kemah Pertemuan
Kepada
Para Pemimpin Israel
Kepala suku atau pemimpin sipil Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשִׂיא
nasi · pemimpin
Pemimpin, kepala suku, orang yang diangkat — seseorang yang membawa otoritas dan tanggung jawab atas komunitas.
בִּשְׁגָגָה
bishgagah · ketidaksengajaannya
Karena kekeliruan, tanpa niat — kata yang sama dengan ayat 2; dosa tidak sengaja tetap memerlukan pendamaian bagi siapapun.
וְאָשֵׁם
ve'ashem · bersalah
Dan bersalah, menanggung kesalahan — kondisi yang mengharuskan tindakan; bersalah bukan sekadar perasaan tapi status hukum.
Pemimpin 'nasi' pun berdosa 'bishgagah' — bahkan orang terkuat sekalipun bisa keliru. Posisi tidak memberikan kekebalan rohani. Justru semakin tinggi posisi, semakin besar tanggung jawab untuk hidup sesuai standar Allah.
Tahukah kamu
Nasi dalam sejarah Israel
Kata 'nasi' dalam Imamat ini merujuk pada kepala suku atau pemimpin regional. Kata yang sama kemudian digunakan untuk Yusuf di Mesir (pemimpin), untuk raja-raja Israel, bahkan dalam nubuat Yehezkiel untuk pemimpin mesianik masa depan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 4:22
2 Samuel 11:4
pemimpin yang berdosa
“Daud menyuruh orang untuk membawa Batsyeba kepadanya...”
Roma 13:1
pemimpin berasal dari Allah
“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah...”
Yakobus 3:1
pemimpin lebih akuntabel
“Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu bahwa kita yang menjadi guru akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 4:22
✕ Sering dikira
Pemimpin mendapat perlakuan lebih lunak karena jabatannya
✓ Yang sebenarnya
Pemimpin mendapat peraturan yang berbeda karena statusnya berbeda — tapi standar akuntabilitas kepada Allah sama ketatnya; tidak ada pengecualian.
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berlaku untuk pemimpin agama
✓ Yang sebenarnya
Kata 'nasi' merujuk pada pemimpin sipil/suku, bukan pemimpin agama — menunjukkan bahwa semua jenis kepemimpinan berada di bawah hukum Allah.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 4:22
Pemimpin juga manusia dan bisa membuat kesalahan. Penting bagi seorang pemimpin untuk rendah hati mengakui kesalahan dan mencari pemulihan. Ini menjadi teladan bagi orang lain tentang integritas dan tanggung jawab.
Ya Tuhan, berikan kerendahan hati kepada para pemimpin untuk mengakui kesalahan dan mencari pengampunan-Mu. Amin.