Anak domba dihadapkan ke TUHAN di pintu kemah
Imamat 3:7
Kurban Perdamaian: Perjamuan antara Manusia dan Allah
“Jika dia mempersembahkan anak domba sebagai persembahannya, dia harus mempersembahkannya di hadapan TUHAN,”Imamat 3:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau ia mempersembahkan seekor domba sebagai persembahannya, ia harus membawanya ke hadapan TUHAN.”Imamat 3:7 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seseorang mempersembahkan seekor domba, ia harus membawanya ke Kemah TUHAN.”Imamat 3:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila kurbanmu adalah seekor domba, bawalah itu ke hadapan-Ku di depan mezbah-Ku.”Imamat 3:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If he offer a lamb for his offering, then shall he offer it before the LORD.”Imamat 3:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 3:7?
Ayat ini menjelaskan bahwa jika seseorang mempersembahkan anak domba sebagai kurban pendamaian, ia harus membawanya ke hadapan TUHAN, menandakan bahwa persembahan itu dipersembahkan secara langsung dan dengan hormat di hadapan Allah.
Latar belakang
Anak domba sebagai pilihan spesifik
Setelah menyebut domba atau kambing secara umum, teks kini menyebut 'anak domba' secara spesifik. Ini adalah kategori tersendiri karena anak domba memiliki aturan khusus — terutama soal ekor lemak yang besar, yang akan dijelaskan di ayat berikutnya. Anak domba dihadapkan ke hadapan TUHAN — bukan ke hadapan imam, tapi ke hadapan Allah sendiri.
Di mana
Kemah Pertemuan, Sinai
Di depan Kemah Kudus · langkah terakhir sebelum ritual penyembelihan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Pemberi hukum Taurat, berbicara di Sinai
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari Mesir, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כֶּבֶשׂ
keves · anak domba
Anak domba jantan — hewan yang paling umum dalam persembahan harian Israel dan simbol kepolosan.
קָרְבָּנוֹ
qorbano · persembahannya
Persembahannya — dari kata qarob (dekat), menekankan bahwa kurban adalah cara mendekat kepada Allah.
לִפְנֵי יְהוָה
lifney Adonai · di hadapan TUHAN
Di depan wajah TUHAN — ungkapan kehadiran ilahi yang nyata, bukan sekadar arah geografis.
Keves (anak domba) sebagai qorbano (persembahan pendekatan) dipersembahkan lifney Adonai (di hadapan TUHAN) — setiap kata menegaskan bahwa ini bukan ritual biasa tapi perjumpaan langsung dengan Allah.
Tahukah kamu
Anak domba dalam ikonografi Israel kuno
Anak domba (keves) adalah hewan yang paling sering muncul dalam ritual Israel kuno. Dua anak domba dipersembahkan setiap hari sebagai 'tamid' (persembahan rutin pagi-sore). Gambaran domba juga menjadi metafora paling kuat untuk umat Israel yang digembalakan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 3:7
Yohanes 1:29
Anak Domba Allah
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.'”
Keluaran 29:38-39
anak domba rutin harian
“Inilah yang harus kamu persembahkan di atas mazbah: dua ekor anak domba berumur setahun setiap hari, terus-menerus. Seekor anak domba harus kamu persembahkan pada waktu pagi...”
Wahyu 5:12
Anak Domba yang disembelih
“...katanya dengan suara nyaring: 'Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan...'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 3:7
✕ Sering dikira
"Anak domba sama saja dengan domba biasa dalam konteks ini"
✓ Yang sebenarnya
Anak domba memiliki ketentuan khusus — terutama soal ekor lemak yang harus ikut dipersembahkan, yang tidak disebutkan untuk domba dewasa.
✕ Sering dikira
"'Di hadapan TUHAN' hanya berarti menghadap ke arah barat"
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini menyatakan kehadiran ilahi yang nyata — Allah benar-benar hadir di Kemah Pertemuan dan menyaksikan persembahan secara langsung.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 3:7
Seperti anak domba yang dibawa ke hadapan TUHAN, kita juga dipanggil untuk membawa setiap bagian hidup kita kepada Tuhan dengan sikap hormat dan penuh kesadaran. Jangan hanya memberikan sisa waktu atau tenaga, tetapi persembahkan yang terbaik.
Tuhan, ajari aku untuk membawa seluruh hidupku ke hadapan-Mu dengan hormat dan penuh pengabdian, Amin.