Dua Roti Hasil Pertama
Imamat 23:17
Perayaan-Perayaan yang Ditetapkan TUHAN
“Pada hari itu, bawalah dua roti dari rumahmu sebagai persembahan unjukan. Roti itu harus dibuat dari 2/10 efa tepung halus, yang dipanggang dengan ragi sebagai hasil pertama bagi TUHAN.”Imamat 23:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dari tempat kediamanmu kamu harus membawa dua buah roti unjukan yang harus dibuat dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi sebagai hulu hasil bagi TUHAN.”Imamat 23:17 · TB
Terjemahan Baru
“Setiap keluarga harus mempersembahkan dua buah roti untuk persembahan unjukan bagi TUHAN. Tiap roti harus dibuat dari dua kilogram tepung halus pakai ragi dan harus diserahkan kepada TUHAN sebagai persembahan hasil tanah yang pertama.”Imamat 23:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bawalah dua buah roti dari tempat tinggal kalian masing-masing untuk diangkat tinggi sebagai persembahan khusus kepada-Ku. Setiap roti harus dibuat dari 2,2 liter tepung terbaik dari hasil panen pertamamu, yang diolah dengan ragi dan dipanggang.”Imamat 23:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Ye shall bring out of your habitations two wave loaves of two tenth deals: they shall be of fine flour; they shall be baken with leaven; they are the firstfruits unto the LORD.”Imamat 23:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 23:17?
Ayat ini memerintahkan untuk membawa dua roti yang dibuat dengan ragi sebagai persembahan unjukan pada hari Pentakosta. Roti beragi melambangkan hasil panen yang sempurna dan kehidupan yang nyata, dipersembahkan kepada Tuhan sebagai ucapan syukur.
Latar belakang
Roti Beragi sebagai Hasil Pertama
Pada hari ke-50, umat Israel harus membawa dua roti yang dibuat dari tepung halus dan dipanggang dengan ragi sebagai persembahan unjukan. Ini adalah hasil pertama bagi TUHAN, berbeda dengan roti tidak beragi pada Paskah.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, saat perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum dan instruksi
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara Allah dan umat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שְׁתַּיִם
shetayim · dua
angka dua, melambangkan kesaksian atau persatuan
לֶחֶם
lechem · roti
roti, makanan pokok, juga berarti daging atau makanan
חָמֵץ
chametz · beragi
beragi, adonan yang difermentasikan
Roti beragi menunjukkan bahwa Allah menerima persembahan dari kehidupan yang 'beragi' atau tidak sempurna. Kata 'lechem' mengingatkan bahwa Allah adalah penyedia makanan, dan dua roti menandakan kesaksian umat.
Tahukah kamu
Ragi yang Diizinkan
Berbeda dengan perayaan lain yang melarang ragi, di sini ragi justru digunakan, mungkin melambangkan kehidupan sehari-hari yang dipersembahkan kepada Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 23:17
Bilangan 28:26
Perayaan yang sama
“Pada hari buah sulung, ketika kamu mempersembahkan kurban sajian baru kepada TUHAN pada hari raya Tujuh Minggu, haruslah kamu mengadakan pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan pekerjaan berat.”
Ulangan 16:10
Konteks perayaan
“Kemudian rayakanlah hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu, sesuai dengan pemberian sukarela yang kauberikan kepada-Nya, sesuai dengan berkat yang diberikan-Nya kepadamu.”
Kisah Para Rasul 2:1-4
Penggenapan di PB
“Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat. ... Mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 23:17
✕ Sering dikira
Roti beragi bertentangan dengan larangan ragi di tempat lain.
✓ Yang sebenarnya
Larangan ragi umumnya terkait dengan Paskah, tetapi di sini ragi digunakan sebagai simbol kehidupan sehari-hari yang dipersembahkan.
✕ Sering dikira
Persembahan ini tidak memiliki makna bagi orang Kristen.
✓ Yang sebenarnya
Pentakosta di Kisah Para Rasul menggenapi perayaan ini, menunjukkan pencurahan Roh Kudus sebagai hasil pertama bagi Allah.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 23:17
Tuhan menerima kita dengan segala ketidaksempurnaan kita, seperti roti beragi. Persembahkanlah hidupmu apa adanya, dan biarlah Dia memakai untuk kemuliaan-Nya.
Ya Tuhan, terimalah hidupku apa adanya, dan pakailah untuk kemuliaan-Mu. Amin.