Allah memalingkan wajah dari pelanggar
Imamat 20:3
Hukum Kekudusan dan Akibatnya
“Aku sendiri akan memalingkan wajah-Ku dari orang itu dan melenyapkan dia dari antara bangsanya. Sebab, dia telah menyerahkan anaknya kepada Molokh sehingga mencemarkan tempat kudus-Ku dan menajiskan nama-Ku yang kudus.”Imamat 20:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak- Imamat 20.4–8 108 anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus.”Imamat 20:3 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang mengurbankan anaknya kepada Molokh, menajiskan Kemah-Ku dan menghina nama-Ku yang suci. Dia akan Kuhukum dan tidak lagi Kuanggap anggota umat-Ku.”Imamat 20:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku sendiri akan menentang dan menyingkirkan orang itu dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku, karena dengan melakukan itu dia sudah menajiskan kemah-Ku dan melecehkan kekudusan-Ku.”Imamat 20:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I will set my face against that man, and will cut him off from among his people; because he hath given of his seed unto Molech, to defile my sanctuary, and to profane my holy name.”Imamat 20:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 20:3?
Tuhan berfirman bahwa Dia sendiri akan memalingkan wajah-Nya dari orang yang menyembah Molokh dan melenyapkannya dari bangsanya. Ini adalah hukuman ilahi yang menunjukkan betapa seriusnya dosa ini karena mencemarkan tempat kudus dan nama Tuhan.
Latar belakang
Konsekuensi ilahi: dibuang dari umat Allah
Di atas hukuman manusia (rajam), Allah sendiri juga bertindak. 'Memalingkan wajah' adalah ungkapan perjanjian yang berarti Allah menarik perlindungan dan hadirat-Nya. 'Melenyapkan dari bangsa' berarti dikucilkan — kehilangan status sebagai umat Allah.
Di mana
Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · padang gurun
Kapan
~1440 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, hakim tertinggi
Kepada
Umat Israel
Bangsa perjanjian yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַן
natan · memalingkan
Secara harfiah 'memberikan' — di sini 'aku akan memberikan wajah-Ku melawan dia', ungkapan permusuhan aktif.
כָּרַת
karat · melenyapkan
Memotong, membuang — istilah teknis untuk pengucilan dari komunitas perjanjian.
טָמֵא
tame · mencemarkan
Menajiskan, membuat tidak layak — pengorbanan anak bukan hanya kejahatan moral tapi mencemari kekudusan tempat ibadah.
Tindakan penyembahan berhala bukan hanya dosa pribadi — ia mencemari seluruh komunitas dan tempat ibadah Allah, makanya reaksi Allah bersifat komunal.
Tahukah kamu
'Memalingkan wajah' dalam budaya kuno
Di budaya Timur Tengah kuno, raja yang 'memalingkan wajah' dari bawahannya berarti mencabut perlindungan resmi. Seseorang tanpa proteksi raja berarti siapa saja boleh menyerangnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 20:3
Imamat 17:10
formula 'memalingkan wajah'
“Aku sendiri akan memalingkan wajah-Ku dari orang yang memakan darah dan melenyapkan dia dari antara bangsanya.”
Bilangan 15:30-31
hukuman pengucilan
“Tetapi siapa yang berbuat dengan sengaja... orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsa Israel.”
Yehezkiel 14:8
nabi ulang tema ini
“Aku akan memalingkan wajah-Ku dari orang itu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 20:3
✕ Sering dikira
'Melenyapkan dari bangsa' artinya dibunuh Allah langsung
✓ Yang sebenarnya
Istilah ini terutama berarti pengucilan sosial-religius dari komunitas perjanjian, meski kadang bisa termasuk kematian dini.
✕ Sering dikira
Ini kontradiksi: manusia menghukum, Allah juga menghukum?
✓ Yang sebenarnya
Keduanya berjalan paralel — hukum manusia sebagai respons komunal, dan tindakan Allah sebagai konsekuensi spiritual.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 20:3
Kita mungkin tidak menyembah berhala, tetapi dosa yang kita sembunyikan dapat memisahkan kita dari hadirat Tuhan. Mari kita tidak bermain-main dengan dosa, tetapi segera bertobat.
Ya Tuhan, janganlah Engkau memalingkan wajah-Mu dariku. Bersihkanlah hatiku dari segala dosa dan bawa aku kembali ke dalam hadirat-Mu. Amin.