Sisa persembahan jadi milik para imam
Imamat 2:3
Persembahan dari Hasil Bumi
“Sisa persembahan sajian itu menjadi milik Harun dan anak-anaknya, satu bagian yang paling kudus dari persembahan bakaran kepada TUHAN.””Imamat 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Korban sajian selebihnya adalah teruntuk bagi Harun dan anak-anaknya, yakni bagian maha kudus dari segala korban api-apian TUHAN.”Imamat 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“Kurban sajian yang selebihnya adalah untuk para imam. Kurban itu sangat suci karena diambil dari makanan yang sudah dipersembahkan kepada TUHAN.”Imamat 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selebihnya dari persembahan gandum-ganduman itu akan menjadi bagian para imam. Semuanya itu sangat suci karena sudah dipersembahkan kepada-Ku.”Imamat 2:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the remnant of the meat offering shall be Aaron’s and his sons’: it is a thing most holy of the offerings of the LORD made by fire.”Imamat 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 2:3?
Imamat 2:3 menjelaskan bahwa sisa persembahan sajian menjadi milik para imam dan merupakan bagian yang maha kudus. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan bagian dari persembahan untuk menunjang kehidupan para imam. Istilah 'maha kudus' menekankan kekudusan khusus dari persembahan ini, yang hanya boleh dimakan oleh imam di tempat kudus.
Latar belakang
Sisa persembahan adalah berkat bagi imam
Suku Lewi dan para imam tidak mendapat tanah warisan di Kanaan — penghidupan mereka bergantung pada persembahan umat. Sisa persembahan sajian yang tidak dibakar secara resmi menjadi 'milik Harun dan anak-anaknya.' Statusnya istimewa: disebut 'paling kudus' (qodesh qodashim), artinya hanya imam yang boleh memakannya, di tempat kudus.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di tenda pertemuan · area kudus bagi para imam
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Harun dan para imam
Keluarga imamat yang melayani di tenda pertemuan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֹדֶשׁ קָדָשִׁים
qodesh qodashim · yang paling kudus
Secara harfiah 'kekudusan dari segala kekudusan' — tingkatan kekudusan tertinggi, hanya boleh diakses oleh imam
הַנּוֹתֶרֶת
hanotar · sisa
Yang tersisa atau ditinggalkan — bagian yang tidak dibakar, namun tetap memiliki status kudus karena telah dikuduskan
אִשֵּׁי יְהוָה
ishei YHWH · persembahan bakaran
Persembahan dengan api bagi TUHAN — dari kata 'esh' (api), menunjukkan persembahan yang dikuduskan melalui api
Yang tersisa (hanotar) dari persembahan api (ishei) tetap berstatus qodesh qodashim. Ini menegaskan bahwa seluruh persembahan — baik yang dibakar maupun yang dimakan imam — sama-sama kudus di mata Allah.
Tahukah kamu
Kodesh Kodashim — kekudusan bertingkat
Istilah 'yang paling kudus' (qodesh qodashim) juga dipakai untuk ruang terdalam Bait Allah. Sisa persembahan sajian ini disetarakan kekudusannya dengan Tempat Mahakudus — sesuatu yang serius, bukan sekadar jatah makan biasa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:3
Imamat 6:16
imam makan sisa sajian
“Dan sisanya haruslah dimakan oleh Harun dan anak-anaknya; tidak boleh dibakar dengan ragi, haruslah dimakan tanpa ragi di pelataran Kemah Pertemuan.”
Bilangan 18:9
hak imam dari persembahan
“Inilah yang menjadi bagianmu dari persembahan maha kudus yang tidak dibakar habis: setiap persembahan mereka, yakni setiap persembahan sajian, setiap korban penghapus dosa dan setiap korban penebus salah yang mereka kembalikan kepada-Ku, itu adalah maha kudus bagimu dan bagi anak-anakmu.”
1 Korintus 9:13
pelayan altar dapat bagian
“Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 2:3
✕ Sering dikira
Sisa persembahan boleh dimakan siapa saja
✓ Yang sebenarnya
Sisa persembahan sajian berstatus 'paling kudus' dan hanya boleh dimakan oleh imam, di tempat kudus
✕ Sering dikira
Imam menerima ini sebagai upah kerja biasa
✓ Yang sebenarnya
Bagian imam dari persembahan adalah ketetapan Allah, bukan sekadar upah — statusnya sakral dan ada aturan tentang cara memakannya
Renungan
Renungan Singkat Imamat 2:3
Tuhan memperhatikan kebutuhan hamba-hamba-Nya dan menyediakan bagi mereka melalui persembahan umat. Kita dapat mendukung mereka yang melayani Tuhan, baik secara finansial maupun doa, sebagai bentuk penghargaan dan partisipasi dalam pelayanan.
Tuhan, berikan aku hati yang ingin mendukung para hamba-Mu melalui persembahan dan doa, serta menghargai kekudusan-Mu. Amin.