Minyak dan kemenyan di atas bulir gandum
Imamat 2:15
Persembahan dari Hasil Bumi
“Kamu harus mengoleskan minyak di atasnya dan menaruh kemenyan di atasnya. Itulah suatu persembahan sajian.”Imamat 2:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Haruslah kaububuh minyak dan kautaruh kemenyan ke atasnya; itulah korban sajian.”Imamat 2:15 · TB
Terjemahan Baru
“Gandum itu harus dituangi minyak zaitun dan diberi kemenyan di atasnya.”Imamat 2:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tuangkan minyak zaitun dan taruhlah serbuk dupa di atasnya, seperti yang dilakukan pada segala persembahan gandum-ganduman.”Imamat 2:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt put oil upon it, and lay frankincense thereon: it is a meat offering.”Imamat 2:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 2:15?
Minyak melambangkan Roh Kudus atau berkat Allah, dan kemenyan melambangkan doa yang naik kepada-Nya. Dengan mengoleskan minyak dan menaruh kemenyan, persembahan itu menjadi kudus dan berkenan, menunjukkan bahwa kita perlu menguduskan setiap pemberian kita dengan doa dan pimpinan Roh.
Latar belakang
Melengkapi persembahan hasil pertama dengan minyak dan kemenyan
Setelah bulir gandum dipanggang dan ditumbuk, langkah berikutnya adalah menambahkan minyak dan kemenyan — sama seperti persembahan sajian biasa. Ini menegaskan bahwa persembahan dari panen pertama, meskipun berbeda bentuk (bulir, bukan tepung halus), tetap mengikuti prinsip dasar yang sama: disertai minyak dan kemenyan sebagai tanda pengkudusan.
Di mana
Sinai, Padang Gurun
Di tenda pertemuan · aroma minyak dan kemenyan bercampur gandum
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara dari tenda pertemuan
Kepada
Bangsa Israel
Umat tebusan yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׂמְתָּ עָלֶיהָ שֶׁמֶן
samta aleha shemen · mengoleskan minyak
Meletakkan atau menuang minyak di atasnya — tindakan pengkudusan yang menjadikan persembahan biasa menjadi sesuatu yang dikuduskan untuk Allah
לְבֹנָה
levonah · kemenyan
Resin putih dari pohon Boswellia — bahan mahal dari Arab Selatan yang menghasilkan asap harum, simbol doa dan kemurnian
מִנְחָה
minkhah · persembahan sajian
Hadiah atau tribut yang dipersembahkan kepada Allah — mencakup semua jenis persembahan dari hasil bumi dalam pasal ini
Shemen (minyak) dan levonah (kemenyan) selalu hadir dalam setiap jenis minkhah — dari tepung mentah sampai bulir panggang. Ini adalah 'tanda tangan' dari semua persembahan sajian yang sah: dikuduskan dengan minyak, dinaikkan dengan aroma kemenyan.
Tahukah kamu
Kemenyan dari Arab Selatan
Kemenyan (levonah) yang digunakan dalam ibadah Israel berasal dari pohon Boswellia yang tumbuh di Arab Selatan (Yaman dan Oman modern) dan Somalia. Untuk sampai ke padang gurun Sinai, kemenyan ini harus menempuh jalur perdagangan yang panjang — menjadikannya bahan yang sangat berharga dan mahal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 2:15
Mazmur 141:2
kemenyan sebagai doa
“Biarlah doaku dianggap sebagai ukupan yang harum di hadapan-Mu, dan tanganku yang terangkat sebagai korban sembahyang yang petang.”
Wahyu 8:4
asap kemenyan dan doa
“Maka naiklah asap kemenyan itu bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.”
Matius 2:11
kemenyan sebagai persembahan
“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 2:15
✕ Sering dikira
Persembahan dari panen pertama tidak perlu minyak dan kemenyan
✓ Yang sebenarnya
Minyak dan kemenyan wajib ditambahkan pada semua jenis persembahan sajian, termasuk yang dari panen pertama
✕ Sering dikira
Kemenyan hanya untuk memperindah upacara, bukan punya arti khusus
✓ Yang sebenarnya
Kemenyan adalah bahan mahal yang memiliki makna teologis — asapnya yang naik melambangkan doa yang naik ke hadirat Allah
Renungan
Renungan Singkat Imamat 2:15
Sebelum memulai aktivitas atau memberi sesuatu, luangkan waktu untuk berdoa dan minta urapan Tuhan. Dengan cara itu, apa yang kita lakukan menjadi persembahan yang harum di hadapan-Nya, bukan sekadar rutinitas.
Ya Bapa, urapi setiap pekerjaan dan pemberianku dengan Roh-Mu, dan biarlah doaku naik seperti kemenyan ke hadirat-Mu. Amin.