Perjanjian Garam yang Kekal
Bilangan 18:19
Hak dan Bagian Para Imam dan Orang Lewi
PerikopPekerjaan Imam dan Orang Lewi · Bilangan 18:1-32 →“Aku, TUHAN, memberikan segala sesuatu yang dipersembahkan umat Israel sebagai persembahan kudus, menjadi milikmu. Itu akan menjadi bagianmu kepada anak-anakmu, baik laki-laki maupun perempuan. Perjanjian garam ini berlaku untuk selama-lamanya.””Bilangan 18:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu."”Bilangan 18:19 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk selama-lamanya, semua persembahan khusus yang dibawa orang-orang Israel kepada-Ku, Kuberikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan. Peraturan itu berlaku untuk selama-lamanya dan menjadi ikatan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan antara Aku dengan engkau dan keturunanmu."”Bilangan 18:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku memberikan kepada kalian semua persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada-Ku. Bagian ini selalu untukmu dan anak-anakmu, laki-laki maupun perempuan. Perjanjian yang Aku buat denganmu dan keturunanmu ini berlaku untuk selama-lamanya.””Bilangan 18:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All the heave offerings of the holy things, which the children of Israel offer unto the LORD, have I given thee, and thy sons and thy daughters with thee, by a statute for ever: it is a covenant of salt for ever before the LORD unto thee and to thy seed with thee.”Bilangan 18:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 18:19?
Ayat ini menegaskan bahwa pemberian kudus dari umat Israel menjadi bagian Harun dan keturunannya sebagai ketetapan selama-lamanya. Istilah 'perjanjian garam' melambangkan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan, mirip dengan garam yang mengawetkan. Ini menunjukkan bahwa Allah memberikan jaminan yang kekal bagi imam.
Latar belakang
Jaminan TUHAN bagi Harun
Setelah mengatur bagian imam dari berbagai persembahan, TUHAN menegaskan bahwa persembahan kudus dari umat Israel menjadi milik Harun dan keturunannya. Perjanjian ini disebut 'perjanjian garam', yang melambangkan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan dan berlaku selamanya.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di dekat Kemah Pertemuan, saat bangsa Israel berkemah di gunung Sinai
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, pemberi hukum dan perjanjian
Kepada
Harun
Imam besar Israel, kakak Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מֶלַח
melakh · garam
garam, zat yang mengawetkan dan mengikat perjanjian
בְּרִית
berit · perjanjian
perjanjian atau ikatan resmi antara dua pihak
עוֹלָם
olam · selamanya
waktu yang panjang, kekal, atau tanpa akhir
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa pemberian TUHAN kepada imam bukan sekadar hak sementara, melainkan bagian dari ikatan kekal yang 'diasinkan' dengan garam, menandakan ketetapan yang tidak dapat rusak dan berlaku sepanjang masa.
Tahukah kamu
Garam sebagai simbol keabadian
Di Timur Dekat kuno, garam digunakan untuk mengikat perjanjian karena sifatnya yang awet dan tidak mudah rusak. Orang Israel bahkan menyebut 'perjanjian garam' untuk perjanjian yang bersifat kekal, seperti yang disebut dalam 2 Tawarikh 13:5.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 18:19
2 Tawarikh 13:5
istilah perjanjian garam
“Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN, Allah Israel, telah memberikan kuasa kerajaan kepada Daud atas Israel untuk selama-lamanya, kepadanya dan kepada anak-anaknya, berupa perjanjian garam?”
Imamat 2:13
garam dalam korban
“Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam; janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.”
Ibrani 13:20
perjanjian kekal
“Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung kita, yaitu Yesus, Tuhan kita”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 18:19
✕ Sering dikira
Beberapa orang mengira 'perjanjian garam' berarti mereka harus makan garam bersama dalam ritual.
✓ Yang sebenarnya
Frasa ini adalah idiom Ibrani untuk perjanjian yang tidak dapat diubah, tidak terkait dengan ritual makan garam.
✕ Sering dikira
Ada yang berpikir perjanjian ini hanya berlaku untuk imam zaman Musa.
✓ Yang sebenarnya
Teks menegaskan perjanjian ini berlaku 'selamanya' bagi keturunan Harun, sebagai bagian dari ketetapan kekal.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 18:19
Perjanjian garam mengingatkan kita akan kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah. Kita dapat hidup dengan keyakinan bahwa janji-janji-Nya selalu pasti dan tidak akan diingkari.
Tuhan, terima kasih untuk janji-Mu yang kekal dan tidak berubah; ajarlah aku untuk setia seperti Engkau setia. Amin.