Larangan menyembelih hewan di sembarang tempat
Imamat 17:3
Darah Itu Kudus
“Setiap orang dari umat Israel yang menyembelih sapi, domba, atau kambing, baik di dalam ataupun di luar perkemahan,”Imamat 17:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap orang dari kaum Israel yang menyembelih lembu atau domba atau kambing di dalam perkemahan atau di luarnya,”Imamat 17:3 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seorang bangsa Israel mempersembahkan sapi, domba atau kambing kepada TUHAN, binatang itu harus disembelihnya di depan pintu Kemah TUHAN. Kalau ia menyembelihnya di tempat lain, ia melanggar hukum karena menumpahkan darah. Ia tidak lagi dianggap anggota umat Allah.”Imamat 17:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila kamu, orang asli Israel, menyembelih sapi, domba, atau kambing, kamu harus melakukannya di depan kemah-Ku sebagai persembahan bagi-Ku. Apabila kamu menyembelihnya di tempat lain, baik di dalam maupun di luar perkemahan, kamu sudah melanggar perintah-Ku karena menumpahkan darah, dan kamu akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”Imamat 17:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“What man soever there be of the house of Israel, that killeth an ox, or lamb, or goat, in the camp, or that killeth it out of the camp,”Imamat 17:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 17:3?
Ayat ini berbicara tentang larangan menyembelih hewan kurban di sembarang tempat. Setiap orang Israel yang menyembelih hewan untuk kurban harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, tempat Tuhan hadir.
Latar belakang
Tidak boleh sembelih di mana saja
Orang Israel dilarang menyembelih sapi, domba, atau kambing di sembarang tempat — baik di dalam maupun di luar perkemahan — tanpa membawanya ke tenda pertemuan. Ini adalah peraturan sentralisasi ibadah yang ketat. Setiap penyembelihan hewan ternak harus melalui prosedur ibadah resmi.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · kehidupan sehari-hari nomaden
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang menetapkan hukum penyembelihan
Kepada
Seluruh umat Israel
Bangsa Israel yang hidup di tenda-tenda padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִשְׁחָט
yishchat · menyembelih
Dari akar שׁחט (shachat), berarti menyembelih atau membunuh hewan; dalam konteks Imamat selalu terkait dengan ritual dan ibadah.
מַחֲנֶה
machaneh · perkemahan
Berarti kamp atau perkemahan; merujuk pada area di mana tenda-tenda Israel didirikan selama pengembaraan di gurun.
עֵז
ez · kambing
Kata Ibrani untuk kambing betina; bersama domba dan sapi, ini adalah tiga hewan ternak utama yang digunakan dalam ibadah Israel.
Aturan ini tidak sekadar soal kebersihan atau kesehatan — melainkan tentang mengarahkan setiap tindakan penyembelihan, bahkan yang paling "biasa" sekalipun, kepada TUHAN.
Tahukah kamu
Menyembelih = beribadah di dunia kuno
Di Timur Tengah kuno, menyembelih hewan selalu punya dimensi keagamaan. Tidak ada yang namanya "sembelih untuk makan biasa" tanpa aspek ritual. Perintah TUHAN ini justru menertibkan praktik yang sudah ada agar diarahkan kepada-Nya saja.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 17:3
Ulangan 12:13-14
sentralisasi ibadah
“Berhati-hatilah supaya kamu tidak mempersembahkan kurban bakaranmu di setiap tempat yang kamu lihat. Hanya di tempat yang TUHAN pilih.”
Ulangan 12:21
peraturan sembelihan
“Jika tempat yang dipilih TUHAN terlalu jauh darimu, kamu boleh menyembelih ternak dari kawanan sapi atau dombamu.”
Kejadian 4:4
persembahan hewan
“Habel membawa kurban dari anak sulung kawanan dombanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 17:3
✕ Sering dikira
"Orang Israel tidak boleh makan daging sama sekali"
✓ Yang sebenarnya
Mereka boleh makan daging — hanya saja prosedur penyembelihannya harus dilakukan di tempat yang ditentukan TUHAN.
✕ Sering dikira
"Aturan ini hanya soal kebersihan makanan"
✓ Yang sebenarnya
Ini terutama soal ibadah dan kekudusan — setiap sembelihan adalah tindakan keagamaan yang harus dilakukan dengan benar.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 17:3
Saat kita beribadah, kita harus datang dengan sikap yang benar, menghormati kekudusan Tuhan. Jangan asal-asalan dalam melayani Tuhan, tapi persembahkan yang terbaik.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu menghormati hadirat-Mu dalam setiap ibadah dan pelayananku. Amin.