Persembahan dua burung di hari kedelapan
Imamat 14:22
Hukum Penahiran Kusta dan Rumah
“dan dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda sesuai kemampuannya. Yang seekor untuk kurban penghapus dosa dan yang seekor untuk kurban bakaran.”Imamat 14:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan lagi dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati sekadar kemampuannya, yang seekor harus menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran. Imamat 14.23–28 74”Imamat 14:22 · TB
Terjemahan Baru
“Ia harus juga membawa dua ekor burung merpati muda atau tekukur muda: seekor untuk kurban pengampunan dosa dan seekor lagi untuk kurban bakaran.”Imamat 14:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia juga harus membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang satu untuk kurban penghapus dosa, dan yang satunya untuk kurban yang dibakar habis.”Imamat 14:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And two turtledoves, or two young pigeons, such as he is able to get; and the one shall be a sin offering, and the other a burnt offering.”Imamat 14:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 14:22?
Orang miskin juga membawa dua ekor burung tekukur atau merpati muda sebagai persembahan: seekor untuk kurban penghapus dosa dan seekor untuk kurban bakaran. Ini melengkapi persembahan penahiran sesuai dengan kemampuan ekonomi, menunjukkan bahwa Allah menghargai korban yang tulus sesuai kemampuan, bukan besarnya nilai.
Latar belakang
Akomodasi untuk yang miskin
Ayat ini melanjutkan instruksi untuk penahiran orang kusta yang miskin. Mereka yang tidak mampu membawa persembahan lengkap (dua domba, tepung, minyak) diperbolehkan membawa seekor domba jantan untuk kurban penghapus salah, tepung, dan minyak, serta dua burung. Ini menunjukkan bahwa Allah menyediakan jalan bagi semua orang untuk dipulihkan, tanpa memandang status ekonomi.
Di mana
Gunung Sinai
Perkemahan Israel, di kaki gunung
Kapan
~1445 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima Hukum Taurat
Kepada
Orang Israel
Umat yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תֹּרִים
torim · dua ekor burung tekukur
Burung dara yang umum digunakan dalam persembahan, melambangkan kemurnian dan pengorbanan.
אוֹ
o · atau
Kata penghubung yang memberikan pilihan, menunjukkan fleksibilitas dalam pemenuhan persembahan.
בְּנֵי יוֹנָה
bene yonah · dua ekor burung merpati muda
Anak burung merpati, juga simbol kesucian dan ketundukan dalam persembahan.
Pilihan antara burung tekukur dan merpati muda menekankan bahwa yang penting bukan jenis burungnya, tetapi hati yang mau mematuhi hukum dan dikuduskan.
Tahukah kamu
Burung tekukur dan merpati muda
Burung tekukur dan merpati muda adalah persembahan yang sama yang dibawa oleh Maria dan Yusuf saat mempersembahkan Yesus di Bait Allah (Lukas 2:24), menunjukkan bahwa mereka tidak mampu membeli domba.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 14:22
Imamat 5:7
menunjukkan prinsip yang sama
“Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka ia harus mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salahnya dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda.”
Lukas 2:24
persembahan orang miskin
“dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.”
2 Korintus 8:12
Allah menerima kemampuan kita
“Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 14:22
✕ Sering dikira
Mengira bahwa orang miskin mendapat persembahan 'kelas dua' yang kurang berharga.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan tidak membedakan nilai korban; burung tetap diterima dan dihargai sama.
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini hanya tentang ritual kuno tanpa relevansi.
✓ Yang sebenarnya
Ini mengajarkan tentang kasih Allah yang inklusif dan kepedulian pada yang kurang mampu.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 14:22
Saat memberi, baik persembahan, waktu, atau tenaga, lakukan dengan ikhlas sesuai kemampuan. Tuhan tidak menuntut yang di luar batas kita, tetapi Dia senang melihat hati yang tulus dan penuh syukur.
Tuhan, mampukan aku memberi dengan sukacita dan tulus sesuai kemampuanku, bukan karena paksaan atau pamrih. Amin.