Pemeriksaan hari ketujuh
Imamat 13:32
Hukum tentang Penyakit Kulit
“Pada hari ketujuh, imam harus memeriksanya lagi. Jika kudis itu tidak menyebar dan tidak ada rambut kekuning-kuningan yang tumbuh pada bagian itu, serta kudis itu tidak terlihat lebih dalam daripada kulit,”Imamat 13:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada hari yang ketujuh imam harus memeriksa penyakit itu; bila ternyata kudis itu tidak meluas dan tidak ada Imamat 13.33–37 65 rambut yang kuning padanya, dan kudis itu tidak kelihatan lebih dalam dari kulit,”Imamat 13:32 · TB
Terjemahan Baru
“Pada hari yang ketujuh, imam harus memeriksa kembali bagian yang sakit, dan kalau penyakit itu tidak menyebar serta tidak terdapat rambut atau jenggot yang kekuning-kuningan di bagian itu, lagipula tampaknya tidak lebih dalam dari kulit di sekitarnya,”Imamat 13:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada hari ketujuh orang itu harus kembali untuk diperiksa. Jika penyakitnya tidak menyebar, tidak ada rambut kuning pada bagian kulit itu, dan permukaan kulit di bagian itu tidak terlihat lebih dalam daripada kulit sekitarnya,”Imamat 13:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And in the seventh day the priest shall look on the plague: and, behold, if the scall spread not, and there be in it no yellow hair, and the scall be not in sight deeper than the skin;”Imamat 13:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 13:32?
Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari ketujuh, imam harus memeriksa kembali orang tersebut. Jika kudis tidak menyebar, tidak ada rambut kuning, dan tidak lebih dalam dari kulit, maka orang itu diasingkan lagi selama tujuh hari. Ini adalah bagian dari proses karantina untuk memastikan penyakit tidak menular.
Latar belakang
Perkembangan kudis tidak menyebar
Pada hari ketujuh, imam memeriksa kembali orang itu. Jika kudis tidak menyebar, tidak ada rambut kuning yang tumbuh di situ, dan kudis tidak lebih dalam dari kulit, maka imam akan memberi instruksi lebih lanjut, yaitu mencukur rambut kecuali di area kudis, dan mengasingkan orang itu tujuh hari lagi.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, dalam perkemahan Israel
Kapan
~1446 SM
Pembentukan hukum Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima Taurat
Kepada
Imam-imam
Para imam, termasuk Harun dan anak-anaknya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּשָׂה
pasah · menyebar
meluas, menyebar
צָהֹב
tsahov · kekuning-kuningan
kuning, keemasan
גָּדַל
gadal · tumbuh
tumbuh, menjadi besar
Kata 'pasah' (menyebar) adalah indikator penting: jika penyakit menyebar, itu najis; jika tidak, itu tahir. 'Tsahov' (kuning) dan 'gadal' (tumbuh) menunjukkan bahwa imam harus jeli melihat perubahan-perubahan kecil pada kondisi kulit.
Tahukah kamu
Rambut kuning sebagai tanda
Rambut kuning atau kekuningan adalah salah satu tanda diagnostic untuk kusta dalam aturan ini. Ini berbeda dari rambut putih yang disebut untuk penyakit kulit lainnya, menunjukkan bahwa jenis kudis ini memiliki ciri khusus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 13:32
Imamat 13:27
Penyebaran menunjukkan najis
“Pada hari yang ketujuh imam harus memeriksa dia; jika penyakit itu meluas pada kulit, maka imam harus menyatakan dia najis, itu penyakit kusta.”
Imamat 13:22
Meluas = najis
“Jika itu meluas pada kulit, maka imam harus menyatakan dia najis, itu penyakit kusta.”
Imamat 14:8
Pencukuran untuk penyucian
“Orang yang hendak ditahirkan itu harus mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi tahir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 13:32
✕ Sering dikira
Mengira bahwa orang yang tidak sembuh dalam 7 hari otomatis najis.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru memberi kesempatan kedua; jika tidak ada tanda-tanda penyebaran, orang itu akan menjalani masa isolasi kedua, bukan langsung dinyatakan najis.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa rambut kuning adalah warna rambut alami yang biasa.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, rambut kuning adalah tanda penyakit, bukan warna rambut yang normal.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 13:32
Ketekunan dalam memeriksa dan mengevaluasi kembali adalah penting. Dalam hidup, kita perlu melakukan refleksi berkala untuk memastikan kita tidak mengabaikan masalah yang bisa memburuk.
Ya Tuhan, berikan kami ketekunan untuk memeriksa kembali langkah kami dan tidak mudah puas dengan kondisi yang tampak baik. Amin.