Diagnosa Kusta dari Luka Bakar
Imamat 13:25
Hukum tentang Penyakit Kulit dan Kusta
PerikopPeraturan tentang Penyakit Kulit · Imamat 13:1-59 →“imam harus memeriksanya. Jika rambut pada bagian itu menjadi putih dan bercak itu terlihat lebih dalam daripada kulit, itu adalah kusta yang muncul dari luka bakar tadi. Lalu, imam harus menyatakan bahwa orang itu najis. Itu adalah penyakit kusta.”Imamat 13:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka imam harus memeriksa panau itu; bila ternyata bulu pada panau itu berubah menjadi putih dan panau itu kelihatan lebih dalam dari kulit, maka yang timbul di dalam lecur itu adalah penyakit kusta, dan imam harus menyatakan orang itu najis; itu penyakit kusta.”Imamat 13:25 · TB
Terjemahan Baru
“imam harus memeriksanya. Kalau bulu di bagian itu menjadi putih dan lukanya lebih dalam dari kulit di sekitarnya, maka penyakit kulit yang berbahaya sudah berjangkit pada luka bakar itu, dan imam harus menyatakan orang itu najis.”Imamat 13:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“maka dia harus menunjukkannya kepada imam. Jika warna bulu pada luka itu memutih dan permukaan kulit pada lukanya tampak lebih dalam daripada bagian kulit sekitarnya, maka penyakit kulit menular sudah muncul pada luka bakar itu. Imam akan menyatakan bahwa orang itu najis.”Imamat 13:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then the priest shall look upon it: and, behold, if the hair in the bright spot be turned white, and it be in sight deeper than the skin; it is a leprosy broken out of the burning: wherefore the priest shall pronounce him unclean: it is the plague of leprosy.”Imamat 13:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 13:25?
Ayat ini berbicara tentang luka bakar yang berpotensi menjadi tanda kusta. Jika pada bekas luka bakar muncul bengkak putih atau bercak keputihan, dan rambut di tempat itu berubah putih serta tampak lebih dalam dari kulit, imam harus menyatakannya najis karena itu adalah penyakit kusta yang timbul dari luka bakar. Ini menunjukkan perlunya pemeriksaan cermat terhadap tanda-tanda penyakit, baik fisik maupun rohani.
Latar belakang
Tanda Kusta pada Luka Bakar
Ayat ini menjelaskan kriteria yang harus diperiksa imam: jika rambut di bercak menjadi putih dan bercak itu tampak lebih dalam dari kulit, maka itu adalah kusta yang berasal dari luka bakar, dan orang itu najis.
Di mana
Gunung Sinai
Di perkemahan Israel di kaki gunung
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima Taurat
Kepada
Imam Harun dan anak-anaknya
Imam-imam yang bertugas memeriksa penyakit
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שֵׂעָר
se'ar · rambut
rambut atau bulu pada kulit
לָבָן
lavan · putih
berwarna putih, sering dikaitkan dengan kemurnian atau kekudusan
עָמֹק
amoq · lebih dalam
lebih dalam dari permukaan, menunjukkan tingkat keparahan
Perpaduan 'se'ar' putih dan 'amoq' menunjukkan bahwa kusta bukan hanya kulit luar, tetapi sudah menembus lebih dalam, sehingga dianggap serius dan najis.
Tahukah kamu
Rambut putih sebagai tanda
Dalam pengobatan kuno, rambut putih di area luka adalah indikator yang digunakan untuk membedakan kusta dari penyakit kulit lainnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 13:25
Imamat 13:3
Kriteria serupa
“Jika rambut di bagian penyakit itu menjadi putih dan tampak lebih dalam dari kulit tubuhnya, itu adalah penyakit kusta.”
Bilangan 12:10
Kusta putih
“Maka awan itu naik dari atas kemah, dan lihatlah, Miryam sakit kusta, putih seperti salju.”
Lukas 5:12
Penyakit kusta
“Ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 13:25
✕ Sering dikira
Semua luka bakar yang putih dianggap kusta.
✓ Yang sebenarnya
Hanya jika ada rambut putih dan luka lebih dalam, barulah dinyatakan najis.
✕ Sering dikira
Kusta di sini sama dengan penyakit Hansen modern.
✓ Yang sebenarnya
Istilah 'kusta' dalam Alkitab mencakup berbagai penyakit kulit, bukan hanya kusta modern.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 13:25
Seperti luka bakar yang perlu diperiksa dengan teliti, kita perlu jujur memeriksa luka emosional atau dosa yang mungkin berkembang dalam diri kita. Jangan biarkan masalah kecil dibiarkan hingga menjadi besar.
Tuhan, ajar kami untuk berani memeriksa diri kami dengan jujur, supaya luka rohani yang kami alami dapat disembuhkan oleh-Mu. Amin.