Abimelekh menghancurkan Sikhem
Hakim-hakim 9:45
Raja durjana dan akhirnya
“Abimelekh berperang melawan kota itu sepanjang hari. Dia merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang berada di dalamnya, kemudian merobohkan kota dan menaburinya dengan garam.”Hakim-hakim 9:45 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sehari-harian itu Abimelekh berperang melawan kota itu; ia merebut kota itu dan membunuh orang- orang yang di dalamnya; kemudian dirobohkannya kota itu dan ditaburinya dengan garam. Hakim-hakim 9.46–50 57”Hakim-hakim 9:45 · TB
Terjemahan Baru
“Abimelekh bertempur terus sepanjang hari dan menduduki kota itu; penduduknya dibunuh, lalu kotanya dihancurkannya kemudian ditaburi garam.”Hakim-hakim 9:45 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abimelek berperang melawan Sikem sepanjang hari. Dia merebut kota itu, membunuh semua penduduknya, lalu menghancurkan kota itu dan menaburinya dengan garam.”Hakim-hakim 9:45 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abimelech fought against the city all that day; and he took the city, and slew the people that was therein, and beat down the city, and sowed it with salt.”Hakim-hakim 9:45 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 9:45?
Abimelekh berperang sepanjang hari dan merebut kota Sikhem. Ia membunuh penduduknya, merobohkan kota, dan menaburi tanahnya dengan garam sebagai tanda kutuk, membuat tanah itu tidak subur.
Latar belakang
Kota yang dikutuk
Abimelekh berperang melawan kota Sikhem sepanjang hari, merebutnya, dan membunuh penduduknya. Ia merobohkan kota itu dan menaburi tanahnya dengan garam sebagai tanda kutuk permanen.
Di mana
Sikhem
Di kota Sikhem, setelah penaklukan
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis
Sejarawan yang menyusun kisah ini untuk mengajar umat
Kepada
Pembaca
Orang yang ingin mengerti karya Allah dalam sejarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַץ
natats · merobohkan
meruntuhkan atau menghancurkan bangunan sampai rata
זָרַע
zara · menaburi
menabur atau menyebarkan sesuatu, biasanya benih
מֶלַח
melakh · garam
mineral asin, simbol ketidaksuburan dan kutukan
Ketiga kata ini menunjukkan tindakan penghakiman total: meruntuhkan bangunan, menaburkan garam seperti benih, dan membuat tanah mati.
Tahukah kamu
Garam sebagai kutukan
Menaburi kota dengan garam adalah cara kuno untuk membuat tanah tidak subur lagi, jadi kota itu tidak bisa dihuni atau ditanami.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 9:45
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 9:45
✕ Sering dikira
Garam di sini hanya untuk membuat tanah tidak subur secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Garam adalah simbol kutukan ilahi; kota itu dikhususkan untuk kebinasaan.
✕ Sering dikira
Abimelekh hanya menghancurkan kota, tidak membunuh orang.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini jelas: ia membunuh orang-orang yang ada di dalamnya, lalu merobohkan kota.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 9:45
Tindakan kejam ini mengingatkan kita bahwa membalas dendam dengan kekerasan hanya akan menghancurkan. Lebih baik mengampuni dan meninggalkan pembalasan kepada Tuhan yang adil.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari keinginan untuk membalas dendam; ajari aku untuk mengampuni dan mempercayakan keadilan kepada-Mu. Amin.