Semak Duri Dipilih

Hakim-hakim 9:14

Pohon Memilih Raja: Tamparan di Sikhem

Akhirnya, segala pohon itu berkata kepada semak duri, ‘Marilah, memerintahlah atas kami.’

Hakim-hakim 9:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 9:14?

Karena pohon zaitun, ara, dan anggur menolak, pohon-pohon meminta semak duri menjadi raja. Ini ironis karena semak duri tidak berguna dan bahkan berbahaya, melambangkan pemimpin yang buruk.

Latar belakang

Pilihan Terakhir: Semak Duri

Setelah pohon zaitun, ara, dan anggur menolak, pohon-pohon akhirnya meminta semak duri yang tidak berguna untuk menjadi raja. Ini menggambarkan absurditas pilihan orang Sikhem.

Di mana

Gunung Gerizim

Puncak gunung, dekat Sikhem

Kapan

~1150 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Anggur menolak tawaran
Kutuk semak duri
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yotam

Anak bungsu Yerubaal, penyintas tunggal

P

Kepada

Penduduk Sikhem

Warga kota Sikhem dan Bet-Milo

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָטָד

atad · semak duri

semak berduri, onak

אָמַר

amar · berkata

berkata, mengucapkan

עֵץ

ets · pohon-pohon

pohon, kayu

Semak duri melambangkan orang yang tidak layak memerintah; kata kerjanya menunjukkan kesombongan semak duri yang berani menantang.

Tahukah kamu

Semak Duri yang Mudah Terbakar

Semak duri di Timur Tengah mudah terbakar dan bisa memicu kebakaran besar, cocok dengan ancaman dalam perumpamaan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 9:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 9:14

✕  Sering dikira

Semak duri adalah tanaman yang baik dan kuat.

✓  Yang sebenarnya

Justru melambangkan kelemahan dan ketidaklayakan.

✕  Sering dikira

Pohon-pohon memilih semak duri karena bijak.

✓  Yang sebenarnya

Ini keputusan bodoh yang memalukan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 9:14

Sering kita memilih pemimpin yang populer tapi tidak berkualitas. Hati-hati dalam memilih pemimpin, baik dalam organisasi, gereja, maupun pemerintahan.

Ya Allah, berikan kami kebijaksanaan untuk memilih pemimpin yang berintegritas, bukan yang hanya pandai bicara. Amin.