Membagi Tiga Ratus Prajurit
Hakim-hakim 7:16
Strategi Gideon: Tiga Ratus Orang
“Dia membagi ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan, dan dia memberikan trompet ke tangan mereka semua dan tempayan kosong dengan suluh di dalam tempayan itu.”Hakim-hakim 7:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.”Hakim-hakim 7:16 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Gideon membagi ketiga ratus anak buahnya menjadi tiga regu. Setiap orang diberi sebuah trompet dan sebuah kendi yang berisi obor.”Hakim-hakim 7:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia membagi ketiga ratus prajuritnya menjadi tiga kelompok, kemudian memberi mereka masing-masing terompet dan kendi kosong dengan obor di dalamnya.”Hakim-hakim 7:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he divided the three hundred men into three companies, and he put a trumpet in every man’s hand, with empty pitchers, and lamps within the pitchers.”Hakim-hakim 7:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:16?
Gideon membagi 300 orang menjadi tiga pasukan dan memberi mereka trompet serta tempayan kosong berisi suluh. Ini adalah strategi yang tidak biasa: bukan senjata, tetapi bunyi, cahaya, dan gerakan yang mengecoh musuh. Tuhan memakai cara yang sederhana untuk menunjukkan kuasa-Nya.
Latar belakang
Persiapan Menyerang
Gideon membagi 300 orang menjadi tiga pasukan dan memberi mereka trompet, tempayan kosong, dan suluh. Ini adalah persiapan taktis yang akan mengecoh musuh.
Di mana
Lembah Yizreel, dekat mata air Harod
Malam hari, berkemah di dekat pertempuran
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis kitab Hakim-hakim
Penulis sejarah Israel, hidup ~abad ke-10 SM
Kepada
Pembaca kitab
Umat Israel yang membaca kisah ini turun-temurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָלַק
chalaq · membagi
Memisahkan menjadi bagian-bagian atau kelompok
שׁוֹפָר
shofar · trompet
Tanduk domba yang ditiup sebagai isyarat
כַּד
kad · tempayan
Guci atau kendi tanah liat
Ketiga kata ini menekankan rencana yang teratur dan perlengkapan yang tidak biasa—bukan senjata konvensional—sebagai alat kemenangan dari Tuhan.
Tahukah kamu
Trick Taktik Perang
Tempayan yang dipecahkan dan suluh yang menyala menciptakan ilusi pasukan besar di malam hari, membuat musuh panik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:16
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:16
✕ Sering dikira
Suluh hanya untuk penerangan biasa.
✓ Yang sebenarnya
Suluh justru disembunyikan dan dinyalakan dengan tempayan menutupinya, agar menyala di waktu yang tepat.
✕ Sering dikira
Pembagian pasukan adalah taktik militer biasa.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pengurangan besar-besaran yang menonjolkan kuasa Tuhan, bukan kekuatan manusia.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:16
Tuhan tidak selalu memakai cara yang masuk akal. Terkadang Dia meminta kita melakukan hal yang tampak tidak efisien, tetapi justru di situlah kuasa-Nya dinyatakan. Jangan takut melangkah di luar zona nyaman jika Tuhan yang memimpin.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk menaati pimpinan-Mu, walaupun caranya tidak biasa. Amin.