Terompet, Tempayan, dan Teriakan Perang
Hakim-hakim 7:20
Kemenangan Gideon dengan Tiga Ratus Orang
“Ketiga pasukan itu meniup trompet dan memecahkan tempayan, dengan memegang suluh di tangan kirinya dan meniup trompet di tangan kanannya, sambil berseru, “Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!””Hakim-hakim 7:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"”Hakim-hakim 7:20 · TB
Terjemahan Baru
“Kedua regu yang lainnya berbuat begitu juga. Lalu mereka semuanya mengangkat obor-obor mereka dengan tangan kiri, dan meniup trompet yang ada di tangan kanan mereka. Mereka berteriak, "Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!"”Hakim-hakim 7:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka ketiga kelompok pasukan itu meniup terompet dan memecahkan kendi. Mereka memegang obor di tangan kiri dan terompet di tangan kanan. Lalu mereka berteriak, “Berperanglah untuk TUHAN dan Gideon. Serang!””Hakim-hakim 7:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the three companies blew the trumpets, and brake the pitchers, and held the lamps in their left hands, and the trumpets in their right hands to blow withal: and they cried, The sword of the LORD, and of Gideon.”Hakim-hakim 7:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 7:20?
Ketiga pasukan itu meniup trompet dan memecahkan tempayan, memegang suluh di tangan kiri dan trompet di tangan kanan, sambil berseru, 'Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!' Ini adalah seruan perang yang menegaskan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan dan Gideon sebagai pemimpin-Nya.
Latar belakang
Teriakan Perang yang Menggelegar
Ketiga pasukan serentak meniup trompet, memecahkan tempayan, dan berteriak sambil memegang suluh di tangan kiri serta trompet di tangan kanan. Teriakan 'Pedang untuk TUHAN dan untuk Gideon!' menggema di seluruh lembah, menciptakan kepanikan massal.
Di mana
Lembah dekat Mata Air Harod
Di sekeliling perkemahan Midian
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Tradisi Yahudi dan Kristen mengaitkan penulisan dengan Samuel, namun identitasnya tidak pasti.
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Orang-orang yang mencari teladan iman dan ketaatan kepada Tuhan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֶרֶב
cherev · Pedang
Senjata tajam, melambangkan peperangan.
תָּקַע
taqa · meniup
Meniup sangkakala dengan kuat.
קָרָא
qara · berseru
Memanggil, berteriak dengan nyaring.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kemenangan bukan dari kekuatan fisik, tetapi dari proklamasi yang berani atas nama Tuhan—'Pedang' melambangkan otoritas, 'meniup' tindakan iman, dan 'berseru' deklarasi publik.
Tahukah kamu
Suluh dalam Tempayan
Suluh yang tersembunyi dalam tempayan tiba-tiba menyala saat tempayan dipecahkan, memberikan kesan bahwa pasukan yang sangat besar muncul dari kegelapan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 7:20
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 7:20
✕ Sering dikira
Mereka benar-benar bertarung dengan pedang.
✓ Yang sebenarnya
Mereka hanya berteriak 'Pedang' sebagai seruan perang, sementara Tuhan yang membuat musuh saling membunuh.
✕ Sering dikira
Suluh dan tempayan adalah perlengkapan sihir.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah strategi militer sederhana yang dipakai Tuhan untuk mengelabui musuh.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 7:20
Seruan 'Pedang untuk TUHAN' mengingatkan kita untuk memulai setiap peperangan rohani dengan mengakui kedaulatan Tuhan. Saat menghadapi masalah, serukan nama Tuhan dan percayalah bahwa Dialah yang berperang bagi kita.
Ya Tuhan, ajar aku untuk berseru pada-Mu dalam setiap pertempuran hidupku, mengakui bahwa kemenangan hanya dari-Mu. Amin.