Tuntutan Hukuman Mati untuk Gideon
Hakim-hakim 6:30
Gideon Dipanggil Menjadi Hakim Israel
“Kemudian, orang-orang kota itu berkata kepada Yoas, “Bawalah anakmu keluar, dia harus mati karena telah merobohkan mazbah Baal dan karena dia telah menebang tiang berhala yang ada di atasnya.””Hakim-hakim 6:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: "Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya."”Hakim-hakim 6:30 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu kata mereka kepada Yoas, "Anakmu telah membongkar mezbah Baal dan merobohkan tiang perlambang Dewi Asyera yang di sebelah mezbah itu. Karena itu, bawalah anakmu itu keluar ke sini. Dia harus mati!"”Hakim-hakim 6:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian orang-orang kota itu berseru kepada Yoas, “Bawa anakmu keluar! Dia harus mati karena dia merobohkan mezbah Baal dan menebang tiang dewi Asyera di sebelahnya.””Hakim-hakim 6:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then the men of the city said unto Joash, Bring out thy son, that he may die: because he hath cast down the altar of Baal, and because he hath cut down the grove that was by it.”Hakim-hakim 6:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 6:30?
Orang-orang kota menuntut Yoas untuk menyerahkan Gideon agar dibunuh karena telah merobohkan mezbah Baal dan menebang tiang berhala. Mereka marah karena tindakan Gideon dianggap menghina dewa mereka.
Latar belakang
Warga Menuntut Nyawa Gideon
Orang-orang kota datang kepada Yoas dan menuntut agar Gideon diserahkan untuk dihukum mati karena telah merobohkan mazbah Baal dan menebang tiang berhala di atasnya. Tindakan ini dianggap sebagai penghujatan yang sangat serius, dan mereka ingin memberikan hukuman setimpal.
Di mana
Ofra
Di depan rumah Yoas atau di tempat umum
Kapan
~1150 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Orang-orang kota Ofra
Penduduk kota yang marah dan ingin menegakkan kehormatan Baal
Kepada
Yoas
Ayah Gideon, pemilik mazbah Baal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הוֹצֵא
hotse · bawalah
bawa keluar, keluarkan
מוּת
mut · mati
mati, dihukum mati
נָתַץ
natats · merobohkan
merobohkan, menghancurkan
Kata 'bawa keluar' menunjukkan mereka ingin mengeksekusi Gideon secara publik. Hukuman mati adalah akibat dari tindakan yang dianggap menantang otoritas ilahi Baal, dan mereka ingin memulihkan nama baik dewa mereka.
Tahukah kamu
Hukuman Mati untuk Penghujatan
Dalam masyarakat kuno, merusak tempat ibadah atau menghina dewa sering dianggap sebagai kejahatan yang layak dihukum mati, karena dapat memicu murka dewa terhadap seluruh komunitas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 6:30
Imamat 24:16
Hukuman mati untuk penghujatan
“Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati; seluruh jemaah harus melempari dia dengan batu.”
1 Samuel 17:26
Menghina dewa
“Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cela dari Israel? Sebab siapakah orang Filistin yang tidak bersunat ini, sampai ia berani mencela barisan dari Allah yang hidup?"”
Yohanes 10:33
Tuduhan penghujatan
“Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya manusia, menyamakan diri-Mu dengan Allah."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 6:30
✕ Sering dikira
Mengira warga kota hanya ingin menakut-nakuti Gideon.
✓ Yang sebenarnya
Mereka serius dan siap untuk membunuh Gideon; tuntutan mereka jelas dan tegas.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa Yoas akan langsung menyerahkan anaknya.
✓ Yang sebenarnya
Yoas justru membela anaknya dengan argumen yang cerdas, seperti terlihat di ayat berikutnya.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 6:30
Terkadang orang-orang di sekitar kita lebih setia kepada tradisi atau kebiasaan daripada kepada Allah yang hidup. Jangan takut untuk berbeda demi kebenaran, karena Tuhan sanggup melindungi kita.
Ya Allah, beri aku keteguhan hati untuk tetap setia kepada-Mu meski orang lain menentang, dan percaya bahwa Engkau adalah pembelaku. Amin.