Membayangkan jarahan perang
Hakim-hakim 5:30
Nyanyian Kemenangan Debora
“‘Bukankah mereka mendapat dan membagi-bagi jarahan, satu dua orang gadis untuk setiap orang? Jarahan kain berwarna untuk Sisera, jarahan kain berwarna yang bersulam, dua helai kain berwarna-warni untuk lehernya penjarah?’”Hakim-hakim 5:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk leherku?"”Hakim-hakim 5:30 · TB
Terjemahan Baru
“"Mereka sedang membagi-bagi barang rampasan, untuk tiap prajurit, satu atau dua perawan. Untuk Sisera, bahan baju yang paling berharga, untuk ratu, selendang bersulam aneka warna."”Hakim-hakim 5:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(5:29)”Hakim-hakim 5:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Have they not sped? have they not divided the prey; to every man a damsel or two; to Sisera a prey of divers colours, a prey of divers colours of needlework, of divers colours of needlework on both sides, meet for the necks of them that take the spoil?”Hakim-hakim 5:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 5:30?
Ibu Sisera membayangkan jarahan yang akan dibawa putranya, termasuk gadis-gadis dan kain berwarna. Ini menunjukkan keserakahan dan keangkuhan musuh Israel, yang justru berakhir dengan kehancuran.
Latar belakang
Keserakahan yang berujung maut
Mereka membayangkan Sisera membagi-bagi jarahan: gadis-gadis, kain berwarna, dan sulaman. Ini menunjukkan mentalitas penjarah yang tamak. Ironisnya, Sisera tidak mendapat apa-apa karena ia sudah tewas di tangan Yael.
Di mana
Kanaan
Dalam nyanyian, di istana ibu Sisera
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis kitab Hakim-hakim
Editor yang menyusun tradisi Israel
Kepada
Pembaca kitab Hakim-hakim
Komunitas umat Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלָל
shalal · jarahan
Barang rampasan perang, harta yang diambil.
שָׁסָה
shasah · penjarah
Orang yang merampok atau menjarah.
רַחַם
rakham · gadis
Perempuan muda, sering menjadi korban perang.
Ketiga kata ini menggambarkan kekejaman perang: manusia dianggap sebagai barang, dan kekayaan menjadi tujuan. Ini mengkritik kesombongan musuh yang berakhir dengan kehancuran.
Tahukah kamu
Kain berwarna sebagai kemewahan
Di zaman kuno, kain berwarna ungu atau merah sangat mahal karena pewarna dari siput laut. Itu simbol kekayaan dan status, sehingga menjadi rebutan dalam jarahan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 5:30
Nahum 3:4
Kecemaran bangsa
“Karena banyaknya persundalan si perempuan mesum, cantik parasnya dan pandai memikat, yang menjual bangsa-bangsa dengan persundalannya dan kaum-kaum dengan sihirnya.”
Mazmur 68:13
Kekayaan yang sia-sia
“Sekalipun engkau berbaring di antara api unggun, sayap merpati bersalut perak, dan bulunya dengan emas yang berkilau-kilau.”
Amsal 1:13
Daya pikat rampasan
“Kita akan memperoleh segala benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 5:30
✕ Sering dikira
Menganggap pembagian jarahan itu hal yang wajar dan tidak dikritik.
✓ Yang sebenarnya
Nyanyian ini menggunakan ironi untuk menunjukkan kesia-siaan dan kebejatan musuh.
✕ Sering dikira
Menganggap ayat ini mendukung perbudakan.
✓ Yang sebenarnya
Ini penggambaran realitas perang kuno, tetapi tidak diresmikan sebagai norma; justru menunjukkan dampak dosa.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 5:30
Jangan biarkan keserakahan dan kesombongan menguasai hati, karena itu akan menjauhkan kita dari Tuhan. Miliki sikap rendah hati dan puas dengan apa yang Tuhan berikan.
Ya Tuhan, bersihkan hatiku dari segala keserakahan dan kesombongan. Ajari aku untuk hidup sederhana dan bersyukur atas berkat-Mu. Amin.