Ratapan di Betel

Hakim-hakim 21:2

Krisis dan Pemulihan Israel

PerikopIstri untuk Orang Benyamin · Hakim-hakim 21:1-25 →
“Ketika bangsa Israel datang ke Betel dan tinggal di sana, di hadapan Allah, sampai petang, mereka mengeraskan suaranya dan menangis dengan sangat keras.”

Hakim-hakim 21:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 21:2?

Bangsa Israel berkumpul di Betel, menangis dengan sangat keras di hadapan Allah karena menyadari bahwa suku Benyamin hampir punah akibat perang saudara yang mereka lakukan sendiri. Mereka berduka atas konsekuensi dari dosa dan keputusan mereka.

Latar belakang

Tangisan di Hadapan TUHAN

Bangsa Israel datang ke Betel, duduk di hadapan Allah, dan menangis dengan sangat keras sampai petang. Mereka meratapi kenyataan bahwa satu suku telah hilang dari bangsa Israel, dan mereka merasa kehilangan serta bingung bagaimana mengatasi akibat dari tindakan mereka.

Di mana

Betel

Di rumah Allah, tempat ibadah

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sumpah di Mizpa
Mencari solusi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Hakim-hakim

Narator yang mencatat kesedihan bangsa

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa yang berkumpul di hadapan Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָשַׁב

yashav · tinggal

Duduk, berdiam, menetap

בָּכָה

bakah · menangis

Mengeluarkan air mata, meratap

גָּדוֹל

gadol · keras

Besar, keras, kuat

Kata 'yashav' dan 'bakah' menunjukkan intensitas: mereka duduk lama dan menangis dengan suara yang keras, menggambarkan kepedihan yang mendalam.

Tahukah kamu

Betel sebagai Pusat Ibadah

Betel memiliki sejarah panjang sebagai tempat ibadah, dari Yakub yang bermimpi tentang tangga sorga di sana.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 21:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 21:2

✕  Sering dikira

Anggapan bahwa tangisan mereka sia-sia karena mereka tidak bertanya kepada TUHAN.

✓  Yang sebenarnya

Mereka memang menangis di hadapan Allah, tetapi tidak disebutkan meminta petunjuk, mereka hanya meratap.

✕  Sering dikira

Pemikiran bahwa mereka menangis karena menyesali sumpah, padahal mereka menangis karena kehilangan satu suku.

✓  Yang sebenarnya

Fokus tangisan adalah kehilangan suku Benyamin, bukan penyesalan sumpah.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 21:2

Terkadang kita menangisi akibat dari perbuatan kita sendiri. Tangisan ini adalah langkah awal untuk bertobat dan mencari jalan keluar dari masalah yang kita ciptakan.

Ya Allah, saat kami menuai akibat dari kesalahan kami, biarlah kesedihan kami membawa kami kembali kepada-Mu, bukan menjauh dari-Mu. Amin.