Israel Meratap dan Berpuasa di Betel
Hakim-hakim 20:26
Perang Saudara: Israel Melawan Benyamin
PerikopPerang Antara Israel dan Benyamin · Hakim-hakim 20:1-48 →“Sesudah itu, seluruh orang Israel, yaitu seluruh bangsa itu, pergi dan sampai di Betel. Di sana, mereka tinggal dan menangis di hadapan TUHAN. Mereka berpuasa sampai hari itu menjadi petang serta mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.”Hakim-hakim 20:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan Hakim-hakim 20.27–31 115 mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.”Hakim-hakim 20:26 · TB
Terjemahan Baru
“Maka pergilah lagi umat Israel ke Betel dan menangis kepada TUHAN. Di sana mereka berpuasa sampai malam dan mempersembahkan kurban perdamaian dan kurban bakaran kepada TUHAN.”Hakim-hakim 20:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka seluruh pasukan Israel pergi lagi ke Betel dan menangis di hadapan TUHAN. Di sana mereka berpuasa sampai malam serta mempersembahkan kurban yang dibakar habis dan kurban tanda damai kepada TUHAN.”Hakim-hakim 20:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then all the children of Israel, and all the people, went up, and came unto the house of God, and wept, and sat there before the LORD, and fasted that day until even, and offered burnt offerings and peace offerings before the LORD.”Hakim-hakim 20:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 20:26?
Orang Israel yang kalah pergi ke Betel, menangis di hadapan TUHAN, berpuasa, dan mempersembahkan korban. Ini menunjukkan sikap rendah hati dan ketergantungan total kepada Tuhan setelah mengalami kekalahan, sebagai bentuk pertobatan dan pencarian petunjuk.
Latar belakang
Ratapan dan Puasa di Betel
Setelah dua kekalahan, seluruh Israel datang ke Betel untuk meratap di hadapan TUHAN. Mereka berpuasa sampai petang dan mempersembahkan korban bakaran serta korban keselamatan. Ini adalah respons yang sungguh-sungguh terhadap krisis dan upaya mencari belas kasihan TUHAN.
Di mana
Betel
Di tempat kudus, mereka menangis dan berpuasa di hadapan TUHAN
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Narator lakonik, kemungkinan imam dari masa kemudian
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Umat Israel yang bergumul dengan kekacauan zaman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּבְכּוּ
vayivku · menangis
mereka menangis dengan sedu-sedan, ungkapan duka yang mendalam
וַיָּצוּמוּ
vayatsumu · berpuasa
menahan diri dari makan sebagai bentuk penyesalan dan pencarian Tuhan
וַיַּעֲלוּ
vaya'alu · mempersembahkan
menaikkan korban di atas altar, dari kata 'alah' yang berarti naik
Menangis, berpuasa, dan mempersembahkan korban adalah paket ibadah yang menunjukkan pertobatan total. Ini bukan sekadar ritual, melainkan keterlibatan emosi, fisik, dan materi untuk mencari wajah TUHAN.
Tahukah kamu
Betel, Tempat Khusus
Betel adalah tempat bersejarah di mana Yakub bermimpi melihat tangga ke sorga (Kejadian 28). Di zaman hakim-hakim, Tabut Perjanjian ada di sana, menjadikannya pusat ibadah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 20:26
Yoel 2:12
Tanggap pertobatan
“Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis, dan dengan meratap.”
1 Samuel 1:12
Menangis di hadapan
“Hanna... menangis dan berdoa kepada TUHAN”
2 Tawarikh 7:14
Mencari wajah
“dan umat-Ku... merendahkan diri, berdoa, mencari wajah-Ku, dan berbalik”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 20:26
✕ Sering dikira
Mengira ratapan mereka adalah karena kekalahan, bukan karena dosa.
✓ Yang sebenarnya
Mereka menangis di hadapan TUHAN karena menyadari dosa dan memohon petunjuk-Nya, bukan sekadar sedih.
✕ Sering dikira
Menganggap puasa dan korban itu menjamin kemenangan.
✓ Yang sebenarnya
TUHAN tetap berdaulat; korban tidak memaksa Tuhan, tetapi menjadi ekspresi iman dan ketaatan.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 20:26
Saat menghadapi kegagalan, penting untuk merenung dan datang kembali kepada Tuhan dengan doa dan puasa, mengakui kelemahan kita dan memohon bimbingan-Nya.
Ya Tuhan, ajari aku untuk datang kepada-Mu dalam setiap kesulitan, dengan rendah hati dan penuh doa. Amin.