Benyamin Kalahkan Israel untuk Kedua Kalinya
Hakim-hakim 20:25
Perang Saudara: Israel Melawan Benyamin
PerikopPerang Antara Israel dan Benyamin · Hakim-hakim 20:1-48 →“Lalu, orang Benyamin keluar menyerang mereka di Gibea pada hari kedua dan membinasakan kembali orang-orang Israel sebanyak delapan belas ribu orang ke tanah. Semuanya bersenjatakan pedang.”Hakim-hakim 20:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.”Hakim-hakim 20:25 · TB
Terjemahan Baru
“Dan untuk kedua kalinya pula orang-orang Benyamin itu keluar menyerang. Kali ini mereka membunuh 18.000 prajurit-prajurit terlatih dari angkatan perang Israel.”Hakim-hakim 20:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu keluarlah pasukan Benyamin dari Gibea pada hari itu dan membunuh 18.000 tentara Israel.”Hakim-hakim 20:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Benjamin went forth against them out of Gibeah the second day, and destroyed down to the ground of the children of Israel again eighteen thousand men; all these drew the sword.”Hakim-hakim 20:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 20:25?
Pada hari kedua pertempuran, pasukan Israel kembali diserang oleh suku Benyamin dan kehilangan delapan belas ribu prajurit. Ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak datang dengan mudah, bahkan ketika kita merasa telah melakukan hal yang benar, kita bisa menghadapi kekalahan dan penderitaan.
Latar belakang
Kekalahan Telak Kedua
Pada hari kedua, orang Israel maju lagi melawan Benyamin, tetapi sekali lagi mereka menderita kekalahan besar. Benyamin membinasakan 18.000 orang Israel, lebih banyak dari hari sebelumnya, membuat situasi Israel semakin genting.
Di mana
Gibea
Medan perang dekat Gibea, hari kedua
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Narator lakonik, kemungkinan imam dari masa kemudian
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Umat Israel yang bergumul dengan kekacauan zaman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיַּכּוּ
vayakku · membinasakan
mereka memukul atau menyerang, sering berarti membunuh dalam perang
שְׁמֹנֶה עֶשְׂרֵה אֶלֶף
shemoneh esreh elef · delapan belas ribu
jumlah besar yang menunjukkan betapa dahsyatnya kekalahan
אִישׁ חֶרֶב
ish cherev · bersenjatakan pedang
setiap orang adalah prajurit yang membawa pedang, menekankan kekuatan militer
Kata-kata ini menekankan kekerasan pertempuran dan besarnya korban jiwa. 'Membinasakan' bukan sekadar mengalahkan, tetapi memusnahkan—menggambarkan betapa tragisnya perang saudara ini.
Tahukah kamu
Prajurit Kidal yang Mematikan
Tujuh ratus prajurit Benyamin adalah orang-orang kidal yang handal mengumban batu, bahkan bisa mengenai sehelai rambut tanpa meleset. Keahlian ini membuat mereka lawan yang sangat sulit dikalahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 20:25
Hakim-hakim 20:21
Kekalahan serupa
“orang-orang Benyamin maju... membinasakan dua puluh dua ribu orang Israel”
Ulangan 28:25
Kutuk karena dosa
“TUHAN akan membuat engkau terpukul kalah di depan musuhmu”
Yesaya 1:20
Akibat pemberontakan
“tetapi jika kamu melawan dan memberontak, kamu akan dimakan oleh pedang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 20:25
✕ Sering dikira
Mengira orang Israel tidak bertanya pada TUHAN sebelum perang hari kedua.
✓ Yang sebenarnya
Mereka sudah bertanya (ayat 23) dan TUHAN menyuruh maju, tetapi tetap kalah—menunjukkan kedaulatan TUHAN.
✕ Sering dikira
Menganggap kekalahan ini berarti TUHAN memihak Benyamin yang berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Kekalahan tidak selalu penghakiman langsung; bisa menjadi proses untuk menghasilkan kemenangan akhir yang lebih besar.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 20:25
Kegagalan bisa menjadi bagian dari proses. Saat menghadapi kemunduran, jangan langsung menyalahkan diri sendiri atau Tuhan, tetapi tetaplah bertahan dan belajar dari pengalaman tersebut.
Tuhan, saat aku mengalami kekalahan dan kekecewaan, berikanlah aku kekuatan untuk bangkit kembali dan terus berjuang. Amin.