Ancaman Suku Dan kepada Mikha
Hakim-hakim 18:25
Dan Merebut Lais
PerikopOrang Dan Merebut Kota Lais · Hakim-hakim 18:1-31 →“Keturunan Dan berkata kepadanya, “Jangan terdengar lagi perkataanmu kepada kami supaya jangan ada orang yang menyerang karena sakit hati, lalu menghilangkan nyawamu dan nyawa kehidupan keluargamu.””Hakim-hakim 18:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati Hakim-hakim 18.26–30 102 dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa."”Hakim-hakim 18:25 · TB
Terjemahan Baru
“Kata orang-orang suku Dan itu, "Lebih baik tutup mulut; jangan sampai orang-orang ini menjadi marah lalu menyerang engkau. Nanti engkau dan seluruh keluargamu mati."”Hakim-hakim 18:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang-orang Dan mengancamnya, “Tidak usah banyak mulut! Awas, orang-orang kami bisa marah mendengarnya. Kamu sekeluarga belum mau mati, bukan?””Hakim-hakim 18:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the children of Dan said unto him, Let not thy voice be heard among us, lest angry fellows run upon thee, and thou lose thy life, with the lives of thy household.”Hakim-hakim 18:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 18:25?
Orang-orang Dan mengancam Mikha agar tidak bersuara, karena mereka lebih kuat dan bisa membunuhnya sekeluarga. Ini menunjukkan bahwa kekuatan dan intimidasi menggantikan keadilan dan kebenaran.
Latar belakang
Peringatan Keras
Keturunan Dan menoleh dan melihat Mikha datang dengan banyak orang. Mereka memperingatkannya agar tidak bersuara, karena mereka lebih kuat dan bisa membunuhnya jika dia memprovokasi mereka. Mikha pun menyadari posisinya yang lemah.
Di mana
Pegunungan Efraim
Di jalan, saat dikejar oleh Mikha dan orang-orangnya
Kapan
~1375 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Keturunan Dan (para pengambil patung)
Orang-orang suku Dan yang sedang merantau mencari tanah baru, ~1400 SM
Kepada
Mikha
Pemilik rumah di Pegunungan Efraim, yang kehilangan berhala-berhalanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַל־תַּשְׁמַע
al-tishma' · jangan terdengar
jangan membuat didengar; artinya berhenti berbicara
מַר נֶפֶשׁ
mar nefesh · sakit hati
kepahitan jiwa; kiasan untuk kemarahan yang memicu kekerasan
אָסַף נֶפֶשׁ
asaf nefesh · menghilangkan nyawa
mengumpulkan jiwa; kiasan untuk merenggut nyawa
Ketiga kata ini menunjukkan intensitas emosi dan ancaman fisik yang terang-terangan: mereka tidak sekadar memperingatkan, tetapi mengancam akan membunuh Mikha dan keluarganya.
Tahukah kamu
Bahaya sakit hati
Frasa 'sakit hati' dalam bahasa Ibrani bisa berarti 'pahit hati' atau 'amarah', menunjukkan bahwa suku Dan tidak main-main dan siap bertindak brutal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 18:25
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 18:25
✕ Sering dikira
Anggap suku Dan benar karena Mikha penyembah berhala.
✓ Yang sebenarnya
Tindakan mereka juga salah: merampok dan mengancam nyawa.
✕ Sering dikira
Pikir 'sakit hati' hanya perasaan tidak enak.
✓ Yang sebenarnya
Dalam teks, ini merujuk pada kemarahan yang bisa berujung pembunuhan.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 18:25
Jangan menggunakan kekuatan atau posisi untuk membungkam orang lain demi kepentingan sendiri. Ketika kita berkuasa, kita harus memakai pengaruh itu untuk melindungi, bukan menindas.
Tuhan, ajari aku menggunakan kekuatan dan pengaruhku dengan bijak dan adil, bukan untuk menekan sesamaku. Amin.