Kepang Dicabut dari Lungsin
Hakim-hakim 16:14
Simson dan Delila: Rahasia Kekuatan
PerikopSimson dan Delila · Hakim-hakim 16:4-31 →“Lalu, ketika dia tidur, perempuan itu mengambil ketujuh kepangan rambutnya, menjalinnya dengan lungsin, dan mengokohkannya dengan patok. Kemudian, dia berseru kepadanya, “Orang-orang Filistin menyerangmu, Simson!” Akan tetapi, Simson terbangun dari tidurnya dan disentaknya patok tenunan hingga lepas dari lungsin itu.”Hakim-hakim 16:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian perempuan itu mengokohkan lagi tenunan itu dengan patok, lalu berserulah ia kepadanya: "Orang-orang Filistin menyergap engkau, Simson." Tetapi ketika ia terjaga dari tidurnya, disentaknya lepas patok tenunan dan lungsin itu.”Hakim-hakim 16:14 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Delila membuat Simson tertidur lalu ia menjalin tujuh untaian rambut Simson pada benang di perkakas tenun. Setelah itu ia mengikatnya pada kayu perkakas tenun itu lalu berseru, "Simson! Orang Filistin datang!" Simson pun bangun lalu menarik rambutnya hingga lepas dari perkakas tenun itu.”Hakim-hakim 16:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka waktu Simson tidur, Delila menganyam ketujuh untaian rambut Simson pada benang di alat tenun dan mengencangkannya dengan pasak. Lalu berteriaklah dia kepada Simson, “Simson! Orang-orang Filistin ada di sini untuk menangkapmu!” Tetapi ketika Simson bangun, dia menyentak pasak itu, alat tenun, beserta dengan benang-benangnya sehingga semuanya lepas.”Hakim-hakim 16:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she fastened it with the pin, and said unto him, The Philistines be upon thee, Samson. And he awaked out of his sleep, and went away with the pin of the beam, and with the web.”Hakim-hakim 16:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 16:14?
Delila mencoba trik menenun rambut Simson dengan lungsin dan patok, tetapi Simson bangun dan mencabutnya, sehingga rencana itu gagal. Ini menunjukkan bahwa ketiga kalinya Delila mencoba, Simson tetap kuat, dan sumber kekuatannya masih belum terungkap.
Latar belakang
Usaha Tenun Gagal
Delila menidurkan Simson di pangkuannya, lalu menjalin kepang rambutnya ke alat tenun dan mengokohkan dengan patok. Ketika dia membangunkan Simson, dia mencabut patok itu dan semuanya lepas.
Di mana
Lembah Sorek
Di rumah Delila, di kamar tidur
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Narator
Penulis kitab Hakim-hakim, mencatat sejarah Israel
Kepada
Pembaca
Umat Israel dan semua orang yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָשֵׁן
yashen · tidur
tertidur, tidak sadar
יָתֵד
yated · patok
pasak atau paku yang ditancapkan
אֶרֶג
'ereg · tenunan
kain yang sedang ditenun
Delila menggunakan benda-benda tenun untuk menjebak Simson, tetapi kekuatannya tetap bertahan karena rahasianya belum diungkapkan.
Tahukah kamu
Patok Tenun
Patok digunakan untuk mengencangkan benang pada alat tenun; ini menunjukkan Delila benar-benar serius ingin menangkap Simson.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 16:14
Hakim-hakim 16:9
Pola pengkhianatan berulang
“Beberapa orang menunggu di kamarnya. Lalu, perempuan itu berseru kepadanya...”
Hakim-hakim 16:12
Pola pengkhianatan berulang
“Delila mengambil tali baru, mengikat Simson, kemudian berseru kepadanya...”
Mazmur 7:14
Orang fasik merancang
“Sesungguhnya, ia hamil dengan kejahatan, mengandung kesesatan, dan melahirkan dusta.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 16:14
✕ Sering dikira
Simson sadar bahwa Delila sedang mencoba menangkapnya.
✓ Yang sebenarnya
Simson tidur dan tidak menyadari apa yang dilakukan Delila.
✕ Sering dikira
Alat tenun ini kecil seperti sisir rambut.
✓ Yang sebenarnya
Alat tenun kuno berukuran besar dan membutuhkan ruangan; mungkin di kamar khusus.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 16:14
Kita bisa belajar dari kegigihan Delila, tetapi juga waspada terhadap orang yang terus mendesak untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi. Penting untuk menjaga hati dan membagikan rahasia hanya dengan yang dipercaya.
Tuhan, berikanlah saya hikmat untuk mengetahui kepada siapa saya membagikan hal-hal yang dalam dan penting, Amin.