Jawaban Yefta

Hakim-hakim 12:2

Pertikaian Antar-Suku

Yefta berkata kepada mereka, “Aku dan rakyatku berada dalam perselisihan yang besar dengan keturunan Amon. Aku memanggil kamu, tetapi kamu tidak menyelamatkan aku dari tangan mereka.

Hakim-hakim 12:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 12:2?

Yefta menjelaskan bahwa dia dan rakyatnya berada dalam perselisihan besar dengan bani Amon. Saat dia memanggil suku Efraim untuk membantu, mereka menolak, sehingga dia merasa ditinggalkan dalam kesulitan.

Latar belakang

Yefta Membela Diri

Yefta menjelaskan bahwa dia memanggil Efraim, tetapi mereka tidak datang menolongnya. Dia menegaskan bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan kepadanya.

Di mana

Zafon

Di hadapan utusan Efraim

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Efraim
Perang saudara
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yefta

Hakim Israel, mantan pengasingan

O

Kepada

Orang Efraim

Suku yang menuntut jawaban

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רִיב

riv · perselisihan

pertengkaran atau perkara

קָרָא

qara · memanggil

memanggil dengan suara keras

יָשַׁע

yasha · menyelamatkan

memberi keselamatan atau kelepasan

Kata 'riv' menunjukkan sengketa serius, 'qara' panggilan yang tidak diindahkan, dan 'yasha' kelepasan yang tidak datang—menyoroti rasa dikhianati Yefta.

Tahukah kamu

Bani Amon

Bani Amon adalah keturunan Lot dari anak perempuannya yang lebih muda (Kejadian 19:38), dan mereka sering bermusuhan dengan Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 12:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 12:2

✕  Sering dikira

Yefta mengaku tidak memanggil Efraim sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Dia berkata sudah memanggil, tetapi Efraim tidak menyelamatkannya.

✕  Sering dikira

Yefta berdebat tentang taktik militer.

✓  Yang sebenarnya

Dia menekankan bahwa Tuhan yang memberi kemenangan, bukan sekadar strategi.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 12:2

Dalam situasi sulit, kita mungkin merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang seharusnya membantu. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Belajarlah untuk tetap teguh dan bergantung pada Tuhan, bukan hanya pada manusia.

Tuhan, saat aku merasa ditinggalkan, ingatkan aku bahwa Engkau selalu menyertai dan menjadi penolongku. Amin.