Permohonan Anak Perempuan Yefta

Hakim-hakim 11:37

Nazar Yefta dan Pengorbanan

Dia berkata lagi kepada ayahnya, “Izinkanlah aku melakukan hal ini. Biarlah aku mengembara selama dua bulan di atas pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama teman-temanku.”

Hakim-hakim 11:37 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 11:37?

Yefta mengabulkan permintaan anak perempuannya untuk pergi selama dua bulan ke pegunungan. Dia ingin berkabung karena tidak akan pernah menikah, akibat nazar yang diucapkan ayahnya. Ayat ini menunjukkan kesedihan dan penerimaan atas konsekuensi nazar.

Latar belakang

Permintaan untuk Meratapi

Anak perempuan Yefta menerima konsekuensi nazar ayahnya dengan keberanian. Ia meminta waktu dua bulan untuk pergi ke pegunungan dan menangisi masa mudanya yang hilang bersama teman-temannya.

Di mana

Mizpa, Gilead

Di rumah Yefta, setelah kemenangan atas Amon

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemenangan atas Amon
Ratapan tahunan
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Anak Perempuan Yefta

Putri tunggal Yefta, muda, tabah, dan setia.

Y

Kepada

Yefta

Hakim Israel, mantan buangan, berhati besar namun naif.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ירדתי

yaradti · mengembara

turun berjalan, pergi ke bawah

הֶהָרִים

he-harim · pegunungan

wilayah bukit, tempat tinggi

בְּתוּלַי

betulai · kegadisanku

status sebagai perawan, masa muda

Dari kata-katanya, ia meratapi bukan hanya status sosialnya, tetapi juga hilangnya masa depan yang seharusnya. Ini bukan sekadar kesedihan, melainkan pengakuan akan ketaatan yang mahal.

Tahukah kamu

Apa Itu 'Menangisi Kegadisannya'?

Dalam budaya Israel kuno, menjadi perawan hingga mati dianggap memalukan karena tidak bisa menikah dan punya keturunan. Permintaan ini menunjukkan ia memahami beratnya takdirnya, sekaligus menghormati ayahnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 11:37

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 11:37

✕  Sering dikira

Ayat ini menunjukkan anak Yefta memberontak atau menentang keputusan ayahnya.

✓  Yang sebenarnya

Ia menunjukkan ketaatan dan pengertian, bahkan meminta izin agar ayahnya setia pada nazar.

✕  Sering dikira

Mengembara berarti lari dari kenyataan.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ritual berkabung komunal, bukan pelarian; ia membutuhkan waktu untuk memproses duka.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 11:37

Kita mungkin pernah membuat keputusan yang berdampak buruk bagi orang lain. Belajar dari kisah ini, pentingnya berpikir matang sebelum berjanji atau berkomitmen, dan bersedia menanggung konsekuensi dengan bijak.

Tuhan, ajari aku untuk berhati-hati dalam setiap perkataan dan janji, serta berikan hikmat untuk mengambil keputusan yang tidak merugikan orang lain. Amin.