Menolak Edom dan Moab
Hakim-hakim 11:17
Yefta Menjawab Raja Amon
PerikopPesan Yefta kepada Raja Amon · Hakim-hakim 11:12-28 →“Orang Israel mengirim beberapa pesuruh kepada Raja Edom dengan berkata, ‘Izinkanlah kami melewati negerimu.’ Akan tetapi, Raja Edom tidak mau mendengar. Mereka juga mengirim pesuruh kepada Raja Moab, tetapi dia tidak mau menyetujui. Jadi, orang Israel tinggal di Kadesh.”Hakim-hakim 11:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika itu orang Israel mengirim utusan kepada raja negeri Edom dengan permintaan: Izinkanlah kiranya kami berjalan melalui negerimu ini. Tetapi raja negeri Edom tidak mau mendengar. Mereka mengirim juga utusan kepada raja negeri Moab, tetapi raja ini menolak. Maka orang Israel tinggal di Kadesh.”Hakim-hakim 11:17 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian mereka mengutus orang kepada raja Edom untuk minta izin melewati negerinya. Tetapi ia tidak mengizinkan mereka. Kemudian mereka meminta hal yang sama kepada raja Moab, tetapi ia pun tidak mengizinkan mereka melewati daerahnya. Karena itu umat Israel tinggal di Kades.”Hakim-hakim 11:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian pemimpin Israel mengirim pesan ini kepada raja Edom, ‘Mohon izinkan kami melewati tanahmu.’ Tetapi raja Edom menolak. Bangsa Israel mengirimkan pesan yang sama kepada raja Moab, dan dia juga menolak. Jadi bangsa Israel berdiam cukup lama di Kades.”Hakim-hakim 11:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Israel sent messengers unto the king of Edom, saying, Let me, I pray thee, pass through thy land: but the king of Edom would not hearken thereto. And in like manner they sent unto the king of Moab: but he would not consent: and Israel abode in Kadesh.”Hakim-hakim 11:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 11:17?
Yefta menceritakan bahwa Israel sudah minta izin lewat ke Edom dan Moab, tapi ditolak, sehingga mereka tinggal di Kadesh. Ini menunjukkan kesabaran Israel dalam mencari jalan damai.
Latar belakang
Permintaan izin yang ditolak
Yefta menceritakan bahwa ketika di Kadesh, Israël mengirim utusan kepada raja Edom dan Moab untuk meminta izin lewat, tetapi keduanya menolak. Akibatnya, Israël terpaksa tinggal di Kadesh.
Di mana
Tanah Tob (wilayah Gilead)
Dalam perundingan diplomatik melalui utusan
Kapan
~1100 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Yefta
Pemimpin Gilead, mantan buangan, pahlawan perang
Kepada
Raja Amon
Penguasa bani Amon, penuntut tanah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלַח
shalakh · mengirim
mengutus, menyuruh pergi
מַלְאָךְ
mal'akh · pesuruh
utusan, malaikat, atau wakil
שָׁמַע
shama · mendengar
mendengar, memperhatikan, atau mematuhi
Israël bertindak dengan sopan dan diplomatis, tetapi raja Edom dan Moab 'tidak mendengar'—ini menekankan penolakan mereka, yang membawa konsekuensi besar.
Tahukah kamu
Edom dan Moab
Edom dan Moab adalah kerabat Israël; Edom berasal dari Esau, dan Moab dari Lot, keponakan Abraham. Karena itu, Israël tidak disuruh menyerang mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 11:17
Bilangan 20:14-21
Penolakan Edom
“Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom untuk meminta izin lewat, tetapi raja Edom menolak.”
Ulangan 2:4-6
Larangan menyerang
“Janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak memberikan kepadamu sesuatu pun dari negeri mereka.”
Hakim-hakim 11:19
Pola yang sama
“Kemudian orang Israël mengirim utusan kepada Sihon, raja orang Amori.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 11:17
✕ Sering dikira
Menganggap Israël meminta izin karena takut, bukan karena menghormati wilayah kerabat.
✓ Yang sebenarnya
Mereka meminta izin untuk menghindari konflik, karena TUHAN melarang mereka melawan Edom dan Moab.
✕ Sering dikira
Berpikir raja Moab menolak karena alasan politik semata.
✓ Yang sebenarnya
Penolakan ini akhirnya membawa Israël untuk melewati Moab dari timur, sesuai rencana TUHAN.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 11:17
Saat pintu tertutup, kita perlu bersabar dan mencari alternatif, bukan memaksakan kehendak. Kesabaran dan rendah hati bisa membuka jalan baru.
Tuhan, ajari aku bersabar saat rencanaku terhambat, dan percaya pada rencana-Mu, amin.