Utusan ke Raja Edom
Bilangan 20:14
Edom Menolak Isra'l
PerikopEdom Tidak Akan Mengizinkan Israel Melintas · Bilangan 20:14-21 →“Di Kadesh, Musa mengirim utusan kepada Raja Edom dengan pesan, “Saudara orang Israel berkata: Kamu tahu segala kesulitan yang telah kami alami.”Bilangan 20:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Musa mengirim utusan dari Kadesh kepada raja Edom dengan pesan: "Beginilah perkataan saudaramu Israel: Engkau tahu segala kesusahan yang telah menimpa kami,”Bilangan 20:14 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian dari Kades, Musa mengirim utusan-utusan untuk menghadap raja Edom. Kata mereka, "Kami dari suku-suku Israel yang masih ada hubungan saudara dengan Tuanku. Tuanku mungkin tahu kesusahan yang menimpa kami.”Bilangan 20:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika bangsa Israel berada di dekat kota Kades, Musa mengirim pesan kepada raja Edom,“Kami orang Israel, sanak saudaramu, mengirim pesan kepadamu. Engkau tahu segala kesulitan yang sudah kami alami,”Bilangan 20:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses sent messengers from Kadesh unto the king of Edom, Thus saith thy brother Israel, Thou knowest all the travail that hath befallen us:”Bilangan 20:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 20:14?
Musa mengirim utusan kepada raja Edom dengan sapaan 'saudara', mengingat hubungan keluarga antara Israel dan Edom (Esau). Dia meminta izin untuk melewati negeri Edom, menunjukkan sikap hormat dan keinginan untuk menjaga hubungan baik, sambil mengakui kesulitan yang telah dialami Israel.
Latar belakang
Permohonan Izin Melintas
Setelah kematian Miryam, Israel di Kadesh siap memasuki Kanaan dari selatan. Karena Edom terletak di jalur itu, Musa mengirim utusan dengan pesan diplomatis. Dia mengingatkan hubungan saudara dan menjanjikan tidak akan menyimpang dari jalan besar.
Di mana
Kadesh
Di perkemahan Israel, sebelum memulai perjalanan menuju Edom
Kapan
± 1400 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, menghadapi penolakan bangsa-bangsa lain.
Kepada
Raja Edom
Raja keturunan Esau, belum disebutkan namanya, berkuasa di wilayah Edom.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלַח
shalach · utus
mengirim, biasanya dengan maksud resmi; di sini menunjukkan diplomasi.
אָח
ach · saudara
saudara laki-laki, tetapi bisa juga berarti kerabat sebangsa; menekankan hubungan keluarga.
תְּלָאָה
telaah · kesulitan
kelelahan atau penderitaan; menggambarkan beratnya perjalanan.
Kata-kata ini menunjukkan bahwa Musa berusaha membangun jembatan persaudaraan, bukan ancaman. Dia mengakui kesulitan mereka, tetapi tetap menghormati Edom sebagai saudara. Ini adalah model diplomasi yang rendah hati.
Tahukah kamu
Edom Saudara Kandung
Bangsa Edom adalah keturunan Esau, kakak kembar Yakub (Israel). Jadi, hubungan mereka seperti saudara jauh, dan Musa menyebut 'saudara Israel' untuk mengingatkan ikatan darah itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 20:14
Kejadian 25:26
Yakub dan Esau
“Setelah itu keluarlah adiknya, tangan memegang tumit Esau, lalu dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun ketika Ribka melahirkan mereka.”
Ulangan 2:4
Hubungan saudara
“Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Kamu ini akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu bani Esau, yang diam di Seir.”
Obaja 1:10
Sikap Edom
“Karena kekerasan terhadap saudaramu Yakub, engkau akan ditutup malu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 20:14
✕ Sering dikira
Menganggap Israel meminta dengan nada memelas dan penuh ketakutan.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya pesan ini tegas dan diplomatis, menunjukkan bahwa Israel menghormati batas wilayah Edom.
✕ Sering dikira
Menganggap Edom adalah musuh karena menolak, padahal mereka masih 'saudara' yang berhak menolak.
✓ Yang sebenarnya
Edom menolak dengan keras, tetapi penolakan itu tidak serta-merta membuat mereka seteru; Israel hanya memutar jalur.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 20:14
Dalam berkomunikasi dengan orang lain, terutama yang memiliki hubungan dekat, gunakan nada hormat dan sampaikan kebutuhan dengan jelas. Musa tidak memaksa, tetapi meminta izin dengan sopan. Kita pun perlu belajar meminta pertolongan dengan rendah hati dan menghargai batasan orang lain.
Tuhan, beri aku hikmat untuk berbicara dengan lembut dan menghormati orang lain, terutama saat aku membutuhkan bantuan mereka. Amin.