Yefta Membantah Tuduhan

Hakim-hakim 11:15

Yefta Bernegosiasi dengan Raja Amon

dengan pesan, “Inilah perkataan Yefta: Orang Israel tidak merampas tanah orang Moab ataupun tanah orang Amon.

Hakim-hakim 11:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 11:15?

Yefta membantah tuduhan Amon: Israel tidak merampas tanah Moab atau Amon. Ia menegaskan klaim itu salah, menunjukkan bahwa ia siap mempertahankan kebenaran sejarah dengan argumen yang logis.

Latar belakang

Pembelaan Yefta

Yefta menyampaikan pesan bahwa Israel tidak merampas tanah Moab atau Amon. Ia mulai menjelaskan perjalanan Israel dari Mesir untuk membuktikan klaimnya.

Di mana

Perbatasan Gilead

Dalam pesan yang dikirim utusan · siang hari

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Utusan kedua dikirim
Penjelasan rute dari Mesir
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yefta

Pemimpin Gilead, pahlawan yang diangkat Tuhan.

R

Kepada

Raja Amon

Penguasa Amon yang menuntut tanah Israel.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֹא לָקַח

lo laqach · tidak merampas

tidak mengambil, tidak merebut

אֶרֶץ

erets · tanah

tanah, negeri, wilayah

מוֹאָב

Mo'av · Moab

Moab, keturunan Lot

Frasa 'lo laqach' menegaskan tidak ada pengambilan; Yefta menekankan kepemilikan sah Israel atas tanah yang diberikan Tuhan.

Tahukah kamu

Pentingnya Tanah

Di zaman itu, tanah adalah warisan dan identitas; tuduhan merampas sangat serius, sehingga Yefta merespons dengan detail sejarah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 11:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 11:15

✕  Sering dikira

Mengira Israel pernah merampas tanah Moab.

✓  Yang sebenarnya

Yefta dengan jelas menyangkal bahwa Israel merampas tanah Moab atau Amon.

✕  Sering dikira

Menganggap Yefta berbohong tentang sejarah.

✓  Yang sebenarnya

Yefta mengutip peristiwa yang tercatat dalam Bilangan dan Ulangan.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 11:15

Jangan takut meluruskan kesalahpahaman. Yefta berani menyampaikan fakta dengan tenang, mengajarkan kita untuk bersikap tegas namun bijaksana saat difitnah.

Tuhan, beri aku keberanian untuk membela kebenaran tanpa kehilangan ketenangan, amin.