Melihat Kemuliaan yang Dulu
Hagai 2:3
Panggilan untuk Membangun Kembali Bait Suci
PerikopKemuliaan Bait TUHAN yang Baru · Hagai 2:1-9 →“‘Siapakah di antara kamu yang masih tinggal, yang pernah melihat Bait ini dalam kemuliaannya yang dahulu? Dan, bagaimana kamu melihatnya sekarang? Bukankah seperti tidak ada artinya di matamu?”Hagai 2:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(2-4) Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?”Hagai 2:3 · TB
Terjemahan Baru
“"Adakah di antara kamu yang masih ingat betapa megahnya Rumah-Ku ini dahulu? Sekarang bagaimana keadaannya, menurut pendapatmu? Bukankah sama sekali tidak memuaskan?”Hagai 2:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Who is left among you that saw this house in her first glory? and how do ye see it now? is it not in your eyes in comparison of it as nothing?”Hagai 2:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hagai 2:3?
Ayat ini menantang umat untuk mengingat kemuliaan Bait Suci yang dulu, lalu membandingkannya dengan kondisi yang sekarang, yang tampak seperti tidak ada artinya. Ini adalah ajakan untuk menyadari perubahan yang terjadi dan mungkin perasaan kecewa, tetapi sekaligus mempersiapkan mereka untuk menerima penghiburan dari Tuhan.
Latar belakang
Pertanyaan Retoris untuk Memicu Kenangan
Hagai mengajukan pertanyaan kepada mereka yang masih ingat kemegahan Bait Suci Salomo. Dengan membandingkan kemuliaan lama dengan kondisi sekarang, ia ingin membangkitkan semangat untuk membangun.
Di mana
Yerusalem
Di lokasi pembangunan Bait Suci yang sedang berlangsung
Kapan
~520 SM
Pasca-pembuangan Babel
Yang berbicara
Nabi Hagai
Nabi pasca-pembuangan, semangat membangun bait
Kepada
Zerubabel, Yosua, dan Rakyat
Pemimpin sipil dan rohani serta sisa umat Yehuda
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָאָה
ra'ah · melihat
melihat, mengamati, mengalami
בַּיִת
bayit · Bait
rumah, tempat tinggal; di sini merujuk pada rumah Allah
כָּבוֹד
kavod · kemuliaan
kemuliaan, kehormatan, bobot; menunjukkan kehadiran Allah yang nyata
Kata 'kavod' tidak hanya berarti kemuliaan, tetapi juga 'bobot'. Ini menyiratkan bahwa kemuliaan Bait Suci bukan hanya tentang penampilan, melainkan kehadiran Allah yang sungguh-sungguh.
Tahukah kamu
Bait yang Dibangun Ulang
Bait Suci kedua, yang dibangun setelah pembuangan, secara fisik kurang megah dibandingkan Bait Salomo. Namun, Hagai bernubuat bahwa kemuliaannya akan lebih besar karena kehadiran Mesias.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hagai 2:3
Ezra 3:12
Perbandingan bait
“Tetapi banyak di antara para imam, orang Lewi, dan kepala-kepala kaum keluarga yang sudah tua dan yang telah melihat bait yang dahulu, menangis dengan suara keras ketika mereka melihat dasar bait ini didirikan.”
Yesaya 60:7
Kemuliaan yang dijanjikan
“Aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku.”
Hagai 2:9
Janji kemuliaan
“Kemuliaan bait yang kemudian ini akan lebih besar dari yang dahulu, firman TUHAN semesta alam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hagai 2:3
✕ Sering dikira
Menganggap Hagai meremehkan umat yang tidak bisa membangun bait dengan megah.
✓ Yang sebenarnya
Hagai justru memotivasi mereka; ia mengakui kekecewaan, tetapi mengarahkan pandangan mereka pada rencana Allah yang lebih besar.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa pertanyaan ini hanya untuk mereka yang masih hidup saat itu; padahal ini juga berlaku bagi kita untuk merenungkan kesetiaan kita.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan ini mengajak kita untuk membandingkan pemberian terbaik kita dengan rencana Allah, dan percaya bahwa Allah sanggup melampaui harapan.
Renungan
Renungan Singkat Hagai 2:3
Ketika kita melihat pekerjaan Tuhan terlihat lebih kecil atau kurang gemilang dari sebelumnya, kita mungkin kecewa. Namun, Tuhan mengingatkan kita untuk tidak membandingkan, karena Ia bekerja dengan cara yang baru dan rencana-Nya tetap sempurna.
Tuhan, ampuni aku jika aku sering membandingkan berkat-Mu dengan masa lalu. Ajarilah aku untuk melihat karya-Mu hari ini dan percaya bahwa Engkau sedang melakukan sesuatu yang indah, Amin.