Menanti di Menara Pengintaian
Habakuk 2:1-5
Orang Benar Hidup karena Percaya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Habakuk menanti jawaban TUHAN
Setelah mengeluh tentang kekerasan dan ketidakadilan, nabi mengambil posisi seperti penjaga di menara, siap mendengarkan apa yang akan Allah firmankan. Ia ingin tahu bagaimana Allah akan menjawab protesnya dan apa yang harus ia katakan.
Di mana
Yerusalem
Di atap rumah atau benteng pengintai, malam hari
Kapan
~605 SM
Kerajaan Yehuda (menjelang pembuangan)
Yang berbicara
Habakuk
Nabi, mungkin dari suku Lewi, aktif ~600 SM
Kepada
Pembaca/umat
Umat Yehuda yang bergumul dengan ketidakadilan
Arti tiap ayat
Penjelasan Habakuk 2:1-5 Ayat per Ayat
Habakuk 2:1
Habakuk memposisikan dirinya sebagai penjaga yang waspada, siap mendengarkan jawaban Tuhan atas keluh kesahnya. Ini menunjukkan sikap sabar dan terbuka, siap menerima apa pun yang Tuhan firmankan, bahkan jika itu bukan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Habakuk 2:2
Tuhan menyuruh Habakuk menuliskan visi yang dia terima dengan jelas di loh batu, agar mudah dibaca dan disebarkan. Ini menekankan pentingnya mencatat firman Tuhan dan menyampaikannya dengan cara yang dapat diakses,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Habakuk 2:3
Visi yang Tuhan berikan pasti akan terjadi pada waktu yang tepat, meskipun mungkin tampak tertunda. Ayat ini mengajak kita untuk bersabar dan tetap menantikannya dengan iman, karena janji Tuhan tidak pernah gagal,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Habakuk 2:4
Ayat ini membandingkan orang sombong yang hatinya tidak tegak lurus di hadapan Tuhan dengan orang benar yang hidup oleh iman. Iman adalah dasar hubungan yang benar dengan Allah dan cara hidup yang berkenan kepada-Nya,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Habakuk 2:5
Kesombongan digambarkan seperti orang yang tidak pernah puas, seperti anggur yang memabukkan dan membawa kehancuran. Orang sombong terus mengumpulkan kekayaan dan kuasa tanpa merasa cukup, menyebabkan penindasan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →