Kontrak sah punya kekuatan hukum
Galatia 3:15
Perjanjian tidak boleh diubah-ubah
“Saudara-saudara, aku akan memberi contoh dari kehidupan sehari-hari: Kalau perjanjian telah disahkan, walaupun hanya kontrak antarmanusia, tidak ada orang yang dapat membatalkan atau menambahkan apa pun dalam perjanjian itu.”Galatia 3:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorangpun.”Galatia 3:15 · TB
Terjemahan Baru
“Saudara-saudara! Baiklah saya memakai contoh dari pengalaman sehari-hari. Kalau orang membuat suatu ikatan janji dan janji itu sudah disahkan, maka tidak seorang pun dapat membatalkan perjanjian itu, atau menambah sesuatu pun kepadanya.”Galatia 3:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Contoh sederhananya begini, Saudara-saudari: Kalau seseorang sudah membuat suatu surat perjanjian atau wasiat, dan surat itu sudah disahkan, maka tidak seorang pun dapat membatalkannya atau menambahkan ketentuan-ketentuan lain ke dalam surat itu.”Galatia 3:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Brethren, I speak after the manner of men; Though it be but a man’s covenant, yet if it be confirmed, no man disannulleth, or addeth thereto.”Galatia 3:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Galatia 3:15?
Paulus memakai contoh perjanjian manusia untuk menjelaskan bahwa perjanjian yang sudah sah tidak bisa dibatalkan atau diubah. Jika perjanjian manusia saja tidak bisa dibatalkan, apalagi perjanjian Allah dengan Abraham yang sudah disahkan, pasti tetap berlaku.
Latar belakang
Logika sederhana tentang kontrak
Paulus ambil contoh dari kehidupan sehari-hari: kalau dua orang biasa membuat kontrak dan disahkan, tidak ada yang boleh ubah atau batalkan. Perjanjian punya kekuatan hukum. Jika begitu dengan manusia, bagaimana dengan perjanjian yang dibuat oleh Allah?
Di mana
Galatia
Mereka hidup dalam masyarakat yang kenal hukum perjanjian
Kapan
~49 M
Paulus mulai argumen baru tentang perjanjian
Yang berbicara
Paulus
Pakai contoh dari kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan
Kepada
Jemaat Galatia
Mereka yang mengerti tentang hukum kontrak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διαθήκη
diathêkê · covenant
perjanjian, kesepakatan resmi antara dua pihak
κυρόω
kyroō · ratified
disahkan, dikukuhkan secara sah
ἀθετέω
atheteo · annul
membatalkan, mengesampingkan
Perjanjian yang disahkan secara sah (kyroō) tidak boleh dibatalkan (atheteo) atau ditambah-tambahi — itu prinsip hukum (diathêkê) yang universal.
Tahukah kamu
Hukum Romawi melindungi perjanjian
Paulus berbicara kepada orang-orang yang tinggal di dunia Romawi, di mana hukum kontrak itu ketat. Ketika sebuah perjanjian disahkan di pengadilan Romawi, itu tidak bisa diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Galatia 3:15
Ibrani 6:16
perjanjian
“Orang sering bersumpah demi yang lebih besar daripada mereka, dan sumpah itu adalah jaminan bagi mereka untuk mengakhiri setiap perselisihan.”
Kejadian 17:7
perjanjian
“Aku akan mengadakan perjanjian ini antara Aku dan kamu serta keturunanmu sesudahmu sebagai perjanjian yang kekal.”
Mazmur 89:34
perjanjian
“Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku atau mengubah apa yang telah keluar dari bibir-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Galatia 3:15
✕ Sering dikira
"Perjanjian hukum bisa diubah kapan saja kalau ada alasan."
✓ Yang sebenarnya
Paulus menunjuk perjanjian yang disahkan tidak bisa diubah oleh salah satu pihak saja.
✕ Sering dikira
"Perjanjian Allah dengan Abraham bisa dibatalkan kalau ada hukum baru."
✓ Yang sebenarnya
Paulus menggunakan analogi untuk menunjuk perjanjian yang sah tidak bisa dibatalkan dengan apapun.
Renungan
Renungan Singkat Galatia 3:15
Janji Allah itu pasti dan tidak pernah gagal. Saat kita merasa ragu, ingatlah bahwa Allah setia pada firman-Nya, dan kita dapat mengandalkan janji-Nya dalam setiap situasi.
Ya Allah, aku percaya bahwa janji-Mu teguh dan pasti. Tolong aku untuk tetap berpegang pada janji-Mu saat badai kehidupan menerpa. Amin.