Bangkit dari Kehinaan, Berlutut di Hadapan Tuhan
Ezra 9:5
Doa Syafaat Ezra
PerikopPerkawinan dengan Orang Bukan Yahudi · Ezra 9:1-15 →“Pada waktu persembahan kurban petang, aku bangkit dari kehinaanku. Dengan pakaian dan jubah yang robek, aku sujud berlutut dan mengedangkan tanganku kepada TUHAN, Allahku.”Ezra 9:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu korban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diriku, lalu aku berlutut dengan pakaianku dan jubahku yang koyak-koyak sambil menadahkan tanganku kepada TUHAN, Allahku, Ezra 9.6–9 41”Ezra 9:5 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika kurban sore mulai dipersembahkan, bangkitlah aku dari tempat aku bersedih itu dan dengan pakaian yang robek, aku sujud dan mengulurkan tanganku kepada TUHAN Allahku.”Ezra 9:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada saat persembahan kurban sore mulai dibakar, saya berdiri dari tempat saya duduk merendahkan diri, dengan masih memakai pakaian yang sudah robek tadi. Lalu saya bersujud lagi dan mengulurkan kedua tangan saya kepada TUHAN Allahku.”Ezra 9:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And at the evening sacrifice I arose up from my heaviness; and having rent my garment and my mantle, I fell upon my knees, and spread out my hands unto the LORD my God,”Ezra 9:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 9:5?
Pada waktu persembahan korban petang, Ezra bangkit dari kehinaannya dan kembali berdoa dengan pakaian robek, sujud berlutut, serta mengangkat tangan kepada TUHAN. Ini menunjukkan bahwa ia sadar bahwa harapan hanya ada pada Allah, dan ia datang dengan sikap yang tepat: merendahkan diri, berdoa, dan memohon belas kasihan.
Latar belakang
Waktu Korban Petang
Pada saat korban petang, Ezra bangkit dari duduknya yang tercengang. Dia tetap mengenakan pakaian yang robek, lalu sujud dan berlutut dengan tangan terentang ke arah Tuhan, memulai doa yang panjang.
Di mana
Yerusalem
Mungkin di pelataran Bait Allah, di depan umum
Kapan
~458 SM
Pemulihan Israel
Yang berbicara
Ezra
Imam dan ahli Taurat, pemimpin spiritual
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang kepada-Nya doa ditujukan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּרַע
kara · sujud
berlutut atau membungkuk sebagai tanda penyembahan dan penghormatan.
בָּרַךְ
barak · berlutut
berlutut, juga berarti memberkati; di sini tindakan merendahkan diri di hadapan Tuhan.
פָּרַשׂ
paras · mengedangkan tanganku
merentangkan atau membentangkan, seperti membuka tangan dalam doa memohon.
Ketiga kata ini menggambarkan postur doa yang benar: sujud, berlutut, dan tangan terentang — semuanya menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan total kepada Allah, bukan sekadar formalitas.
Tahukah kamu
Tangan Terentang
Mengangkat tangan dalam doa adalah praktik kuno Israel (lihat Mazmur 141:2, 1 Timotius 2:8). Ini melambangkan permohonan dan ketergantungan total kepada Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 9:5
Mazmur 28:2
Mengangkat tangan ke tempat kudus
“Dengarkanlah suara permohonanku, ketika aku berteriak minta tolong kepada-Mu, ketika aku mengangkat tanganku ke tempat kudus-Mu.”
Daniel 6:10
Berluti dalam doa
“Tetapi Daniel, setelah mendengar tentang keputusan itu, masuk ke rumahnya, dan di kamar atasnya yang memiliki jendela yang terbuka ke arah Yerusalem, tiga kali sehari dia berlutut dan berdoa serta mengucap syukur di hadapan Allahnya.”
1 Timotius 2:8
Mengangkat tangan dalam doa
“Oleh karena itu, aku ingin agar semua orang di setiap tempat berdoa dengan mengangkat tangan yang kudus, tanpa amarah dan perselisihan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 9:5
✕ Sering dikira
Ezra berlutut hanya karena kebiasaan budaya, tanpa makna spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Postur tubuhnya mencerminkan sikap hatinya: merendahkan diri di hadapan Tuhan yang kudus, sesuai dengan tradisi doa yang dalam.
✕ Sering dikira
Tangan terentang adalah doa yang sama dengan yang dilakukan umat lain, jadi tidak istimewa.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah tindakan syafaat yang serius, dilakukan oleh seorang pemimpin yang menanggung beban dosa umat, bukan sekadar ritual.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 9:5
Doa adalah respons yang benar ketika kita menghadapi dosa dan kegagalan. Jangan tinggal diam dalam keputusasaan, tetapi datang kepada Allah dengan rendah hati, mengakui dosa, dan memohon pengampunan.
Bapa, ajar kami untuk datang kepada-Mu dalam doa dengan kerendahan hati dan keyakinan akan kasih-Mu. Amin.